THE COLD GODDESS

THE COLD GODDESS
B22



Silvia sedang duduk di singgasana miliknya dan menopang dagu miliknya, Mata biru miliknya  menatap Bawahan semua nya yang sedang menunduk dan kaki kanannya menopang tubuh mereka


"Haloo semua Nama ku Silvia Ophelia Belix dan juga penguasa baru Gunung ini, Aku berjanji akan menjaga keseimbangan dan kehidupan kalian"Ucapan tegas gadis itu membuat semua orang yang dibawah menatapnya dengan fokus


Mereka semua berasal dari Makhluk  Spritual Tingkat Surgawi sehingga mereka bisa membentuk tubuh dan penampilan mereka mirip manusia, Hanya saja Ekor ataupun Telinga mereka tetap muncul


"Baik Tuan"


Ucap mereka bersama, Mereka percaya bahwa gadis itu yang seorang manusia sangatlah kuat karna tekanan dari tubuh gadis itu sangat kuat.


"Nona~"Suara Riang seorang pemuda dari Depan Pintu besar yang muncul tiba tiba membuat Gadis bersurai pirang itu tersenyum lembut


"Qiqi"Panggilnya dan Qiqi dan Wujud Prianya sangat lah tampan dan menggoda hanya Silvia saja  yang menatap penampilan memikat rubah itu dengan santai


"Nona tau ngak...... "


"Tidak"Silvia memotong perkataan rubah itu, membuat Qiqi menatapnya kesal


"Ahhhhh Nona~Qiqi Serius"


"Baik ada apa? "


Silvia membiarkan Qiqi mendekat kepadanya


"Nona Kabar dari Perbatasan mengatakan Sekumpulan Manusia datang kemari dan penasaran dengan kerajaan baru ini "Lapornya


"Manusia? Biarkan mereka masuk, Namun Hanya perwakilan Tiap wilayah"Titahnya dan Qiqi menunduk dan berbalik Pergi


Perbatasan Kabut


Kabut putih menghasilkan Ilusi sehingga semua orang tidak bisa masuk, Jendral Kirk dengan Baju besi perak miliknya menatap kabut ini dengan Tatapan marah dan kesal


Raja memerintahkan mereka memeriksa Gunung Suci namun mereka tidak berhasil masuk,, Mereka juga menemukan bahwa Sekte Suci ikut kemari untuk mencari Tau


Tiba tiba kabut menipis, dan Seorang Pria dengan 9 ekor nya keluar, Jubah Putih dan Merah miliknya membuatnya terlihat menggoda, Rambut putih nya ia biarkan tergerai


Sekte Suci melihat Rubah itu mata mereka menjadi Serakah, Namun Sesuatu menekan kekuatan mereka dan mereka juga melihat bahwa kekuatan rubah itu Tingkat Surgawi


Qiqi berjalan dengan langkah Tegas dan beribawa miliknya, Mata emasnya menatap orang orang itu dengan Dingin


"Kalian Bisa masuk, Namun Hanya 1 tiap perwakilan, Penguasa Gunung Suci Kami Benci Keributan" tegas Qiqi


Mendengar Hal itu, beberapa orang tidak terima, mereka mendengar bahwa di balik kabut itu ada sebuah harta berlimpah dan obat obatan langka, Jika mereka tidak masul mereka yang Rugii


"Kenapa kami Harus menuruti perintah mu"


"Ya betul, itu kami bebas masuk"


"woi rubah menyingkir kau"


"Biarkan Penguasa mu tau kami Sekte Suci ingi Masuk"


Suara dari manusia manusia itu membuat wajah Qiqi menghitam karna kesal


"Terserah kalian, Ikuti aturan Kerajaan kami bila ingin bertamu, Namun bila tidak ingin....... "


Ucapan Qiqi mengantung dan membuat semua orang penasaran


"...kalian bisa meninggalkan Gunung Suci kami"


Qiqi berbalik dan akan masuk ke dalam Kabut, Namun jendral Kiri tiba tiba bicara


"Tunggu!! Kami ikut aturan kalian"mendengar Hal itu, Qiqi berhenti dan memberi Kode agar pria itu mengikuti nya


Jadi hanya Pihak kerajaan Felix yang pergi mengikuti Qiqi, Selama berjalan, Jendral itu melihat pohon pohon dengan warna warni, Dan berbagai hewan ,tumbuhan Spritual langka bisa ia lihat, Jendral menjadi Ingin tau siapa Penguasa Hebat yang mampu menciptakan Hanya 1 malam sebuah istana megah dengan kemampuannya


Selama Berjalan juga, Jendral melihat setiap langkah mereka ada jalan dengan Cahaya keemasan sebagai penunjuk Arah


