THE COLD GODDESS

THE COLD GODDESS
47



Sanats dan Axel menggunakan sihir teleportasi untuk ke Gunung Suci, Namun mereka harus berjalan menyusuri jalan untuk sampai ke puncak


Karna ada momentum yang memaksa mereka untuk tetap menekan kekuatan mereka, selama berjalan, Sanats merasa jalan inu terasa akrab, seperti ia sudah lama di sini


Bahkan ia tau Tata letak tiap tumbuhan maupun jenis hewan spritual gunung ini


Deg


Jantung sanats tiba-tiba berdenyut, ia merasa sangat sakit, seakan ada yang menusuk nya


Booooommmmmmm


Sampai sebuah ledakan keras di sertai cahaya merah naik ke atas langit


Kedua pria itu mengalihkan pandangan mereka ke arah suara itu, Sanats tiba-tiba merasakan firasat buruk tentang cahaya itu.


Sanats akhirnya berjalan lebih cepat, Axel merasa tuannya seperti di kejar sesuatu, Namun raut tegang pria itu membuat Axel sekali lagi bingung ada apa.


Semakin Sanats berjalan lebih jauh, Beberapa bayangan memori dikepalanya mulai muncul


Dari Seorang Pria rubah dengan gadis kecil yang tinggal di sebuah Gua, saat gadis kecil itu masuk ke danau


Saat Rubah itu diserang oleh musuh, sampai gadis itu muncul dengan hebatbya menyelamatkannya


Lalu ada bayangan dimana gadis itu memegang tubuh pria rubah itu yang bermandikan darah.


'Nona Apa anda sudah makan? '


'Nona, Qiqi akan selalu ada untuk mu'


'Nona... Qiqi... Menyanyagimu'


'Nona Qiqi selalu ada disisimu'


Suara pria itu serak setiap kali ia bicara, Sanats juga melihat saat Mata gadis itu berubah lebih merah dan melakukan tindakan pembunuhan massal  saat mengamuk.


Sanats tidak Ngeri melihatnya, Hanya saja ia merasa sedih, sakit, dibagian dadanya, Saat melihat gadis itu yang menjadi lebih dingin, tanpa senyum, menutup diri


Sanats sudah melihat saat gadis kecil itu tersenyum bahagia, sangat cerah bagaikan matahari.


Namun gadis itu berubah menjadi dingin, sulit di sentuh.


Sanats mengernyitkan dahinya, ia memijat kepalanya saat rasa sakit datang lebih dan lebih ke dalam kepalanya.


Saat Sanats membuka matanya, tubuhnya membeku, ia menatap kaget orang yang berdiri didepannya


Lingkungan semua putih, hanya mereka berdua, Axel entah ada dimana.


"Kau Siapa? "tanya Sanats Tajam


Pria itu berbalik, Barulah Sanats melihat siapa itu,


Orang ini sama dengan yang ada di kepalanya


"Qi... Qi? Manusia Rubah Silvia? "ucap Sanats terkejut


Qiqi menatap Sanats, begitu pun sanats, keadaan hening


Sampai Qiqi melangkah perlahan kearah Sanats, sanats tetap diam di tempat.


"Tolong Lindungi Nonaku! "


"Aku adalah kamu. Kamu adalah aku"


"Roh mu berpindah, dan ingatan mu terhapus, Nona mencintai kita, tapi ia tidak tau bahwa roh qiqi sudah kembali ke tubuh asli"


"Kau Temui Nona Kita, Ia kesepian, Dia membutuhkan kita, Ia akan mengenali mu"


"Aku Serius"


"Lindungi Nona Silvia"


Qiqi  selesai berbicara, dan memberikan senyumnya yang masih genit, namun menawan, setelah itu cahaya biru menyelimutinya dan langsung terbang masuk ke tubuh Sanats


"Ukkhhhhh"


Sakit bisa ia rasakan, Dan selama proses itu berbagai bayangan memori, sudah menjadi jelas, Kedua orang itu adalah Silvia dan Dia Qiqi saat rohnya berpindah.


"Yang Mulia! Yang mulia! Bangun! "suara Axel membuat Sanats membuka matanya perlahan


"Nona.. Aku kembali"lirih Sanats


Pria itu langsung berdiri, dan entah kenapa ia bisa menggunakan kemampuannya sekarang


Sanats langsung melesat pergi.


Axel di tinggal😅😅😅


2 menit Kemudian.....


Sanats muncul pas di pembatas pilar,Tubuhnya kaku melihat pemandangan berdarah disana, tapi ia lebih terkejut saat meluhat seorang gadis dengan tubuh di tutupi darah.


"No.. Na... "ujar Sanats


Gadis itu langsung berbalik menatap asal suara, tubuhnya kaku, Gadis itu, Silvia, berdiri perlahan dan menatao kaget pria di depannya


"Kamu.......... kembali"ujar Silvia dan air mata membasahi wajahnya, tidak ada yang tau apa ia menangis darah atau air mata, karna tubuhnya di tutupi darah.


Tbc


Bagaimana readers?? Mengharukan? Atau Biasa aja?


