
3 tahun kemudian......
Hari ini adalah bulan ke 10, hari ulang tahun Silvia yang ke 10 tahunnya
Silvia sedang di dandani oleh penata rias dengan teliti, duduk di meja rias Silvia sudah banyak berubah, Selain tinggi gadis itu juga menjadi sangat cantik seperti dewi
Walau ini adalah hari spesial miliknya, Namun Kakak Laki lakinya Arga belum kembali ikut merayakan Ulang tahun gadis itu, perasaan gelisah, sedih hinggap di hati gadis itu
Menatap pantulanya di cermin, Hari ini ia di khusus kan memakai Tiara pemberian Ray Ayahnya saat Silvia berhasil menjawab semua pertanyaan Rey
Mengapa Ultahnya baru di rayakan saat berumur 10 thn, itu adalah tujuan Rey, Untuk memperkenalkan Silvia kepada publik dan menunggu gadis itu menjadi berani tentunya menghadapi orang banyak
"Apa Kak Arga Pulang? "
Pertanyaan itu akan selalu Silvia tanyakan kepada orang yang ia temui, Dirinya Rindu dengan Pria itu, dan mungkin juga Dia sudah banyak berubah, Umur Arga sudah berusia 17 tahun, dan pastinya Pria itu menjadi sangat tampan karna Gen Rey saja sudah bagus, buktinya Silvia yang dimana siapapun yang menemuinya akan mengira gadis itu malaikat ataupun Dewi
Seorang Pelayan wanita masuk dan membungkuk hormat pada Gadis itu
"Lapor Nona, Acaranya sudah mau di mulai, Duke sudah menunggu Anda"lapor pelayan itu dan di balas anggukan oleh gadis itu
Silvia memakai Gaun Pink yang sangat indah cocok pada Silvia yang memang cantik, hari ini ia juga memakai sepatu yang sedikit tinggi untuk mendapat kesan anggun pada dirinya
Berjalan dengan langkah tenang, Silvia melihat Siluit Ayahnya berdiri dengan santai namun terkesan gagah, Gelas Ksatria nya memang cocok untuk nya, Tidak lupa Pakaian Khas Bangsawan kerajaan membuatnya terlihat seperti Raja, dengan balutan Jubah Merah di pundaknya
"Ayah! "panggil Silvia dan tersenyum ceria memandang pria itu
Ray melihat Silvia berjalan kearahnya, Dia sudah tau bahwa gadis itu cantik namun dia masih terpesona dengan gadisnya.putri kecilnya
"Selamat Ulang Tahun Silvia"ucap Ray dan merengkuh tubuh mungil silvia erat
"Em. Terima Kasih Ayah~"ucapnya semangat dan mencium pipi kiri kanan Ray membuat sang empu malu.
Raymond memegang pipinya yang di kecup oleh putrinya,Ia tersenyum kecil
Senyuman yang jarang ia tampilkan,karna Wajah tampan itu selalu dingin dan acuh pada Sekitar nya.
Bahkan jika ada pedang yang menancap di dadanya,ia masih akan tetap tenang,seakan yang di tikam bukanlah dia.
Raymond Mengelus kepala Silvia dengan lembut,Putrinya ini harus Ekstra di Jaga.
Bagaimana tidak,Putrinya sangat** Imut dan Baik ,Raymond hanya bisa memenuhi semua keinginan putrinya ini agar tetap Terlindungi dan Membahagiakannya.
Apalagi Silvia memiliki kekuatan yang akan segera bangkit dan pastinya akan membuat beberapa orang merasa terancam dengan kehadirannya.
Tentunya jika mereka memiliki kemampuan untuk menganggu Putri kecilnya ini,mereka bisa mencoba melangkahinya dulu.
Silvia menatap Mata ayahnya yang menatapnya juga. Dua.mata biru yang sangat indah saling bertemu.
"Ayah...Memiliki mata yang sangat Indah Ahh!!"ucap Silvia semangat.
Raymond tertawa dan memberikan senyuman tulus pada Gadis kecilnya .
"Tapi..Menurut Ayah..Mata Via kecil Ayah yang**** paling indah !!"pujinya.
Silvia memerah dan keduanya saling tertawa bahagia.
TBC