"Apa masih Jauh"tanya Jendral namun ia hanya mendapat bahu dingin dari Qiqi


5 menit kemudian,


Barulah jendral itu melihat sebuah Istana Dalam bahan Kristal dan pohon pohon di sekitar nya, ada juga taman Mawar bewarna emas di tiap pinggirnya


Jendral yang sudah lama hidup di istana, baru kali ini melihat Istana semegah ini, Dia pun merapikan penampilannya dan dengan gagah masuk ke dalam singgasana


Jendral Kiri bernama Kai, Pria dengan rambut coklat dan mata Hitam, Tubuhnya cukup Gagah karna sering ke medan tempur


Kai berjalan di Aula besar itu, dan Aula itu kosong, Namunsaat ia memfokuskan tatapannya ke arah Singgasana megah disana, Ada seorang Gadis duduk dengan Anggun dan Berwibawa di sana


Surai Pirang miliknya terkena cahaya matahari membuat rambut itu terlihat sangat Memukau


"Salam Tuan"Jawab Qiqi dan mununduk Hormat kepada Silvia


Kai menatap pemandangan itu takjub, ia pikir Penguasa nya adalah Seorang Pria yang Gagah, Namun.....


Hanya seorang gadis yang terlihat lemah lah, Mata Kai menghina Silvia


Melihat mata Pria itu, Silvia tidak mengurusnya hanya mengabaikan tatapan itu, berbeda dengan Qiqi, Mata nya menjadi lebih tajam saat melihat penghinaan dari Pria itu padq NONA nya


"Kauuu......!!!Perhatikan Sikap mu pada Tuan ku"Hardik Qiqi


Namun kai Hanya mendecih


"Cuma gadis kecil saja"jawabnya merendahkan


Tiba tiba, Kai merasakan tekanan aura kuat membuatnya berlutut di depan Silvi,Qiqi hanya menatap Pria itu dengan remeh


"Siapa Suruh kau bersikap kurang ajar"Ucap Qiqi


Kai memfokuskan Indranya dan melihat bahwa Gadis itu adalah orang yang mengeluarkan  tekanan itu.


"Kau??? "Kai berusaha menggerakkan tangannya namun itu sia sia karna Tekanan sihir itu membuatnya hanya bisa menopang tubuhnya


"Kau gadis  kecil. Lepaskan tekanan mu, Kau tidak tau aku seorang Jendral dari Kerajaan, merendahkan ku sama dengan menghina kerajaan dan Raja"Teriak  Kai Marah namun Silvia masih bermalas-malassan di sana dan hanya menatapnya dingin


"Sudah Selesai?"suara Gadis itu membuat Kai terpesona akan merdunya suaranya namun di hadapkan dengan tatapan dingin gadis itu Kai entah lenaña merasa bahwa tubuhnya tiba-tiba merinding.


"Tuan Jendral. Kau harus nya tau wilayah ini adalah Kekuasaan ku. Kau kira ini wilayah mu? "


Silvia berdiri dan berjalan ke arah pria itu, Tiap langkahnya membuat Ruangan menjadi membeku


"Kau Lupa siapa Tuannya disini"


Buukkkkkkkkk


Kai semakin jatuh ke tanah setiap langkah Gadis itu seakan memberi tekanan pada Sihir disini


Mata dingin Silvia menurun dan mereka saling menatap


Deg


Tubuh Kai membeku saat ia di hadapkan dengan Mata biru Itu ,Mata milik Darah Murni Persis sepertk Duke Raymond Dan Tuan Muda Arga.


"kau....kau Putri Duke? Silvia!!! "Ucapnya dengan mata melebar dan mengigil


"Lalu?"tidak ada Ekspresi terkejut, Gadis itu hanya menatapnya dingin


"Apa kau masih ingin Kurang ajar? "


"Ti...dak"Suara Kai tergagap saat ia menunduk tidak berani menatap mata gadis itu yang lebih dingin dari kedua pria itu


"Qiqi biarkan ia pergi"


Setelah mengatakan itu, Silvia melangkah keluar pergi namun tiba tiba berhenti, Dan menarik Tekanannya dan berjalan kembali


Merasa tubuhnya kembali ringan, Kai berusaha berdiri dan tubuhnya linglung


"Ikut aku"


Qiqi melangkah keluar di ikuti Kai, Barulah Kai melihat ornag orang istana ini yang sedang sibuk mengerjakan pekerjaan mereka, Namun semuanya adalah Makhluk Surgawi membuat Kai meeasa Iri dan mengikuti pria rubah itu dan mereka keluar dari Kabut


Setelah keluar, Kai membawa pasukannya kembali untul melapor pada raja.


Tbc