THE COLD GODDESS

THE COLD GODDESS
B2



Seminggu Kemudian.....


Silvia dengan Arga semakin dekat dari waktu ke waktu  dan Arga semakin posesif pada adik kecilnya itu


Bila ada yang dekat dengannya Arga akan menatapnya tajam, dan bila ada yang mengatai Silvia anak pungut Arga akan langsung menghancurkan orang itu.


Awalnya para pelayan mengira itu Silvia yang menganggu Tuan Muda namun Tuan muda lah yang selalu pergi mencari Silvia untuk jalan-jalan


Di taman Silvia memetik bunga Mawar Merah  milik Arga sangatlah indah dan rapi jadi Silvia akan menghabiskan waktu bila Arga pergi dan bermain di taman


"Kak Arga Mawar nya harum"ucap Silvia sambil berlari ke arah Arga yang bersandar di pohon menatap Silvia, mendekat, Silvia berusaha berjinjit untuk meraih kepala Arga


"Ukhh kakak nunduk"pintah Silvia dengan mata memohon


Arga terkekeh mendengar dan melihat tingkah Adiknya, menurun kan tingginya sejajar dengan Silvia. Arga menatap adik nya


Melihat Kakaknya sudah sejajar, Silvia menyelipkan Bunga itu ke samping kepala Arga, wajah arga yang memang tampan dan mawar di kepalanya menciptakan pemandangan indah


"Cantik"ucap silvia sambil tersenyum memperlihat kan lesubg pipinya.


Bluusshh


Wajah Arga memerah karna kata kata Silvia.


"hem hem  Makasih"ucap Arga dan berdiri menegakkan badannya


Seorang pelayan masuk dan melapor bahwa Duke Raymond sudah kembali


Tubuh Silvia bergetar dan tangannya tanpa sengaja menjatuhkan bunga di tangannya, tanpa sadar dia mundur perlahan


Apa duke akan mengusirku


Apa aku akan di buang  lagi?


Bagaimana kalau aku  bukan putrinya?


Mata Silvia menetreskan air mata karna ketakutan nya


Arga yang melihat Adiknya bergetar bingung, melihat raut wajahnya yang ketakutan  membuat Arga merasa sesak


"Kenapa hmm? "tanya arga dan mengelus surai adiknya


"Kak wuwu bagaiamana Kalau dukewuwuwu mengusirku? "tanya kara sambil terisak.


"Benar? "


"Hmm Ayo kita pergi" ucap Arga sambil menarik tangan Silvia keluar dari kamarnya.


sebagai Pewaris Kediaman Duke .


Arga Ophelia Belix


Seorang Tuan Muda,Diajarkan menjadi seorang yang Memiliki kekuatan yang kuat ,dan Tidak mudah bergaul dengan orang lain.


Jadi tak heran Ia memiliki sikap dingin dan acuh,Bahkan Semua orang harus menjaga jarak dari Pria yang memiliki darah Murni seorang Belix


Mata Biru Kristal ,dilambangkan sebagai Keagungan .


Arga menatap Gadis yang tersenyum manis dan Polos di sampingnya.


tidak ada Penjagaan di sekitarnya,Arga pertama kali melihatnya merasa bahwa pihak lain memiliki Niat padanya makanya berusaha mendekatinya.


Tapi Ia sadar bahwa Gadis ini,hanya ingin dekat saja ,seperti seorang adik.


memikirkan Bahwa memiliki adik itu tidak terlalu menganggu.Namun merasa menyenangkan.


"SILVIA OPHELIA BELIX"gumamnya


Arga merasa nama itu sesuai dengan gadis itu.


yang membuatnya heran saat pertama kali melihat Gadis kecil ini,Adalah Rambut keemasan yang jarang di Benua ini.


Bahkan sudah bisa dianggap Langka,karna pemilik rambut haruslah Bangsawan atas atau utusan Dewa .


melihat Berapa kurus gadis itu,Arga tau bahwa ia hidup kekurangan dan pastinya terksiksa.


Arga berjanji akan menjaga Adik kecilnya itu.


Silvia memandangi seluruh tempat dengan kekaguman,Sejak ia tinggal di Kediaman Duke. ia jarang keluar dan hanya bermain di dekat Kamarnya.


Karna Ia takut menganggu Orang lain dengan keberadaanya yang fak pasti


.


Tbc