THE COLD GODDESS

THE COLD GODDESS
B18



Silvia duduk di meja batu dengan memeluk eret kedua lututnya,hatinya masih terluka tentang perkataan Ayahnya dan ketidakpercayaan kakak nya padanya


Memang benar ia hanya anak yang di ambil karna memiliki mata yang mirip dengan Duke


Silvia mengira bila hidupnya akan menjadi damai dan bahagia setelha bersama duke namun ia masih harus di hadapkan dengan Asal usul aslinya, Hiks Hiks


Qiqi duduk di sampingnya dan membungkus tubuh kecil gadis itu, Mata Emas rubah itu menatap gadis kecil yang lemah itu dengan sedih, tidak ada lagi senyuman di wajahnya hanya kesedihan


"Qiqi~"Panggil Silvia


"Ada Apa Hm? "tanyanya


"Apa aku tidak layak bahagia? Kenapa mereka semua kejam padaku?"tanya Silvia dengan Suara serak


Rubah itu mengelus kepala Silvia menenangkan gadis itu


"Tidak Nona, Kau Pantas bahagia namun sekrang Harus melewati semua ujian "jawab Qiqi


"Ujian? "


"Ujian Hidup, karna Qiqi tau nona pasti kuat"


Mata Silvia menatap Rubah miliknya, dan membaringkan tubuhnya di tubuh rubah itu yang nyaman


"Qiqi apa aku akan bahagia? "


"tentu Nona, Kau Pasti"


Sebuah  Cahaya menyelimuti si rubah, Rubah itu berubah menjadi Seorang Pria dengan Tubuh dewasa, Surai Perak, Mata Emas  nya sangat memukau


Mengelus Surai gadis itu lembut, Mata emas Pria itu menatapnya lembut, di Gua hanya mereka berdua, Seorang Gadis kecil dan Manusia rubah


Qiqi harus menyembunyikan diri mereka karna ia tak ingin gadis itu harus menangis lagi


Qiqi tak mengingat apapun tentang jati dirinya,ia hanya Tau bahwa ia Siluman Rubah dan Ia memiliki Pemilik Seorang Gadis Yang masih naif ,hanya itu.


Mamandangi Silvia,Gadis yang dulunya sering tertawa bahagia dan Selalu tersenyum. sekarang memiliki wajah pucat dan mata bengkak.


Gadis ini harus nya disayangi dan jaga ,bukan di sakiti dan di kecewakan.


Qiqi menarik Tubuh Kecil Silvia dalam dekapannya.


bau permen langsung masuk dalam penciumannya.Gadis ini memiliki bau yang sangat manis dan menyenangkan.


Saat memandang gadis itu,Ia mendengar gumaman rendah penuh serak dan rasa sedih gadis itu.


"Papa...Kakak..Silvia rindu...hiks...hiks.."


Qiqi bergumam sambil menenangkan gadis itu yang menangis .


"Bahkan dalam tidur pun kau masih merasakan sakit,Nona Kecilku..Qiqi janji akan menjaga mu mulai sekarang.Jadi Tersenyumlah .Jadilah Nona Yang selalu memberikan Kehangatan pada Qiqi"