THE COLD GODDESS

THE COLD GODDESS
33-32



Peristiwa Runtuhnya Sect Suci dalam satu hari menciptakan kehebohan di mana pun


Silvia sengaja melepaskan 1 orang hidup hidup untuk memberitahukan kepada semua orang bahwa Gunung suci bukan tempat yang bisa diganggu


Semua Orang Di Benua Thornas


Akan mengigil saat mendengar Gunung Suci .kuatnya kemampuan penghancur Penguasa Gununt Suci


Raymond juga mendapatkan berita itu merasakan dadanya sakit, ia tidak fokus pada pembunuhan dan kebrutalan putrinya, tapi pemicunya


Saat ia mendengar Rubah kesayanganya mati dan memicu kekuatannya, ia bisa tau arti rubah itu bagi putri kecilnya


Sekrang banyak orang yang ingin menjalin hubungan dengan nya tapi akan di tolak oleh penjaga Gunung, Hanya Raymond dan Arga yang sesekali datang mencoba menghibur gadis itu, Tapi hanya akan mendapat diamnya,


Silvia sekarang bagaikan boneka tanpa jiwa


Matanya akan selalu menatap keluar jendela dan kosong, dan setiap malam ia akan menangis pilu di kamarnya.


Arga hanya bisa berdoa agar adiknya membaik, Ia juga harus kembali ke Kediaman miliknya karna banyak urusan yang harus ia urus, Raymond sendiri harus kembali ke medan tempur untuk menekan pemberontak


Mereka berdua hanya bisa berdoa, dan memberikan ruang bagi gadis itu untuk tenang


Mata Silvia tidak bisa kembali menjadi Biru karna dirinya masih belum bisa melupakan darah dan tubuh dingin Qiqi,


Nampaknya Gunung Suci menjadi Tempat terlarang dan mematikan, Karna Para Hewan Bawahan Silvia menjadi sangat kejam, melarang dan menghadang siapapun masuk, kecuali ayah dan kakaknya


Keesokan harinya


Silvia masih duduk di taman bunga, tempat biasanya Qiqi akan membawakan nya cemilan


Arga datang berkunjung dan melihat adiknya kesepian


"Via Sayang~"panggilnya mencoba membuat Gadis itu tertawa


"Em"


Untungnya Silvia masih bisa menjawab saat di tanya


"Ayah menyuruhku menyampaikan padamu bahwa Penerimaan Academy siap di mulai"


"Sekolah? "tanyanya dan menatap kakaknya


"Emm. Mungkin Ayah ingin kau menambah pengetahuan mu jadi ia mendaftarkan dirimu sekolah. Bagaimana?"


"akan ku pertimbangkan"


Silvia menerima surat itu dan mulai membacanya


Academy Thornas, karna hanya satu satunya sekolah terbesar dan terkenal di benua ini.


Pemilihan siswa akan di adakan minggu depan di academy secara langsung, dan diwajibkan membawa surat penerimaann rekomendasi ini


"Sekolah? Baik"


Silvia menyetujui Untuk sekolah dulu dan mencoba mengikhlaskan Qiqi, Jika saja ia bisa menghidupkannya kembali, Namun itu semua hanya Tuhan yang bisa.


"Qiqi.....Hiks.... Hikss.... "Silvia menutup kedua matanya, saat air mata nya keluar


.


.


Kekuatan sihirnya sudah tingkat Master, hanya mode tempurnya masih lemah, Ia juga sedang menunggu kakaknya arga untuk melatihnya.


Arga sendiri, tentu senang bahwa adiknya akhirnya mau Move On dari Mode Nangisnya


"Viaa!! "Teriak pria itu saat ia mendarat dengan Blu di depan silvia, gadis itu hanya menganggukkan kepalanya pelan


"Siap? "tanyanya dan hanya anggukan yang ia dapat.


Akhirnya Silvia mengeluarkan pedang miliknya,karna perubahan kekuatan Silvia, pedangnya meningkat dan berubah namun aura pedang itu semakin kuat.


"Siap"


Wwuuuussshhhhh


Silvia berlari dengan sangat cepat, Arga langsung mengangkat pedang hitam miliknya


Triiinggggg


Kedua pedang saling beradu, wajah Silvia sangat serius saat ia mengeluarkan setiap inci kekuatan miliknya


Semakin lama, maka semakin tajam caranya menyerang, Arga tau ini masih sedikit dari kekuatan aslinya, Bukan orang biasa untuk membawa orang ke dalam neraka, pastinya begitu.


Silvia mulai melompat dan mengibaskan pedangnya, Arga melompat mundur, dan langsung membangun Prisai dari Es.


"Via lebih kuat! "


Arga harus rela tubuhnya sakit untuk menempa adiknya itu, ini agar adiknya bisa move on


Raymond yang pintar, memang ingin arga yang melatih adiknya, karna ia tau, bila ia jadi arga tubuhnya akan sakit.


Itulah gunanya anak laki-laki.


Trrrinnnggggg


Silvia dan Arga berdiri dalam jarak dekat, Silvia walau seorang gadis, seranganya sangat mematikan, ia hanya berlatih sebentar maka potensi nya akan berkembang


Silvia melompat dan berguling ke belakang,


"Selesai"


Mendengar hal itu, arga langsung melempar dirinya ke rumput dan berbaring, tubuh dan batinnya lelah, ia harus menahan dan juga melindungi nyawanya


"Sekarang Memanah"


Wajah Arga memucat dan ia masih berbaring


"Viaa.... Hm kakak lebih bagus melihat mu kan? Jadi kakak bisa mengajari mu"


Ia masih takut mnjadi sasarannya adiknya


Silvia tidak segan segan menghunuskan senjata nya walau ia sedang latihan,cara bertarung adiknya sangat brutal


Arga. merasa masa mudanya akan selesai jika ia terus menemani gadis kejam itu latihan terus.


Bersambung.....