
Hai para pembacaš
Novel The Cold Goddes udah panjang banget yah š
Aku bersyukur banget kalau banyak pembaca bilang karya ku ini Bagus dan menghibur minat.
Jadi Jangan Lupa buat Saran kalian yah biar aku bisa menulis cerita yang lebih memuaskan.
Shi-san16
š
--------------
Arga membawa Silvia dalam pelukannya, Tubuh adiknya sangat ringan.
Arga melihat bahwa adiknya bertambah kurus, keningnya berkerut.
'apa ia masih belum move on? 'batin Arga.
Kedatangan Kereta Milik Silvia membuat semua penghuni mansion duke bersemangat.
Menyambut Putri mereka, para maid mulai menyiapkan kamar, cemilan dan semua kepeluan gadis itu.
Raymond juga menerima kabar itu dari burung merpati pengantar pesan, Ia masih di Kamp militer, Namun ia langsung bergegas pulang saat mendengar Putri nya kembali.
Disinilah Raymond berdiri dengan jas Hitam dan rambut tertata rapinya.
Saat kereta mulai berhenti tepat depan pintu, Arga keluar.
Raymond melihat Silvia tertidur, tersenyum lembut.
Silvia merasakan gerakan dan pelukan seseorang, Bulu matanya bergetar dan perlahan matanya terbuka.
"Putriku~"panggil Raymond dan berjalan cepat mencium kening gadis itu.
Silvia masih belum sadar, Namun mencium bau Maskulin dan Mint ia tau bahwa itu adalah Ayahnya yang menciumnya.
Matanya mulai melihat dengan jelas, dan perlahan turun dari pelukan kakaknya.
"Ayah! Via rindu"
Silvia melompat memeluk tubuh raymond, Raymond tentu saja menyambutnya.
Ia bersyukur anaknya sudah membaik tidak seperti tahun lalu dimana ia bagaikan mayat tidak ada suasana hidup.
Ia sadar bahwa Pria rubah itu adalah seseorang yang berharga baginya.
"Selamat Datang Kembali Silvia"
Silvia menganggukkan kepalanya cepat, Mereka bertiga masuk bersama ke dalam Mansion.
Silvia melihat semua masih sama seperti dulu.
Silvia di bawa ke kamarnya yang dulu, Ia mulai mandi dan menganti pakaiannya dengan pakaian bebas.
Rambut Pirangnya sudah sangat panjang.
Tok
Tlk
Tok
"Masuk"
Arga masuk ke dalam dengan membawa sebuah Segelas Susu Coklat.
"Terima kasih Kakak"
Arga melihat rambut adiknya berserakan dan dengan senang hati berjalan ke belakangnya, Menyisir dan mengikat rambutnya.
"Kakak tau ngak? Impian Via kalau udah berkeluarga itu simple loh"
"Em? Apa memang impian adikku ini"gemas Arga dan mencubit pipi montok adiknya.
"hehehe aku mau pasangan ku menyisir dan menata rambut ku tiap hari. Bukankah itu romantis? "
Arga hanya terkekeh mendengarnya, namun ia berhenti tertawa saat melihat raut sedih gadis itu.
"Qiqi dulu suka merias ku. Hiks.... Hiks.... Hiks... Tapi sekarang tidak lagi"Suara Silvia parau dan serak.
Namun ia masih tersenyum ceria, tapi Arg merasa senyum itu palsu.
"Silvia ingat hari ulang tahun mu kapan"tanya arga tiba-tiba
"Ulang tahun ku? Emmm..... Kapan yah? "ia lupa
"Lusa"
"HAH! "
Kaget gadis itu spontan berdiri, Arga hanya bisa menghela nafas.
"Aku.. Lupa hahahah"tawa cangung
"Kalau begitu dimana kau akan merayakannya? Disini atau di istana mu? "
Silvia memikirkan hal itu, ia ingat bahwa istananya belum pernah memiliki perayaan selama ia mendirikannya
"Di Istanaku kak. Aku serahkan undangan sama kakak dan dibantu para penghuni Istana ku"
"Baik"
Arga akhirnya memerintahkan beberapa pelayan, pengawal, bahkan burung merpati membagikan undangan ke semua penjuru.
Dibantu dengan penghuni Gunung, Undangan di bagi ke semua orang
Banyak yang kaget dengan berita itu, bahkan Felix sebagai raja juga kaget saat pengantar undangan adalah Pelayan dengan Telinga kelinciĀ .Makhluk Surgawi tingkat 9.
