THE COLD GODDESS

THE COLD GODDESS
38



Istana Langit


Axel dan Sanats sedang berada di aula singgasan, di depan mereka ada beberapa orang bersujud


Sanats menyanggah kepalanya malas dan menatap semua orang itu dingin


"apa karna aku tidur? Jadi kalian bisa seenaknya"suara dingin Sanats membuat orang-orang itu bergetar


"Yang... mulia... Ampuni kami... Kami lalai" ucap seorang mentri


"Lalai? Memaafkanmu? Heeeee"ujar Sanats dengan seringai dingin


Tubuh mentri itu tiba-tiba di selimuti asap merah


"aaakkkhhhhh... Yang mulia... Akkkhhh... Ampun.....aakkkkhhhhh"teriak mentri itu saat ia jatuh kesakitan, Asap merah itu adalah Asap yang membuat seseorang yang mengenainya akan mengalami rasa sakit seperti siksaan Neraka.


"Bereskan dia"


"Baik Yang Mulia"


Setelah menerima perintah, Axel langsung memberi kode pada pengawal untuk menyeret tubuh mentri itu.


Para Mentri Lainnya gemetar ketakutan, karna Penguasa sudah tidur terlalu lama, mereka merasa bahwa saat nya mereka membangun kekuatan mereka sendiri. Ini semua karna keserakahan mereka.


"Axel. Buang semua mentri ini ke kandang Asura"


Semua mentri gemetar ketakutan, namun mereka tidak bisa mengeluh karna mereka tau itu percuma


Asura adalah Nama Naga milik Penguasa langit yang sangat buas, suka mencabik-cabik lawannya.


Sama seperti Tuannya Asura tidak kenal ampun dan tidak mudah di jinakkan.


Setelah ruangan kembali Sepi, Sanats menatap ke arah langit-langit.


Entah kenapa ia merasa bahwa ia kekurangan sesuatu, bukan benda tapi seseorang, namun ia tidak tau siapa dan dimana itu.


Tiba-tiba sebuah bayangan dalam kepalanya  keluar


Bayangan di kepalanya adalah Seorang gadis dengan Rambut Pirang Emas, Mata Biru Kristal yang sangat indah, serta senyuman manis  dan wajah sedih gadis itu terpanpang


Tapi mimpi itu hanya menunjukkan dagu dan  bibirnya, sedangkan matanyanya cuma sekali saja tapi ia ingat, mata yang memberi kehidupan itu, Sedangkan wajah asli gadis itu ia tidak bisa melihatnya


Petunjukknya hanya mata dan rambut gadis itu, sedangkan nama dan dimana ia, Sanats tidaktau


"Siapa Sebenarnya kamu gadis kecil"gumam Sanats dan bibirnya mulai tersenyum dingin.


Seakan sosok dalam memori kepalanya hanya melintas saja,Namun Sanats merasakan emosi sakit dan perih di d ada nya,seakan tubuh di tusuk saat mendengar jeritan pilu gadis kecil itu


Bahkan Sanats merasakan bahwa ia sudah hidup dengannya ,sangat...sangat lama.


Benua Thornas


Academy


"Suya, aku tidak suka melihat anak pungut itu menghirup udara yang sama dengan kita"Kiran mengeluh saat ia menatap Silvia yang sedang berjalan di depannya


"Hummpptt cuma orang rendahan saja, tenang saja, nanti di kesulitan berikutnya akan ku buat ia tidak bisa keluar lagi, Bukankah kecelakaan saat pelatihan itu biasa? "ucap Suya sinis, saat ia memikirkan hal itu, ia tertawa tertahan dengan sinis


Kiran juga ikut tertawa, untungnya, gadis bodoh itu tidak mengeluarkan identitasnya, hanya anak pungut, Kiran bersantai....


Sedangkan Silvia, ia sedang memindai hutan ini, Dan juga merasakan Aura tiap Hewan sini.


Silvia sudah memakai Topeng yang menutup wajahnya hanya menampakkan dagu, bibir dan kedua bola matanya yang sudah kembali biru, Namun ia masih ingin memakai tudungnya.


Ia juga tau, bahwa dua wanita di belakangnya sudah merencanakan sesuatu, itulah untungnya memiliki indra tajam.


Kali ini Silvia akan ikut bermain.


Tbc