
Istana Langit
Seorang pria tampan dengan rambut seputih salju, tubuh atletis,alis tebal, bibir tipis serta memakai pakaian serba putih, terbaring di sebuah Peti Es.
Mata pria itu bergerak, dan perlahan-lahan mata nya terbuka, ia meringis entah kenapa ia merasa ada yang sudah menusuk perutnya.
Pria itu perlahan mulai bangun, otot tubuhnya sangat kaku, entah berapa ribu tahun ia tertidur, ia merasa selama ini sedang bermimpi sesuatu tapi mimpi itu kabur dan tidak jelas saat ia bangun, ia hanya ingat warna darah entah darimana
Pria itu mulai berusaha menopang tubuhnya, hampir saja ia jatuh, untungnya ia memegang erat tiang di dekatnya
"Sudah Berapa lama aku tidur"suara tone pria itu terdengar sangat serak, namun seksi.
"Yang Mulia! !"seru seseorang kaget, pria itu berbalik dan menatap ke arah pintu.
"Axel? "ujarnya dan di angguki oleh pria berambut merah dan mata hitam
"Tuan anda sudah sadar, sudah lama sekali"ucapnya dengan mata berkaca-kaca
"emm. Sudah berapa lama? "tanyanya
Axel membungkuk hormat dan mengangkat kepalanya
"Sudah 500 ribu tahun Yang Mulia"ujar axel
"Bagaimana kondisi nya saat aku tertidur? "
"semuanya baik-baik saja, Semua diikuti oleh instruksi anda sebelum tidur panjang"
"Emm. Kau bisa Pergi"
"Baik Yang Mulia. Sejahtera Kerajaan langit! "setelah memberi salam, Axel berbalik pergi.
Hanya pria itu yang masih berdiri,ia masih memikirkan mimpinya itu, ia hanya melihat seorang gadis menangis tapi tidak jelas wajahnya, hanya darah itu yang jelas
Memegang kepalanya, Pria itu mulai berjalan ke arah Kasur dan berbaring.
"Mimpi yang panjang dan aneh"Gumamnya
Sanats memiliki sejuta pesona, namun ia pria yang tidak pernah sekali pun dekat dengan lawan jenisnya, Terkenal akan Kekejamannya dalam Medan tempur, ketampanannya yang sangat mematikan dan menggoda kaum Hawa. Dia juga sangat dingin dan acuh terhadap apapun
Sanats adalah Qiqi. Qiqi adalah Sanats.
Saat Sanats mengalami tidur panjang, Jiwanya pergi dan memasuki tubuh seekor rubah, Namun saat jiwa nya pindah, ingatan dan kekuatannya tersegel begitu pun sekarang. Ia tak ingat apapun, termasuk Silvia
Namun sanats merasa bahwa ia merasa hampa ada yang kurang.
Sanats kembali ke tubuhnya dengan ingatan yang terkunci, dan juga itu karna Tubuh ke 2 miliknya sudah tidak ada.
Sanats tidak tau hal itu apalagi ia yang menjadi rubah.
Sanats penguasa Alam atas.
Sanats merasakan bahwa dalam dirinya ia memiliki sesuatu yang hilang dan hal itu sangat berharga baginya pastinya
tapi ia lupa apa itu,seakan ingatan dan perasaan itu tidak terlalu mencolok dalam dirinya.
ingatan masa lalunya juga kabur dan ia tidak bis mengingat dengan jelas
Axel datang kembali dan berdiri diam dekat pintu
Axel yang berada dekat Tuannya bisa merasakan bahwa Tuanya sedang memikirkan sesuatu namun ia tak bisa membaca hati orang lain .
hanya saja Tuannya sudah lama ian menggunakan yang di sebut ' Emosi ' dalam dirinya jadi Bisa di bilang Pria Tampan dan berkuasa itu seakan hanya Ciptaan sempurna tanpa emosi dalam dirinya
"Yang Mulia..apa anda baik-baik saja?"
Sanats dengan tenang menjawab
"Aku Baik.Kau Bisa melakukan pekerjaan mu terlebih dahulu .aku ingin sendiri"
"Baik Tuan"
bersambung......