Semua orang menunggu perayaan itu, di undangan tertulis Silvia Belix Ophelia, tempat Istana Gunung Suci.
Untul wilayah lain yang diundang, mereka tidak tau identitas asli Silvia, mereka hanya bingung dan pemasaran Apa hubungan gadis itu dengan Penguasa Istana Gunung Suci, yang melenyapkan Sect suci seorang diri.
Tbc
Perayaan Ulang Tahun Silvia sangat lah mewah dan banyaknya kereta Bangsawan dari berbagai wilayah terparkir di bawah Gunung.
Para Penjaga Gunung terbuat dari Kristal, bersinar indah saat Cahaya bulan menerpa tubuh kokoh mereka.
Sudah banyak orang dari berbagai tingkat kasta turun dari kereta.
Di Jalan menuju Istana Kristal, Sudah di hiasiĀ Permata yang menjadi tempat para tamu menginjak.
Di tiap langkah mereka, Akan muncul cahaya membuat pemandangan itu sangat menganggumkan.
Raja Felix dan keluarganya juga datang, bagaimana bisa ia melepas kesempatan untuk mengunjungi istana yang sangat mewah itu.
Semua tamu tentu lebih penasaran dengan wajah Penguasa Gunung yang di katakan amat jelek.
Kiran menggunakan Gaun Merah Nyala, sangat menunjukkan kelebihan nya. Suya menggunakan Gaun dengan warna Biru langit sangat indah, Membuatnya terlihat murni dan polos.
Mereka berdua menggunakan Tiara yang sesuai dengan warna baju mereka, dan Nic menggunakan jas Putih dengan Sulaman emas di pinggir bajunya.
Nic berdiri berdampingan, dan kiran berdiri disamping Leon dengan Jas hitam nya, Leon dan Kiran menyetujui Pertunangan untuk mempertahankan hubungan antar kerajaan.
Mereka berempat terlihat sangat memukau malam ini.
Kiran dan Suya memang berencana merebut semua sorotan mata semua tamu agar Silvia malu.
Namun hati Kiran dan Nic masih gelisah, bagaimana bila Silvia membocorkan Statusnya? Bukankah itu artinya mereka akan di permalukan.
***********
Istana Kristal.
Silvia sedang duduk dengan penata rias merias dirinya, Sentuhan terakhir adalah memasangkan mahkota di kepalanya.
Penata Rias adalahSeorang yang terkenal dan juga kenalan Silvia dari kediaman Duke, ia di pilih karna keahliannya dalam kecantikan mrias
"Astaga Via kecil kau sudah dewasa yah"puji Penata rias tulus
"Hihihi terima kasih"
Silvia di beri Gaun dari Raymond dengan warna biru juga, sangat indah, danĀ Gaunnya bercahaya tiap kali Silvia bergerak.
Gaun dan Tiara nya sangat sesuai dengan warna matanya.
"Aduhhh kau terlihat seperti Dewi tau, Namun kau adalah Dewi dengan Suasana Dingin"
Silvia berjalan kearah cermin memperhatikan penampilannya.
"The Cold Goddes? "
Sebutan Gelar itu terndengar pas.
Rambut Silvia di tata dengan rapi dan ada Mutiara dibeberapa helai rambutnya.
"Aku Siap"
********
Para Tamu berdiri didepan gerbang istana, Felix pertama kali melihat istana yang sangat menganggumkan dalam hidupnya, bahan dari Kristal.
Pengguna Elemen Kristal, batin semua orang.
Kkkrrrrraaaakkkkkkk
Pintu Gerbang terbuka bergema di keras. Semua mata tertuju pada Isi dalam istana.
Semua Maid sudah berbaris rapi memberi hormat, Mata Semu tamu melebar
Siapa Sebenarnya Penguasa?
Arga dan Raymond tampil memukau hari ini, Jas Biru langit mereka sangat serasi dengan mata kristal biru mereka.
Mata para wanita menatap kedua orang itu malu-malu. Mereka semua bersemangat saat memikirkan kalau keberuntungan mereka kalau kedua pria itu tertarik pada mereka.
'Kyaaaaaaaaaaa Tuan arga sangat tampan'
'Ahhh jantung ku berdebar'
'Duke masih gagah seperti dulu'
Seruan malu para wanita tidak di gubris oleh kedua orang itu.
Baru lah Suya, Nic, Kiran, Leon masuk.
Kedua wanita ituĀ memerah saat melihat Arga, Apalagi suya ia merasa pria ini adalah idamannya.
