THE COLD GODDESS

THE COLD GODDESS
B12-13



Silvia Dan Duke Raymond melangkah bersama ke dalam Aula Pesta


Saat pintu ruangan itu terbuka, semua orang dalam Aula spontan berbalik ke arah pintu, menatap Seorang Pria tampan denga rambut hitam dan mata biru miliknya yang memukau -Duke Raymond, Pria yang dikenal karna kekejamannya dalam medan perang, Sekarang di samping berdiri seorang gadis kecil dengan Rambut kuning keemasan dan mata biru miliknya mirip dengan Duke, Putri yang baru di angkat,  Silvia Belix Ophelia.


Silvia menjadi objek pemandangan semua orang karna kecantikan yang dimilki gadis kecil itu diusia muda


Berjalan berdampingan, tangan kanan Silvia merangkul lengan kiri Duke, ini adalah sejarah langka karna Duke terkenal tidak ingin dekat dengan perempuan sekarang berdiri berdampingan dengan seorang gadis kecil seperti Malaikat


Silvia merasa gugup ditatap oleh banyak orang, Kalau bukan Ayahnya di samping memengangnya mungkin saka ia akan pingsan


"Ayah banyak sekali tamunya? "Suara merdu Gadis itu membuat Ray berbalik menatapnya, bisa dilihat kalau gadis kecilnya gugup berdiri didepan orang banyak


"Silvia adalah Malaikat ayah, tentu semua orang harus tau, Kalau tidak nyaman, hiraukan saja, paham? "suara lembut dan penuh kasih Ray membuat semua orang kaget dengan sikap sang Panglima tersebut


"Emmm"


Ray berbalik menatap semua orang tajam, menandai bahwa jangan menatap terus putrinya.


Mereka berjalan bersama sampai di tengah Aula, Mereka berdua saling menatao dan membungkuk menghormati pasangan masing masing


Musik melantun merdu dan tarian antara silvia dan duke membuat semua  semua orang terpana


10 menit kemudian


Tarian antara mereka berdua selesai, baru saja Silvia akan maju ke Ray namun sebuah lengan menarik pingangnya hingga menabrak dada seseorang, mendongak mata silvia terbelalak kaget.


"KAU??;"


.


.


.


.


Silvia masih menatap orang yang sekarang memeluk pinggang miliknya


"Kau? "matanya mulai berkaca


Tangan hangat orang itu mengelus pipi lembut Silvia


"Selamat Ulang Tahun Little Girl, My Sister ~"suara pria itu sangat serak namun terdapat nada kerinduan didalamnya


Brukkk


Silvia langsung melemparkan dirinya dalam pelukan hangat pria itu, membenamkan kepalanya didada bidang membuatnya merasan aman, Silvia sudah lupa akan tatapan semua orang


"Wwuuuuwuwuwu Kakak~"panggil Silvia dengan Air mata membasahi wajah imut miliknya


"Emm. "jawabnya


"Kau Kembali~"ucapnya dan mempeerat pelukannya dan Arg pun juga memeluk erat adik kecilnya


Membungkuk sedikit, dan mengulurkan tangannya ke arah Silvia. Arga b berkata"Boleh Hamba mendapat kehormatAn menari dengan Putri Ini? "tanyanya dengan nada menggoda


Silvia membalas uluran tangan membalas permintaan pria itu.


Mendapat persetujuan, Arga menarik tubuh mungil adiknya dan mereka berdua menari lebih romantis dari pada Ray dan Silvia tadi, Namun Sinar kebahagian bisa di lihat di wajah manis Silvia


Melihat hal itu Ray ikut bahagia, Gadis Kecilny akhirnya kembali ceria dan aktif


" wahhh lihat tuan muda dan gadis kecil itu begitu romantis"


"Aku iriiii"


"Wahh aku juga ingin menari dengan Tuan muda Arga"


Bisikan para gadis di pesta tidK menganggu keduN


anya, mereka malah menikmati tarian mereka Berdu.


Musik berakhir ditandai dengan masing masing pasangan memberi hormat satu sama lain, Arga dan silvia berjalan berdampingan dengan Arga mengenggam Tangan Silvia erat menuju Ke arah Ray yang berdiri dikelilingi bangsawan lainnya.


"Ayahh~"panggil Silvia manis dan memeluk tubuh Ray, Silvia bisa mencium bau Daun Mint di tubuh ayahnya.


"Em. Silvia kita sudah besar Rupany"ucapnya dan mengelus surai emas gadis kecil itu


"Ayah kan berantakan"keluhny


"Adikku sudah jadi lebih cantik yah! "suara Arg yang maskulin dan seksi membuat silvia memerah malu dan menatap tajam kakaknya


"Kak arga nyebelin banget sih, Pulang-pulang ngeledek aku mulu huh! "


Silvia merajuk sangatlah manis bagi semua orang yang melihat Ny dan Mereka punya pemikiran melamar dan menyembunyikan gadis kecil itu.


Salah satu bangsawan dengan pakaian hitam Serta dasi kupu kupu merah miliknya maju ke arah Ray.


"Duke Raymond Ternyata kau punya putri yang sangat cantik bagaikan peri yah! "


Ray hanya Menatapny tanpa niat membalas


"Terima kasih atas pujiannya paman"balas silvia


"Hohoho begini gadis kecil ,Putraku sangatlah baik, jika mau aku bisa mengenlkanmu-"ucapna pria itu terpotong karna di hadiahi tatapN tajam oleh dua pria, siapalagi kalau bukan Ray dan Arga.


"Tidak "jawab mereka berdua bersamaan dan melindungi Silvia di sebelah kanan dan kiri gadis itu


"eh? "


"Jauhkan Anakmu dari Putri ku bila dia masih masih mau hidup"ancam ray dan berbalik menarik tangan Silvi dan diikuti Arga di belKangnya.


Tbc