
Perjamuan itu berjalan dengan damai,kalau saja Si Putri Kiran tidak selalu menatap tajam Silvia yang menikmati kasih sayang antara Arga dan Duke
Ia Adalah Putri Kekaisaran, Tapi sekarang Semua perhatian diambil Oleh gadis itu membuat Kiran menggertakkan giginya
"via makan ini~"
"Via ini juga enak "
"Via Puding ini manis dan ini rasa gula merah kesukaan mu"
"Viaa Buka mulut mu..... "
"Via.... "
Aksi Arga memanjakan Silvia dan Duke Raymond yang memilihkan makanan untuknya tida luput dari mata semua orang
Di pikiran mereka
Apakah ini Duke yang Terkenal Kejam? Tapi kenapa ia seperti Ayah yang memanjakan Putri nya, Dan apakah itu Tuan Muda yang terkenal dingin dan anti wanita, Kenapa di depan mereka ia seperti kakak yang tidak ingin adikknya kelelahan dan melakukan apapun cukup ia sendiri
"Uhuk uhuk Karna Penguasa Gunung Suci telah datang, Maka Mari kita mulai tariannya"
Raja Felisñx membuka suaranya, membuat semua orang akhirnya bisa menikmati Tarian daripada Pemandangan Kasih Sayang Antara Mereka Ber3
"Karna Ini adalah Perjamuan, Bukankah kita harus memeriahkannya dengan Penampilan Bakat? "Suara Centil Kiran membuat semua orang mengalihkan pandangan mereka ke arahnya dan mengangguk setuju.
"Betul Sekali Putri"Jawab Perdana Mentri Henry dengan Penampilan menawan dan rambut coklat nya yang sudah di beri gaya yang rapi.
Jubah Putih dengan Sulaman Hijau miliknya sangat sesuai dengan dirinya. Silvia memandang Pria itu dengan Pandangan Menanti apa yang akan ia katakan selanjutnya
"Bukankah Bagus Bila Para Perempuan menampilan keunggulan mereka, Bagaimana Raja"
Felix menganggukkan kepalanya tanda setuju, dan Senyuman sinis muncul di bibir Kiran karna rencananya berjalan lancar ia akan mempermalukan perempuan ***** itu di hadapan semua orang
Mengalihkan pandangannya ke arah Silvia, gadis itu masih tenang dan santai menyantap Puding miliknya tanpa hambatan
"Bukankah Putri Silvia harus menunjukkan kemampuannya? "Tanya Kiran dan menatap Silvia sinis
Silvia mengangkat kepalanya dan menatap dingin dan acuh kiran,
"Apakah anda Lupa Soal Status saya Putri? "suara nya tetap stabil dan tenang
Dan Kiran menatapnya marah
"Status apa! hanya anak Angkat yang dipu-......aakkkkkhhhhh"Sebelum Kiran menyelesaikan omongannya ia di tekan dengan kekuatan kuat dan melihat siapa yang menekannya, dan orang tersebut adalah Seorang Pria di belakang Silvia, Penampilan Pria itu Sangat Tampan dan Menggoda, Rambut Perak miliknya berkilau terkena cahaya, mata emasnya menatap Kiran Sinis dan tajam
"Kauu uhukk uhukkkk kau menyerang seorang putri, Hukuman Mati Untuk mu"Setelah mengatakan itu, Kiran menatap silvia dan Gadis itu hanya duduk dengan tenang dan meminum teh miliknya
"Hukuman? ahh Putri Kiran anda Lupa yah, Saya Seorang Ratu jadi Anda Harusnya Anda Tau Bahwa Kedudukan dan status saya lebih tinggi dari pada anda Putri!Dan....."
Mengantung ucapannya, Silvia memasukkan puding miliknya ke mulutnya dan menatap Kiran acuh
"Anda Tidak Berhak Memerintah Diriku"
Mata semua orang melotot kaget dan menatap gadis itu dengan Aura memukaunya
Ia benar!