Kiran tersenyum malu-malu sambil mencuri pandang pada Arga.
Rahang Nic mengeras. Leon acuh.
Arga mengajak ngbrol tamu anak muda, sedangkan Raymond dalam lingkup orang dewasa.
Banyak Kaum Wanita yang mencuri pandang pada kedua pria tampan itu
"Putri Silvia Ophelia Belix Datang! "
Teriakan prajurit di luar pintu membuat aula menjadi hening, semua mata memandang pintu aula besar itu.
Arga Dan Raymond langsung melangkah bersaamaan dan berdiri di sebelah kanan dan kiri, menunggu.
Tak
Tak
Tak
Suara sepatu tinggi bergema, nafas para tamu bahkan bisa didengar.
Para Tamu pertama melihat sepatu kaca biru berkilau, lalu gaun biru yang bersinar dengan kilauan warna warni terkena cahaya.
Lalu rambut Panjang gelombang kuning keemasang yang terbang terbawa angin
Semua orang menghirup nafas gugup dan kagum, Lalu mereka berpindah ke kepala gadis itu
Tanpa Topeng, kulit tanpa cela, mulus putih susu, bibr merah muda, lalu mereka melihat mata biru kristal yang dingin.
Tubuh semua orang membeku, mereka semua tidak percaya bahwa penampilan Putri Duke sebenarnya adalah kecantikan seorang Dewi, Dewi Dingin.
Apalagi mata biru terang berkilau dingin, membuat tubuh tamu lainnya mengigil.
'Inikah Penampilan Sesungguhnya Silvia Putri Duke! 'Batin mereka semua
Bahkan Leon ,Nic, Kiran dan suya membeku
Kiran dan Nic sudah tau bahwa Sepupu mereka itu kecantikan dasyat, tapi bertemu lagi tanpa topeng maupun jubah, mereka masih kaget.
Suya disisi lain syok berat, ia selalu membanggakan kecantikannnya, tapi ia kalah telak oleh penampilan Silvia
Leon merasa lawan tanding nya sangat lah memukau, bahkan rasa menyesal timbul, dia berfikir seharusnya ia mendekati gadis itu bukan malah menghinanya di turnamen.
Tidak memperhatikan tatapan semua orang, Silvia berjalan ke tengah dua pria itu,Ayah dan kakaknya.
Kedua pria tampan itu mengulurkan tangannya, dan dengan senang hati Silvia menerimanya dengan senyum indah miliknya.
Ketiga orang itu menjadi pemandangan terhebat dalam sejarah dan bahkan para tamu berfikir mereka bermimpi.
Silvia di pimpin oleh ayah dan kakaknya kearah singgasana miliknya.
Duduk, Silvia memperlihat kan postur seorang ratu, membuat para tamu sekali lagi terkejut, bahwa gadis itu nyatanya duduk di tempat kebesaran penguasa istana.
"Siapa dia berani duduk disana! "teriak Suya kesal
Dan suaranya di dengar oleh semua orang bahkan Silvia
Arga dan Raymond mengepalkan tangan mereka menahan marah.
Silvia tersenyum dingin
"Kau belum tau statusku? "ujar Silvia santai
Para tamu undangan berasal dari kerajaan berbeda, dan banyak raja disini. Mereka semua satu pikiran dengan Suya tentang hak silvia duduk disana
"Kau cuma Anak Pungut Duke Raymond! "Ujar Suya sinis dan bangga.
Setelah mengatakan itu, Suya langsung melihat sebuah bola api menuju kearahnya, Api hitam siap membakarnya.
"Hentikan Ayah, Kakak"seru Silvia santai
Bola api ituterlalu mematikan karna digabung kan, wajah kedua pria itu menghitam.
"Putri Suya kan? Apa Putri kiran dan Pangeran Nic belum memberi tau identitas asliku? "
Suya bingung dan semua orang bingung kecuali pihak kerajaan felix yang sudah pucat.
"Memangnya apa identitas mu hah! "
"Hahahhahahaha"tawa merdu namun dingin keluar dari bibir tipis silvia.
"dengarkan baik-baik!
Perkenalkan Aku Silvia Ophelia Belix, Penguasa Gunung Suci "ucapnya lantang
HAH!
semua mata dan tubuh tamu membeku, mereka mendapatkan informasi yang mengguncang jiwa mereka.
"Tidak... Tisak mungkin"tolak Suya dengan wajah pucat
Tbc