THE COLD GODDESS

THE COLD GODDESS
B28



Acara Perayaan di langsungkan di sebuah taman luas milik Raja dan Ratu, taman di hiasi dengan bunga bunga cantik dan pohon pohon menghias disana diberi lampion untuk menghiasi acara malam ini


Wajah Silvia masih datar seperti biasanya, bahkan auranya membuat ia menjadi objek pemandangan bagi semua tamu, termasuk para Jantan yang terpesona dengan kecantikan nya tapi tidak ada yang berani mendekat


Mendekat? Mereka sudah tau apa yang akan menimpa mereka bila mereka mendekat, apalgi tatapan tajam dan haus darah dari Duke muda itu


Jas Hitam miliknya sangat pas di tubuh Arga ,apalagi Gen Raymond yang sangat bagus, manamungkin keturunannya tidak memukau.


Para Gadis menjerit saat melihat Arga datang di Festival,tapi mereka melihat Silvia yang sudah terdengar akan bakatnya saat perjamuan dan apalgi status Silvia yang setingkat Raja mereka tidak berani macam-macam


Hari ini Kiran sengaja berdandan cantik hanya untuk menjadi Cahaya di Acara ini, Namun semuanya di rebut oleh Gadis Sia*n itu.


Matanya memancarkan kebencian besar pada Silvia, tapi gadis bersurai pirang itu hanya berdiri dengan santainya.


"Via~Lapar?"tanya Arga dengan suara lembut


"Em? Tidak kok"jawabnya dan memberi senyum tulus miliknya


Tiba tiba muncul seekor burung di langit, membuat semua orang mengangkat kepalanya dan melihat burung besar itu


Koaaakkkkk


Kooaakkkkkk


Koooaakkkkk


Burung biru itu sangat indar, Jenis Hewan Surgawi, mata semua orang berbinar dan ingin tau siapa pemilik burung itu.


Burung besar itu, masih setia terbang diatas belum ingin turun


Wwuuuuusshhhhhhh


Burung itu akhirnya turun dan tubuhnya mengecil sampai menjadi ukuran normal Burung biasa dan hinggap. Di sebuah lengan putih


Mata semua orang memandang orang itu menatap takjud dan kagum saat melihat burung biru itu turun.


"Ahhhhhhh jadi Burung langka itu milik dia? "


"Bukankah itu hewan ajaib? "


Seruan iri tidak membuat Silvia terpengaruh


Mengelus bulu burung biru itu dan menghiraukan mata iri semua orang


Ia mengarahkan lengannya dimana burung itu berdiri ke arah Arga, Arga menatap Adiknya bingung


"Blu .Burung jenis Es dan Kristal yang ku panggil menggunakan Sihir pertama ku. "ucap Silvia dan memandang Kakaknya


Mendengar Namanya, Burung Blu itu melebarkan sayapnya dan memamerkan keunggulannya


"Ini...? "Tanyanya menatap Silvia masih bingung


"Hadiah Untuk Ultah mu yang lewat Kakak"Seru Silvia dan menatap Blu, Blu juga menatapnya dan Silvia menganggukkan kepalanya pelan dan Blu terbang dan mendarat di pundak Milik Arga.


Mata semua orang melebar, saat Silvia menyerahkan burung itu dengan santainya.


Mereka semua iri


Apalagi bakatnya dalam. sihir menggunakan Kristal dan memanggil makhluk Roh.


Silvia menatap Qiqi dengan Senyum cerah, Saat ia melihat bentuk Qiqi sudah naik pangkat, Dulu Elemen miliknya adalah Es dan Kristal, tapi sejak Tuan nya Silvia naik tingkat ia juga mulai berubah


Bulunya tetap Putih salju, tapi Ujung ekornya dan lambang di keningnya sudah berubah, Elemen miliknya sudahberubah juga, Elemen Cahaya dan Api.


Warna Emas membuat Qiqi terlihat sangat Hebat.


"Qiqi!!! "Panggil Silvia Ceria dan berlari kecil kearahnya


Sampai disana, gadis itu mengelus bulu lembut miliknya


Mata semua orang kembali iri melihat Hewan itu dan kembali ke keberuntungan Gadis itu yang sangat bagus


"Nona, Keadaan Di Gunung mengalami Situasi berbahaya, Orang tua gila itu kembali ingin merebutku dan tempat kita"jawabnya


Mata Silvia menyipit, dansemua orang bisa merasakan dinginya situasi sekarang.


Rambutnya terbawa angin, tapi tetap saja Silvia mengeluarkan Aura gelap miliknya membuat semua orang sesak.


Silvia berbalik dan berjalan menuju Raja dan Arga.


"Salam. Sepertinya saya harus kembali. Ada hal yang harus saya urus, "tidak menunggu orang memberi jawaban


Silvia berbalik pergi, tapi berhenti lagi dan melihat wajah kakaknya yang cemberut


"Blu bisa mengantarmu ke sana"


Silvia berjalan kembali, dan menaiki punggung milik Qiqi, Qiqi berdiri dan berlari tapi seperti ada tangga di setiap langkahnya, Qiqi terbang dan menuju puncak gunung.


"Nona.... Sebenarnya ada yang ingin ku katakan"ucap Qiqi selama berlari, suaranya masih bisa di dengar gadis itu


"Fokus"


Wajah Qiqi murung dan sedih saat mengetahui bahwa Gadis itu terlalu serius dan tidak ingin mendengarnya


Di Puncak


Keadaan menjadi sangat berbahaya, Semua orang berjubah putih menghancurkn semuanya


Banyak Pohon yang rubuh, untungnya ada kabut yang mengahalangi orang orang itu masuk. Membuat semua penghuni bisa menghela nafas lega.


"Cepat patahkan sihir kabut ini! "


Perintah seorang Pria baya dengan sebuah topi besar tinggi di kepalanya sebagai pemimpin, Master Bio dari Sect Suci.


Ada juga seorang Gadis berambut Merah di sampinya siapalagi kalau bukan Putri Suci.


Mereka semua tau bahwa tidak ada Penguasa sekarang, tapi mereka tidak bisa menembus kabut itu karna kabut itu beracun.


Master Bio sangat mengincar Rubah 9 itu, karna ia tau hewan itu sangat langka dan kuat tapi ia tidak mampu menembus kabut itu.


"Hancurkan Semuanya "perintahnya dan semua bawahanya mulai menghancurkan semua kehidupan disana


Tbc


Penasaran kelanjutannya????