
Kai membawa pasukanya kembali ke istana, Di sana ia langsungmenghadap Raja
Raja Felix yang mendengar hal itu mengernyitkan dahinya
Kai melaporkan Bahwa penguasa Baru itu adalah seorang Gadis itu sudah membuatnya terkejut
Apalagi sekarang ia mendapati bahwa Gadis itu adalah Keponakan Angkat nya yang hilang itu
Walau ia belum terlalu jelas melihat penampilannya dulu, ia bisa membayangkan kecantikannya
Dulu ia ingin menjodohkan putranya namun Di tolak dengan Keras oleh saudaranya dan putranya
"Haaaaaaaaaaa, Kai sampai kan pada Penguasa Gunung Suci, bahwa kami mengiriminya undangan perjamuan dengan murah hati"titah Felix
"Baik Raja"
Lapangan Latihan
Seorang Pria gagah berdiri menatap hamparan lapangan dengan tatapan sendu, ia menatap Jari manisnya disana terpatri Cincin pemberian Silvia
Arga mengusap cincin itu, ia selalu menjaga cincin itu dengan Baik, Namun tetap tidak menghilangkan kerinduannya pada Gadis itu.
"Via, Kakak Rindu~"lirih pria itu dan bersujud memeluk dirinya
Seminggu Kemudian........
Rombongan kai kembali lagi ke gunung suci dan mereka menunggu pria rubah itu untuk kembali keluar
Penantian mereka tidak sia sia saat mereka melihat seorang pria berpakaian merah keluar, Saling menatap Kai memberi hormat membuat Qiqi bingung dan menatap Aneh pria itu
"Apa anda salah minum obat?😯"
"Maaf. Ini-undangan dari Raja Felix, Harap untuk di terima "setelah mengatakan itu, Kai berbalil dan membawa rombongannya pergi
Qiqi juga kembali dan menyerahkan surat itu, Saat ia melihat Silvia sedang berlatih Panahan, Setiap ia menembak, Panas akan tepat sasaran, Kemampuan Silvia berpanah Di berikan oleh Arga.
"Nona! "Panggil Qiqi
Silvia berbalik menatapnya dan wajahnya bertanya ada apa?
"Ini-"menyerahkan sebuah Surat berwarna putih dan cap merah disana, Silvia menatap rubah itu
"Surat Cinta? "tanyanya membuat Wajah Qiqi memerah
"Ti...dak. Tuan itu dari Jendral Kemarin"wajah merah Qiqi tidak luput dari Mata Silvia
"Kami Dengan Hormat mengundang Penguasa Gunung Suci Menghadiri Perjamuan Aliansi Di kerajaan Belix kami"
"Perjamuan akan di adakan Lusa Sore"
Membaca surat itu dan menyimpannya kembali, Silvia menatap Qiqi
"Ada apa Nona? "tanyanya
"Paman ku mengundangku ke PERJAMUAN aliansi katanya"Menekan kata perjamuan, Wajah Silvia memancarkan permusuhan
Qiqi yang melihatnya, Nonanya pergi saat perjamuan untuk kerajaan diadakan, dan Raja serta anak-anaknya sudah menghina Nonanya, tentu gadis itu menaruh dendam
"Jadi Nona? Apa kita tidak perlu datang?"
"Tidak. "
"Hah? "
Berdiri, Silvia mengambil busurnya dan menariknya dan menembakkan nya ke tengah
Ssslllllasssshhhhhhhhh
"Karna mereka dengan murah hati mengundang, kita harus datang~"suara gadis itu terdengar rendah namun qiqi bisa tau tuannya merencanakan sesuatu
"Baik Nona"
Silvia menepuk debu di gaunnya.
"Araa...Ara...Ternyata Paman ku itu sudah mulai mengincar ku yah" Gumamnya.
Senyum dingin muncul Di wajah bak dewi itu,Silvia berbalik dan menatap Bawahan yang menunggu perintahnya
"Ingat..Saat aku pergi,jangan biarkan Musuh masuk.Para Penjaga Siluman yang mengandung Racun,Perkuat racun kalian ,dan Lainnya Buat kabutnya menjadi lebih tebal.Aku tidak yakin bahwa Kerajaan tidak akan di incar saat Aku pergi"
semua orang menunduk hormat.
"Kami Paham ,Yang Mulia Ratu!!"
Silvia mengangguk dan melangkah pergi,diikuti oleh Qiqi yang merupakan Orang paling dekat Dengan Silvia ,dan Qiqi sudah di anggap adalah pemegang kekuasaan terbesar selain Silvia sendiri.
Tbc