Shisan Ngak punya pasangan, alias jomblo, Alasan kenapa jomblo (Yah curhat)


Karna thor mau lama-lama berimajinasi, lalu di tumpahin ke cerita Shisan


Makanya Thor gantungin readers biar klian ngak gantungin orang. Kasihan kan nanti tewas di gantung 😂


Hohohoho gimana?? Thor jomblonya hebat kan.


kalian bilang selalu nanya lambat up? Wahai kalian pembaca manis, imut dan bikin gemes saking gemesnya pengen thor tabok,


Shisan Ngetik pakai hp loh (tangan juga)  kan, Coba bayangin perjuangan thor buat kalian,... Semangatin Kek


Sekalian Pujian nya, Thor senang kok di puji 😂😂😂


Skrip chap selanjutnya:


Silvia melangkah ke arah Sanats, berdiri saling berhadapan


Silvia mengarahkan tangannya, menyentuh wajah tanpa topeng itu, Wajah QIQInya


Akhirnya Senyum Bahagia muncul di wajah penuh darah Silvia


Gadis itu langsung jatuh kepelukan hangat Sanats


"Aku Rindu kamu"


Air mata masih setia mengalir dari pelupuk mata Silvia, Gadis itu dengan langkah tertatih,berjalan kearah Pemuda di depannya


Penampilan Pria itu, sangatlah tampan, Jubah putih dengan sulaman emas di terpa sinar matahari membuat pria itu terlihat bercahaya


Namun bukan itu menjadi fokus gadis itu, fokusnya ada pada Aura Samar dekat dengannya yang mirip orangnya


Bayangan 9 ekor bergoyang di belakang pria itu, dan juga Tanpa Topeng Wajah yang selama ini yang ia rindukan akhirnya bisa ia temui lagi


Silvia tau bahwa Tubuh di depannya bukan milik Qiqi, tapi mengingat ucapan Putih, bahwa Roh bisa berpindah atau kembali ke tubuh aslinya bila di tubuh kedua ia mati, maka ia bisa kembali ke tubuh utamanya


Silvia menyesal tidak mencari tau asal usul pria yang mengaku'Suaminya itu'


Ia harusnya sudah sadar dengan bau dan perasaan akrab dekat dengan pria itu, tapi ia masih belum sadar


Rasa sakit didadanya menyerang Silvia, ingatan darah itu masih  setia di kepalanya, memeluk tubuh Qiqi yang sudah tak bernyawa


Tapi melihat Pria di depannya, Sanats, dimana roh Qiqi sudah kembali, bukankah ini artinya ia hidup kembali?


Memikirkan kalau ia bisa bersama di beri kesempatan bersama orang yang ia sukai, Silvia mengepalkan tangannya dan tersenyum manis ke Sanats


Sanats disisi lain, merasa jantungnya berdebar di hadapkan dengan senyuman dan mata penuh kerinduan gadis itu Menjadi Bahagia


Ia sudah merasa aneh saat ia merasa kalau gadis itu memusuhinya dan menjauhinya, tapi kembalinya ingatannya membuatnya sadar kembali bahwa Gadis ini, Nonanya, Selalu mencintainya bahkan saat tubuh Qiqi sudah tidak ada


"Nona... "suara lirih Sanats, ia tak merasa canggung, tapi pengucapan itu sudah menjadi kebiasaannya.


"Qiqi..... HUWAAAAAAAAAAA.   AKKKHHHH HIKSSS HIKSS"


Teriakan pilu disertai tangisan keras gadis itu, sudah pecah dan bisa di dengar semua orang


Hati semua orang merasa kasihan, mereka berfikir


Bukankah rumor berkata bahwa  Penguasa Gunung Suci kejam? Tapi di sini gadis itu terlihat menyedihkan, mereka sadar, Seetiap orang akan menjadi Jahat bila garis bawahnya sudah di langgar.


Suya melihat Silvia, lalu kearah tubuh ayahnya yang pingsan, ia tau bahwa kejadian ini pasti akan menyebabkan Kerajaan-nya dalam bahaya


Ia harusnya tau dari dulu bahwa gadis itu bukan orang biasa, tapi di tutupi kebencian, Suya merasa bahwa ia sudah kalah dari dulu.


Dia bukan tandingan gadis itu.


Arga melihat adiknya dan ke pria itu yang muncul secara tiba-tiba, mampu mencegah adiknya mengamuk, dan ia masih kaget mendengar kata 'Nona'itu karna semua orang memanggilnya putri, hanya Qiqi, pria rubah itu yang memanggil adiknya dengan sebutan itu.


Raymond akhirnya bisa menghela nafas lega, saat melihat anaknya sudah terkendali, dia sudah sangat khawatir bila gadis itu akan memusnakan semua orang disini saat melihat perubahan sifat putrinya menjadi ganas.


Kembali Ke Silvia


Gadis itu masih berjalan perlahan memastikan bahwa pria didepannya nyata bukan mimpi karna kerinduannya.


"Aku... Rindu... Padamu... "


Akhirnya setelah ia sampai didepan Sanats memeluk pria itu erat, walau ia tau bahwa darah di tubuhnya akan mengotori pakaian pria itu


Tapi mengatakan kalimat yang selama ini menyumbat hatinya sudha di ucap, ia merasa lega dan..


Senang


Sanats melihat sikap gadis itu yang beda dari saat mereka pertama bertemu acuh dan dingin


Sekarang


Gadis itu sangat bersikap manja dan lemah, memeluk erat tubuhnya, bahkan saat bajunya kotor, ia tidak menghiraukannya, hanya membalas pelukan gadis itu.


"Emmm. Aku disini"


Setelha menerima kalimat itu Silvia akhirnya tersenyum dan pingsan dalam pelukan Sanats.


Tbc


Masih Gantung ngak??? Kalian udah thor puasin kan sama kelanjutannya!!!


Vote dong, Cuma tinggal Tekan Kok😂😂