THE COLD GODDESS

THE COLD GODDESS
B30



Silvia menatap orang-orang  yang tadi berkumpul itu. Mata gadis itu sangat dingin, Beberapa Kristal tercipta karna gelombang sihir milik gadis itu yang menahan amarah.


Suara loncengterdengar, semua orang itu menatap takjub gadis yang keluar dari Asap, dan melihat lady sect mereka, mereka merasa bahwa perbedaan antara keduanya, Bagai Langit Dan Bumi, Di hadapkan dengan kecantikan Silvia, lady sect mereka sangat tidak mampu


"Sudah Selesai? "Tanya Silvia pada Gadis bergaun merah itu.


"Kau....siapa kau? "tanyanya balik dan menatap silvia tajam


"Bukan Urusan mu"


Silvia mengayungkan tanganya, menyebabkan angin topan muncul dan menerbangkan semua pengikut wanita itu


Lady Sect menatap Silvia dengan kaget dan Ngeri. Kekuatan gadis itu sangat tinggi.


Gadis bergaun merah itu langsung berbalik dan lari dari hadapan Silvia


Melihat bahwa lawannya sudah pergi, Silvia melihat semua pemandangan hancur itu,


Memejamkan matanya, Mata Biru Nya bersinar dan Cahaya Biru muncul menyelimuti semua  .


Saat Cahaya itu menipis, Ia membuka matanya dan semua kekacaun sudah tidak ada, pohon pohon kembali seperti semula.


"No.... Ña.... To... Lo... Ng.... "


Suara lirih Qiqi membuat Silvi langsung kaget, dan menghilang dari tempat ia berdiri tadi.


Di sisi lain


"rubah sialan!..Mati kau"


Craaasshhhhh


Buuuukkkhhhh


Keadaan Qiqi sangat mengenaskan, Semua orang itu membuat jebakan Pentragram, semacam Pola sihir membuatnya terkurung, masing masing ekornya di tahan dan di kekang membuatnya melemah.


Master sect menatap rubah keras kepala itu dingin, apa sesusah itu membuat kontrak dengannya


"Kuberi kau kesempatan, patuh"


"Tidak akan. "


Wajah Qiqi banyak Luka, dan mulutnya terdapat noda darah, Pakaiannya banyak yang robek.


"********. Rasakan ini............


Akkkkkkkhhhhhhh"


Baru saja kepala Sect ingin menebas kepala Qiqi, tapi sebuah Belati menancap di dadanya


"uuukkkhhhhhhjj uhuk"Pria itu mengalami luka parah, melihat belati itu matanya melebar


Belati itu adalah Belati Bulan,belati langka milik legenda mengatakan bahwa belati ini terbuat dari cahaya bulan murni ribuan tahun.


Namun sekarang belati itu menancap di tubuhnya, makan pemiliknya ada disekitar sini.


Wuuusshhhhhhhhh


Belati itu lepas dan Darah mengguyur keluar deras,


Hap


Suara Lonceng terdengar dan mata semua orang serta pria baya itu melihat ke arah Rubah dimana di sampingnya ada seorang gadis berdiri dengan Belati Bulan dan matahari, Belati Pasangan, Belati bulan bersih, seakan tidak pernah melukai siapapun


Silvia dengan tepat waktu datang dan melempar belati miliknya ingin membunuh tua bangka itu.



Silvia menyatukan tangannya, bibir tipisnya mulai membaca mantra, sebuah pola sihir bewarna emas muncul.



Pola itu bercahaya di bawahnya, pola sihir itu adalah pelindung tingkat tinggi


"Hei Bocah kau lebih baik pergi! "


"Serahkan rubah itu"


"Kau bisu hah! "


Masih belum mendapat jawaban dari gadis itu, Bio lantas mengarahkan Cambuk hitammnya pada Silvia.


Ssslllllaaaaassshhhh


Cambuk itu terpotong, Mata Bio melebar dan menatap gerakan gesit gadis itu.


"Kau melukai Qiqi"


Buuuuukkkkkkhhhh


"Kau  membuatnya berdarah"


Buuuukkkkkhhhhh


"Kau Merusak Gunungku"


Buuuukkkkhhhhh


Siilvia menendang dan meninju bio tanpa ampun, dan Bio mendengar kat 'Gunungku'matanya melebar di sela sela rasa sakitnya


Jadi gadis ini adalah Pemilik Gunung Suci.


"Menyerah atau Mati"


"Master lawan dia, dia cuma anak kecil"ucap bawahannya


"DIAM! "


Master Bio untuk pertama kalinya di permalukan di depan banyak orang apalagi bawahanya oleh seorang gadis.


Di sisi lain


"Mati Kau!! "teriak seorang wanita dan menantapkan sebuah pedang ke perut Qiqi


"Uhukkkkk"


Qiqi meringis saat melihat darah merembes dari luka tusukan itu.


Matanya melebar saat melihat bahwa Pedang ini beracun dan tidak ada waktu un5uk mengobatinya


"No....na.... "lirihnya


Silvia berbalik dan tubuh nya membeku saat melihat wanita itu memegang pedang dengan darah menetes serta Qiqi yang terbaring lemah


Ia lupa bahwa Pola itu akan rusak kalau ia tidak bisa mengontrol kemampuannya.


"Qi..qi..."


Wajah Silvia memucat, Bulu putih Qiqi sudah menjadi merah.


Mata Silvia panas, dan air mata menetes


Cairan bening yqng tak pernah ia keluarkan selama ini akhirnya keluar untuk seorang yang setia padanya.


Bio sudah babak belur, sedangkan Lady Sect sudah kembali ke tempat orang-orangnya, dan ia juga melihat wajah lawanya sudah pucat. Ia tersenyum menang


Tbc