THE COLD GODDESS

THE COLD GODDESS
B14 - 15



"Kak Arga Coba deh kue ini manis~"


"Ayah yah coba deh sirup ini nyegerin tauu~"


"Kak Arga ini di celupin bukan di gulung kak"


"Ayah jangan di liat aja ayo makan"


Suara gadis manis itu  sangatlah bahagia, Terbukti dari cara ia memberi makan kedua pria itu yang hanya di turuti.


Tamu undangan hanya bisa menatap mereka dari jauh suasana keluarga romantis itu, Karna Aura dan tatapan kedua pria dingin itu bagaikan belati dan mengancam siapapun yang berani mendekat kearah mereka terutama yang berani dekat pada malaikat kecil mereka.


Sambil memegang makanan di piring miliknya, Arga memperhatikan Silvia yang sudah bertambah tinggi, Kecantikan Gadis itu sudah terlihat pada usia mudanya apalagi nantinya bila ia sudah beranjak dewasa.


"Kak kenapa? "


"Tidak. Princess nya kakak sudah besar yah~"


Arga mengelus surai milik gadis itu, dan tatapan matanya lembut menatapnya


"hehehehhe kaka Arga juga tambah tampan"pujinya


Silvia duduk di tengah tengah mereka berdua, Keberadaan mereka memang sangat kontras. Silvia seperti Di kawal oleh kedua pria tampan itu membuat semua kaum wanita iri.


"Silvia Ambil ini"berkata itu, Arga memberikan bungkusan biru yang di hiasi pita putih pada gadis kecil itu


"Eh? "Silvia mengambil benda yang berikan Kakaknya dan mulai membukanya


"Wahhhhh!! kak indahnya"puji Silvia dengan mata berbinar


Arga tersenyum mendengar pujian gadis itu


Silvia mengambil isi bungkusan itu, didalamnya Ada sebuah liontin berbentuk Bulan Sabit dengan Warna yang sangat indah.


Arga maju dan memakai kan liontin itu pada Silvia


Liontin itu sangat lah indah berada di leher putih gadis itu


"Kak Terima Kasih~"ucapnya dan memeluk erat arga dan membenamkan kepalanya di dada Pria itu, Arga membalas pelukan gadis itu


**********


Akhirnya pesta selesai, dan tamu undangan kembali ke rumahnya, Silvia dan Arga berjalan berdua kembali ke kamar Gadis itu, Malam ini Arga berencana tidur dengan silvia, Mereka berdua berjalan tanpa ada yang bicara namun tangan mereka masih terjalin erat.


Sedangkan Raymond ia harus mengurus sesuatu makanya ia tidak menemati Mereka dulu.


.


Pagi Hari


Arga dan Silvia sedang duduk di gazebo yang di hiasi Bunga Mawar Biru cerah, Mereka berdua sedang menikmati  Cemilan dan Teh,


"Kak Apa hari ini kakak tidak sibuk? "tanya Silvia sambil menatap Kakak nya yang tampan di depannya


"Tidak"Jawaban singkat Arga  hanya di angguki oleh gadis itu


Menikmati Suasana damai berdua, tiba tiba seorang pelayang datang dan mengatakan Putri Kiran Datang


"Putri Kiran? siapa dia kak"


"kok dia cari kakak? Memangnya dia punya hubungan dengan kakak yah? "


"Tidak. Cuma Semut yang menganggu"


"oh"


   Silvia hanya bisa beroria dan menatap kakaknya dengan polos


"Kakak apa punya orang yang disuka? "tanya Silvia


"Ada. itu adikku tersayang Silvia"jawab Arga dan memberikan coklat ke arah bibir Silvia, gadis itu membuka mulutnya dan mengunyah coklat itu


"Manis~~"


Tiba tiba keributan terjadi dan kedua saudara itu berbalik melihat apa itu


"Lepaskan Putri ini!! "


"BIARKAN AKU PERGI SIALAN"


"AKU INGIN KETEMU ARGA SAYANG. LEPAS KAU ********"


suara seorang wanita membuat telinga sakit karna keributan itu, silvia menatap kakaknya mengeluh"Kakak ~"


Arga menepuk kepala gadis itu berharap ia bisa tenang, dan menutup kedua telinganya


Arga berbalik menatap perempuan itu dingin, Kira yang sudah lepas bergegas ke arah Arga dan ia memicingkan matanya menatap seorang gadis kecil yang cantik di tutup telinganya oleh tangan Arga


Ia bergegas ke arah Arga dan menunjuk  Silvia dengan mata marah


"******! Beraninya kau dekat dengan Arga ku"hadrdiknya marah


Pelayan yang mendengar ituu mengigil atas kebodohan putri manja itu, Siapa Silvia? Gadis kecil yang sangat dk jaga oleh Duke dan tuan muda


Suhu di sekeliling menjadi dingin, Ada api hitam yang muncul di bawah Arga mengelilingi mereka berdua


"BERANINYA KAU MENGHINA ADIKKU"


Suara Arga yang penuh penekanan membuat tubuh Kiran mengigil  dia menatap Silvi dengan mata bingung


"A.. Dik? Arga aku tidak tau kalau gadis itu adikmu"ucapnya mencoba  mundur karna ia merasa kalau pria itu sedang dalam mode marah


"Tidak tau? Maka kau harusnya  menyesali kebohan mu itu"ucap arga dan mendorong Kiran menggunakan apinya


"akkkkhhhhhhhhh"teriak perempuan itu dan menabrak Tiang rumah


"uhuuukkk"ia mengeluarkan darah dan tubuhnya terdapat luka bakar


Ia mengangkat kepalanya dan menatap Arga ngerii


"MENJAUH DARIKU DAN KELUARGA KU ******"


setelah mengatakan itu, Arga membawa adiknya pergi meninggalkan Kira wanita bodoh itu di tolong oleh Pelayan


Arga tidak takut atas kemarahan sang raja karna bila ayahnya tau,, Mungkin wanita itu sudah mati,, karna protektifnya ayahnya yang sangat  besar pada adiknya yang tidak ingin gadis kecil mereka  dirugikan oleh siapapun.


Tbc