THE COLD GODDESS

THE COLD GODDESS
B19



Sinar Matahari masuk ke dalam Sebuah gua menyinari  sesosok gadis kecil yang terlelap,tubuhnya berada di tengah tengah tubuh berbulu milik Seekor rubah


Merasa cahaya yang masuk menganggu tidurnya, Silvia membuka kedua bola matanya dan menatap sekeliling


Wajahnya murung saat tau bahwa semua bukan mimpi, Ia berada di Gua bukan di Kamarnya, Ia tak bisa lagi melihat Ayahnya dan Kakaknya yang selalu ada untuknya, Mereka Membencinya.


Berdiri, ia merengangkan otot ototnya yang keram, dia mulai keluar dari Gua dan meninggalkan qiqi yang terlelap disana


Selama berjalan, Dia banyak melihat sesuatu baru, seperti hewan hewan yang besar dan berbentuk aneh


Namun hewan hewan itu, tidak menganggunya malah hanya menatap nya bingung dan penasaran akan dirinya


"Wahhhhhhhh"


Dia menjerit saat melihat sebuah Kolam dengan airnya bewarna biru jernih, namun tapi tetap air biasa saja


Dia melihat kanan dan kirinya dan membuka gaunnya dan turun ke danau


"Segarrrrr"pekiknya dan  memejamkan matanya menikmati suasana alam di sekitarnya


"apa yang dilakukan ayah dan kakak yah? "tanyanya pada langit di atas


Mata Nya menjadi redup, ia rindu kedua orang itu, namun dirinya masih kecewa


"Nona!! "


"Nona dimana kau!! "


"Nona"


Teriak sebuah suara memanggilnya, Ia merasa bingung, suara itu mirip Qiqi


"Qiqi, Aku disini"setelah mengatakan itu


Sosok Qiqi muncul dengan ekornya yang melambai,


"Nona... OH anda sedang mandi yah, "setelah melihat gadis itu mandi Qiqi memerah, ia harusnya mengatakan pada gadis itu bahwa Seorang gadis tidak boleh mandi sembarang tempat.


"Nona, Ini pakaian anda"


"Terima Kasih"


Silvia mengambil pakaian itu, dan berjalan ke arah Pohon besar mengenakan pakaiannya disana


Silvia mengikat rambutnya menjadi ekor kuda dan berjalan ke arah Qiqi


"Nona Makan"Ucap qiqi dan menyerahkan dagin panggang dan susu serta roti selai coklat


"Qiqi dariman kau mendapatkan ini? "tanyanya


"Ini persediaan saya nona, Ayo makan"


"Oh"


"Qiqi kamu tau dimana aku bisa berlatih untuk tambah kuat? "tanyanya


"Berlatih? Untuk apa nona, Qiqi bisa melindungi anda"jawabnya tegas


Mata gadis itu menatap qiqi dengan tegas


"Tidak Qi, Apa kau lupa orang tua itu dari Sekte Suci mengincar mu dan aku, Apalagi banyal orang kuat yang mengincar ku setelah tau aku Pengguna Kristal"Jawab Silvia


"Nona.....


Huffff di puncak gunung sana, ada sebuah Kolam dengan Warna Biru mirip mata anda, disana mengandung energi sihir yang kuat, beda dengan kolam yang anda tempati tadi, itu cuma sebagian saja dan fungsinya untuk menyembuhkan luka"


"Baik. Besok aku akan pergi. Qiqi Tunggu aku"


"nona kenapa saya tidak menemani anda saja"


"Tidak perlu, aku akan berusaha sendiri"


"Baik nona"


Keesokan Harinya


Silvia berjalan bersama dengan Qiqi menaiki puncak gunung Suci, tekanan yang mereka rasakan sangat padat dan membuat Gadis kecil itu hampir saja pingsan,namun di hadapkan dengan kenyataan bahwa diirinya masih lemah ia memaksakan tubuh mungilnya terus melangkah hingga sampai ke puncak gunung dimana di tengah tengah nya ada sebuah danau besar yang dalam dan di lingkari pohon pohon sakura, Silvia berbalik menatap Qiqi


"Qiqi tunggu aku kembali yah! "ucapnya semangat dengan senyuman secerah matahari di depan Qiqi


"Wuwuwuw nona kau tega meninggalkan ku!?"keluh Qiqi dengan menggosok kepalanya di tubuh Silvia


Thor:Woiiiii ingat lu cowok dewasa  😂


Qiqi:Biarin thor, Kan kesempatan, Lu aja yang iri jomblo kelamaan kan


Thor:😳


Silvia menemuk nepuk kepala Qiqi dan memeluknya


"Qi ini semua agar aku bisa menjaga diriku, Oke? "


"Baik Nona"


Qiqi melepaskan diri dari pelukan Silvia dan menatap gadis itu


Silvia memberanikan dirinya maju ke depan, Sebelum itu ia menggunakan kemampuannya melindungi seluruh tubuhnya dan menyimpan udara di dalam patung kristal itu, Patung Kristal itu terbang hingga di tengah tengah danau, sebelum menutup matanya, Silvia memberikan senyuman cerah miliknya dan menutup matanya


Patung berbentuk spiral itu masuk perlahan ke dalam Danau dan menghilang dari penglihatan si rubah


Rubah putih itu berubah bentuk menjadi pria lagi dan menatap sekali lagi pada danau dan berbalik, rambut peraknya terbawa angin dan ia menghilang menyisakan danau yang tenang


Tbc