Derajat Silvia Sudah sangat Tinggi dan seharusnya Kiran yang hanya seorang Putri harus menunduukkan kepalanya dan memberi hormat pada gadis itu
Tamat
Tuan Muda Arga

Canda😅😅😅
Tbc
Perjamuan itu berjalan dengan damai,kalau saja Si Putri Kiran tidak selalu menatap tajam Silvia yang menikmati kasih sayang antara Arga dan Duke
Ia Adalah Putri Kekaisaran, Tapi sekarang Semua perhatian diambil Oleh gadis itu membuat Kiran menggertakkan giginya
"via makan ini~"
"Via ini juga enak "
"Via Puding ini manis dan ini rasa gula merah kesukaan mu"
"Viaa Buka mulut mu..... "
"Via.... "
Aksi Arga memanjakan Silvia dan Duke Raymond yang memilihkan makanan untuknya tida luput dari mata semua orang
Di pikiran mereka
Apakah ini Duke yang Terkenal Kejam? Tapi kenapa ia seperti Ayah yang memanjakan Putri nya, Dan apakah itu Tuan Muda yang terkenal dingin dan anti wanita, Kenapa di depan mereka ia seperti kakak yang tidak ingin adikknya kelelahan dan melakukan apapun cukup ia sendiri
"Uhuk uhuk Karna Penguasa Gunung Suci telah datang, Maka Mari kita mulai tariannya"
Raja Felisñx membuka suaranya, membuat semua orang akhirnya bisa menikmati Tarian daripada Pemandangan Kasih Sayang Antara Mereka Ber3
"Karna Ini adalah Perjamuan, Bukankah kita harus memeriahkannya dengan Penampilan Bakat? "Suara Centil Kiran membuat semua orang mengalihkan pandangan mereka ke arahnya dan mengangguk setuju.
"Betul Sekali Putri"Jawab Perdana Mentri Henry dengan Penampilan menawan dan rambut coklat nya yang sudah di beri gaya yang rapi.
Jubah Putih dengan Sulaman Hijau miliknya sangat sesuai dengan dirinya. Silvia memandang Pria itu dengan Pandangan Menanti apa yang akan ia katakan selanjutnya
"Bukankah Bagus Bila Para Perempuan menampilan keunggulan mereka, Bagaimana Raja"
Felix menganggukkan kepalanya tanda setuju, dan Senyuman sinis muncul di bibir Kiran karna rencananya berjalan lancar ia akan mempermalukan perempuan ***** itu di hadapan semua orang
Mengalihkan pandangannya ke arah Silvia, gadis itu masih tenang dan santai menyantap Puding miliknya tanpa hambatan
"Bukankah Putri Silvia harus menunjukkan kemampuannya? "Tanya Kiran dan menatap Silvia sinis
Silvia mengangkat kepalanya dan menatap dingin dan acuh kiran,
"Apakah anda Lupa Soal Status saya Putri? "suara nya tetap stabil dan tenang
Dan Kiran menatapnya marah
"Status apa! hanya anak Angkat yang dipu-......aakkkkkhhhhh"Sebelum Kiran menyelesaikan omongannya ia di tekan dengan kekuatan kuat dan melihat siapa yang menekannya, dan orang tersebut adalah Seorang Pria di belakang Silvia, Penampilan Pria itu Sangat Tampan dan Menggoda, Rambut Perak miliknya berkilau terkena cahaya, mata emasnya menatap Kiran Sinis dan tajam
"Kauu uhukk uhukkkk kau menyerang seorang putri, Hukuman Mati Untuk mu"Setelah mengatakan itu, Kiran menatap silvia dan Gadis itu hanya duduk dengan tenang dan meminum teh miliknya
"Hukuman? ahh Putri Kiran anda Lupa yah, Saya Seorang Ratu jadi Anda Harusnya Anda Tau Bahwa Kedudukan dan status saya lebih tinggi dari pada anda Putri!Dan....."
Mengantung ucapannya, Silvia memasukkan puding miliknya ke mulutnya dan menatap Kiran acuh
"Anda Tidak Berhak Memerintah Diriku"
Mata semua orang melotot kaget dan menatap gadis itu dengan Aura memukaunya
Ia benar!
Derajat Silvia Sudah sangat Tinggi dan seharusnya Kiran yang hanya seorang Putri harus menunduukkan kepalanya dan memberi hormat pada gadis itu
Tamat
Tuan Muda Arga

Canda😅😅😅
Tbc