
Silvia langsung muncul dengan sihir angin miliknya di sebuah danau yang sangat jernih, bahkan ia bisa melihat kedalam Danau.
Silvia langsung pergi karna entah kenapa, saat ia dekat dengan pria itu, ia merasa kalau ia di dekat Qiqi.
Wajah nya yang biasa dingin, terpancar raut kesedihan, ia menahan semua rasa sakit di hatinya sampai sekarang.
Silvia tidak ingin di sebut lemah
Ia seorang Ratu
Dan seorang Putri bagi Ayah dan kakaknya
Mana bisa ia larut terus dalam kesedihan.
Berjalan kearah Pohon, Ia duduk dan bersandar, memandang kedepan, Ia mulai menutup kedua matanya
Tetesan air mata mengalir ke pipi putih gadis itu, Ia hanya bisa menahan rasa sakit kehilangan orang yang ia sayangi dalam diam.
Semua Gadis ingin dianggap kuat, akan diam, bahkan saat ia merasakan rasa sakit, kecewa yang amat mendalam, layaknya silvia
Walau ia seorang Dengan kekuatan kuat, ia masih manusia dan seorang gadis yang memiliki perasaan dan hati.
Namun ia telat, Terlambat mengungkapkan perasaannya pada Rubah nakal nya.
Ia ingin bilang Aku Juga Mencintaimu!
Namun ia terlambat, ini semua karna ia masih lemah.
Silvia membuka matanya, Mata sembab, dan juga pucat.
Karna sihirnya sudah digunakan, energinya terkuras, untuk melompat jauh kemari.
Memegang dadanya, entah kenapa ia merasa sangat deg-degan saat pria itu berdiri di depannya.
Seperti Dilindungi?
"Qiqi"Gumannya.
Srreeeikkk
Ssrreeeikkk
Silvia menajam kan pendengarannya saat mendengar suara dari semak-semak di sampingnya, Gadis itu siaga, dan mulai mengeluarkan Api miliknya, siap melempar kapan Saja.
Saat Ia berdiri, dia malah menabrak dada seseorang
Dug
"Auu?! "
Sakit, ia mulai mengelus keningnya
Dan mengangkat kepalanya, menatap Pria itu kesal.
"Apa kau buta? "suara dingin pria itu entah kenapa membuat Silvia mematung.
"Apa Urusanmu Tuan! kau yang kenapa muncul seperti Hantu! "ujar nya tidak kalah kesal.
Sanats, pria itu menatap gadis di depannya dengan lucu, namun ia masih memasang wajah pokernya.
"Saya yang anda tabrak, tapi anda yang marah"
Silvia merasa Pria ini sangat menyebalkan, Dia geram.
Ia akan berbalik, tapi tangannya di cekram oleh pria itu.
"Apa maumu? "tanya Silvia marah.
Sanats merasa wajah marah gadis itu sangat...... imut?
"Namaku Sanats dan kau? "sanats entah merasa, ia terikat dengan gadis itu, merasa nyaman dan ia juga rindu saat ia terakhir bertemu di kedai.
Silvia memicingkan matanya dan menarik tangannya paksa., Ia tidak mau disentuh pria asing.
"MENJAUH DARIKU! "
setelah itu, Silvia berbalik pergi, Namun ia terpeleset dan jatuh kebelakang.
Bbrrrruuuukkkkk
Silvia meringis sakit pada kepalanya, Tapi ia merasa di peluk dan hal itu membuatnya nyaman
Ada apa dengan dirinya, batin silvia dan melihat kepada Pria itu.
Sanats terbaring di bawahnya, dan ia sempat memeluk gadis itu agar tidak merasa sakit saat jatuh.
Sanats bisa mencium bau bunga yang sangat segar. Ia merasa bau ini sangat Akrab.
Wajah Silvia memerah, saat ia merasa pria ini mengendus lehernya seperti Qiqi dulu.
"Kyayaaaaaaaaa. MESUM! "teriaknya dan bangun
Sanats juga bangun, ia merasa telinganya sakit karna teriakan silvia dekat dengan telingannya.
Apa gadis ini makan Toa?
"Kau... Kau... Pria MESUM! "hardiknya menunjuk sanats.
Sanats dengan bodohnya menunjuk dirinya"Mesum?aku?"tanyanya kesal
Silvia merasa marah dengan wajah bodoh pria itu, tentu saja dia, apa coba mengendus lehernya, dia kira anjing.
"Baikhlah aku akan bertanggung jawab padamu"ujarnya
Silvia menatapnya bodoh
Sanats mengangguk dan menarik tangan Silvia, dan memasangkan nya sebuah cincin dengan Batu Permata biru, dan cincin itu pas
Silvia merasa ada yang salah, menatap cincin dan sanats
"Em. Aku akan menikahimu"
Kata Menikahimu, bagaikan Petir bagi gadis itu
Ia tidak kenal pria mesum ini
Kenapa malah melamarnya
Wajah Silvia memucat, dan mencoba menarik cincin itu tapi sia-sia
Cincin ini tidak mau lepas.
