
Sebulan kemudian....
Silvia merawat dengan baik Rubah putih itu, Memandikannya dan juga memberi makannya, dia juga selalu mengajak Rubah itu jalan jalan untuk melihat semua lingkungan di kediaman ini.
Di taman belakang Silvia duduk sambil mengelus bulu Rubah putih itu, Lukanya sudah sembuh dan sudah saatnya rubah itu pergi
"Luka kamu sudah membaik, Sudah saatnya berpisah"ucap Silvia dan matanya sudah berair
"Iya, ini semua karna bantuan mu"ucap rubah putih itu dan berdiri mengerak gerakkan kakinya yang sudah sembuh
"Tidak usah berterima kasih, Kita kan teman" kata silvia
"Teman? Betul kita teman, gadis kecil Bagaimana jika kau mengontrak diriku, ku lihat kau belum punya hewan kontrak"Ujar Rubah itu dan mengerakkan kesembilan Ekornya
"Tapi Silvia ingat kamu akan pergi"ucap nya dengan sedih
" ku batalkan, lebih nyaman dan enak tinggal bersama mu gadis kecil"
"Benarkah
Silvia berdiri dan menatap Rubah itu dengan serius
"Iya. Mari buat kontrak, cukup oleskan darah mu di keningku"ujarnya
"Darah? "
Silvia mengigit ujung ibu jarinya dan darah keluar dari bekas gigitannya, Mengarahkan ibu jarinya pada kening rubah itu
Srassshhhhh
Cahaya kebiruan menyelimuti tubuh rubah itu, dan cahaya itu beransur ansur menghilang
Rubah putih itu sekarang memiliki Bulu Putih berkilau dengan corak Kebiruan ,Di sepasang kaki tangan Rubah itu ada kristal biru yang menambah keagungan Rubah putih itu, Dan mata di kening rubah itu ada Kristal berbentul lingkaran,, dan ada 5 buah di sana, Merah, Hijau, Biru, Ungu dan Pink
Tubuh Rubah putih itu juga membesar, Cukup besar sampai hampir memenuhi Taman yang luasnya ini, Untung saja tidak ada pelayan yang ada disekitar sini
"Wahhhhh kamu sangat csntik"pujo silvia dan maju mengelus kepala Rubah putih itu.
"Ini adalah hasil Kontrak, Semua tergantung dari Unsur utama kekuatan pemiliknya sehingga Hewan kontrak akan berubah kemampuannya sesuai dengan tingka kekuatan"Jelas Rubah itu, dan mengecilkan tubuhnya lagi
Kristal di tubuhnya juga menghilang, hingga bersih menyisakan bulu putih yang lembut.
"Begitu yah, Jadi Sekarang nama mu adalah Qiqi "
"Qiqi? Nama yang bagus"
Setelah mendapatkan Hewan pendamping untuk dirinya, Silvia pergi mencari Ray untuk memberitahukan kabar bahagia ini. Menyelusuri lorong loroong yang berbelok belok, Akhirnya gadis itu sampai di sebuah pintu Ruangan Ray.
Tok
Tok
Tok setelah mengetuk pintu itu, Silvia menunggu sebentar"Masuk
Mendapat Izin masuk, gadis itu pun masuk dan melihat pemandangan, Pria tampan duduk sambil membaca kertas di tangannya
"Ayah? "panggil Silvia
Mengangkat kepalanya dan menatap gadis kecil dengan gaun biru miliknya
"Silvia? Kemari"panggil Ray dan menyuruh putrinya masuk dan dudul di pangkuan nya
Mendapat tempat nyaman, Silvia menatap Ayahnya dengan bahagia
"ada apa? "tanya ray
"Ayah tau ngak-"
"Ngak"
"ihhh ayah silvia belum selesai tau"wajah cemberut silvia membuat ray gemas mencubit pipi bakpau gadis kecil itu
"uhh sakit ayah, pipi silvia nanti merah"keluh silvia
"hmm ada apa ?kenapa tidak pergi belajar dengan guru mu dan menemui ayah"tanay ray
"Mana? "
Silvia mengangkat Qiqi ke depan Ray, melihat rubah yang dulu di rawat putrinya membuat pria itu bingung
"ini? "tanya nya tdk yakin
Silvi menganggukkan kepalanya cepat dan semangat
"Bukankah ini terlalu lemah? "suara Ray membust tubuh qiqi tegang, dan matanya menatap pria tampan itu marah
Grrrrrrrrr
Geraman marah Qiqi tidak di hiraukan oleh Nya
"Ayahhhh~"Silvia menatap Ray marah
"Hm? "tanya ray bingung, memang apa yang salah dari katanya dan kenapa dia di tatap dengan tatapan marah oleh silvia dan rubah ini?
"Ayah Qiqi tidak lemah, Qiqi itu cantik dan kuat, Kayak aku"pujinya
Qiqi menganggukkan kepalanya setuju dengan perkataan tuannya
"Kuat? Buktikan"kata Ray dan senyum dingin miliknya
Mereka berdua setuju pergi ke lapangan samping yang cukup luas, Berdiri di masing masing posisi dan tatapan antara Pria dewasa dan gadis kecil membuat suasana bukannya tegang tapi Lucu.
"Roy Keluar"panggil Ray pada Hewan kontraknya
Roy adalah Burung Dengan Ekor Api miliknya dan warna merah seperti api
Kwaaakkkk
Kwwaakkkk
Kwwakkk
Pekikan burung itu sangat nyaring, mata Burung itu menatap tajam pada Qiqi yang kecil seakan meremehkannya
Qiqi di depan Silvia hanya menunggu Aba aba gadis kecil itu.
Silvi menatap Roy dengan Dingin dan berkata"Qiqi Berubah"serunya
Qiqi yang tadinya berdiri kini tempat pijakannya mulai bergetar dan angin kencang menyelimuti tubuh qiqi dan menciptakan debu ya g menutupi pandangannya
Grrrrrrrrr
Geraman dari debu itu membuat bulu Roy, Aura di dalam debu itu cukup kuat, matanya memicing menatao tajam debu yang masing menghalau penglihatannya
Akhirnya debu itu menghilang dan memunculkan Seekor rubah berekor 9 dengan Kristal menghiasi Kening dan sepasang kaki tangan rubah itu
Mata Qiqi menatap Roy Bangga
Siapa yang lebih kuat sekarang, batin Qiqi
"Qiqi, ayah mau tanya Rubah mi memang cantik tapi kenapa dia bisa menjadi sangat kuat? "
Ray dan Roy menatap Gadis kecil di belakang Qiqi
"Itu karna Qiqi dan Via memang kuat hummm"dengus Silvia
"Baiklah. Roy kembali"perintah Raymond
Roy terbang ke arah Raymond dan menghilang di depannya
"qiqi kembali"perintah Silvia juga
Qiqi juga kembali ke bentuk mininya yang menggemaskan dan melompat ke pelukan Silvia.
Berjalan mendekat Ray menatao dua orang itu, alias tuan dan hewan miliknya
"Ayo kembali"ajak Ray dan mengambil tangan Silvia dan berjalan masuk ke dalam rumah mereka.
Tbc