"tidak akan lepas sampai kapanpun! "ujar sanats santai.
Silvia menatapnya dengan tatapan marah dan maju
Duuuggggg
Ia menyikut perut sanats, dan pria itu langsung jatuh mengeluh sakit
Axel yang bersembunyi menutup mulutnya melihat adengan itu.
Tuanya menderita fisik karna seorang manusia?
Axel merasa ia perlu memperbaiki penglihatannya sekarang.
Silvia tersenyum menang, dan berbalik kembali ke sekolah ta npa melihat keadaan sanats yang mengeluh.
Sanats berfikir kekuatan gadis itu sangat kuat saat ia menyikutnya dengan keras.
Axel akhirnya keluar dan memapah tuannya pergi.
******************
Sanats masih meringis memegang perutnya sudah disikut oleh Silvia
"Pukulannya cukup keras"ujarnya
Walau ia merasa sakit, namun ia berfikir bahwa penampilan marah gadis itu sangat imut
Senyum muncul di wajah tampan sanats, membuat Axel mengigil
"Uhuk... Tuan apa saya perluke balai obat? "tanyannya
"Kau kira aku lemah Hah! pergi! "
Axel hanya bisa menghela nafas lemah, dan akhirnya berbalik pergi.
Akademy
Silvia kembali ke sekolah dengan wajah menahan marah, Ia sudah sangat kesal karna pria itu hampir melecehkannya.
Semua murid yang ia lewati, bisa merasakan hawa dingin serta membunuh dari Silvia, membuat semua murid spontan mundur, memberi jalan.
Kiran yang tanpa sengaja melihat Silvia tanpa jubah, hanya topeng di wajahnya
Walau begitu ia merasa sangat benci, kenapa tidak? Silvia yang tanpa tudung, mengeluarkan Kharisma seorang Putri Yang Hebat dari dirinya, apalagi rambut pirang emasnya yang panjang bergelombang terbang tertiup angin.
Bukan hanya Kiran yang merasa bahwa penampilan Silvia itu sangat menyengat mata, Suya yang baru saja kembali bersama Nic sempat membeku saat melihat penampilan Silvia dari dekat.
Suya merasa gadis itu adalah Peri, namun ia ingat bahwa Kiran bilang wajahnya sangat jelek, itu alasan ia memakai topeng.
Saat ia berfikir begitu, Suya menghela nafas, dan tersenyum jijik.
Silvia yang berjalan sambil menahan emosinya, tidak menghiraukan siapapun yang ia lewati, bahkan saat ia melewati ke tiga orang itu, Silvia mengabaikannya.
"Hei Anak pungut! Apa kau tidak punya sopan santun"teriak Suya.
Silvia tetap berjalan, KesalSuya langsung mengeluarkan bola airnya dan mulai menganyungkannya ke arah Silvia menyerang gadis itu.
Booooooommmmmmm
Bola Air itu hampir saja mengenai Silvia, namun gadis itu langsung mengayungkan tangannya, membuat Bola air itu kembali ke Suya dengan kekuatan kecepatan yang lebih kuat
"Akkkhhhhh"
Punggung belakang Suya menabrak tiang dengan suara keras, Semua Murid menatap kejadian itu kaku, mereka akhirnya melihat kekejaman Silvia, mereka semua menyusut mengurangi kehadiran mereka.
Suya baru saja memulihkan tubuhnya saat di arena, namun ia merasakan lagi rasa bola airnya sendiri, namun ia merasa bahwa Silvia melemparnya masih dalam kontrol.
Wajah Suya memucat, Nic dan kiran berlari dan menopang tubuh suya, dan membawanya ke Balai Obat.
Silvia yang kesal tambah kesal, langsung berjalan cepat ke arah asrama miliknya.
Membuka pintu Kamarnya, Silvia langsung membanting pintu itu membuat suara keras di lorong asrama.
Semua penghuni merasa bahwa Murid Silvia sangat marah sekarang, tidak ada yang berani mencari gara-gara pada Singa yang mengamuk itu.
Silvia berjalan kearah kasurnya, dan berbaring menutupi wajahnya dengan bantal, karna terlalu kesal, silvia tertidur.
Mengabaikan ketukan pintu yang terus datang, Akhirnya ketukan itu selesai, menyisakan Ruangannya sunyi dan hening.
Silvia tertidur sampai pagi, mungkin karna tubuhnya lelah dan sihirnya terkuras banyak.
Tbc
Jangan Lupa Vote. Cukup Tekan Vote😍