
Panitia membagi tiap siswa menjadi berkelompok.
Silvia di harus kan berkelompok dengan dua orang paling menyebalkan didunia nya. Kiran dan Suya.
Padahal Silvia bisa sendiri, namun aturan tetap aturan, Kalau bukan karna ayah dan kakaknya, mana mau Silvia ke tempat ini, Ia lebih memilih menjga istananya.
"Kita akan sampai di sebuah Gua, Persiapkan Diri kalian berdua"ujar silvia dan mulai memimpin masuk
Kiran dan Suya, saling bertatapan dan mengeluarkan senyum sinis, mereka ikut masuk ke dalam gua
Dalam Gua sangat gelap, dan hawa dingin bisa mereka rasakan.
Silvia menjentikkan tangannya dan obor api menerangi Isi Gua
"Uummm Silvia, apa kau tidak bisa masuk dulu memeriksanya? "tanya Kiran menatap Silvia dengan Senyum manisnya.
"Diriku seorang? "Silvia mengangkat alisnya sebelah
"Iya Kiran betul. Kami berdua seorang putri kerajaan, keselamatan kami paling utama, dan kau putri ang... Maksudku Putri Seorang Duke, Harus menjamin kami"Suara Suya terdengar sombong dan angkuh
"Terserah kalian. namun..... "Silvia berbalik dan berjalan kearah mereka
"Bila kalian mendapat masalah...hidup.. Atau... Mati... Bukan Urusan ku"setelah mengatakan itu gadis itu berjalan memasuki gua, dan juga api miliknya mati setiap ia melewatinya
Tempat Kedua gadis itu gelap gulita, Mereka saling berpelukan, dan menggunakan alat sihir cahaya mereka berjalan keluar, untungnya mereka tidak masuk kedalam gua terlalu dalam.
"Kiran! Gunakan Sihir Tanah milik mu dan robohkan gua ini"titah Suya
Wajah kiran tidak terima, namun ia masih menggunakan elemen tanah m8liknya membuat guncangan
Bbbrrruuuuukkkkk
Pintu gua tertutup batu
"Hahahah rasakan itu ******! "seru Suya dan berbalik pergi diikuti Kiran.
Dalam Gua
Silvia mendengar Gua yang rubuh, namun ia masih tetap biasa saja, Ada semacam sesuatu yang menariknya kedalam gua lebih dalam. Tekanan ini lebih kuat
Silvia bisa saja menggunakan portal miliknya untuk keluar dengan mudah namun bila ia masuk lagi bisa saja ia menemukan harta karun
Selama berjalan, Silvia tetap waspada dengan serangan apapun,
Gggggrrrruuuuuuuhhhhh
Ggggrrrraaaaaahhhhhh
Suara makhluk bergema dalam gua bergemuruh, Silvia menyipitkan matanya dan tetap melangkah masuk.
Sebuah cahaya kecil, bertambah besar dan menyilaukan
Saat ia bisa menyesuaikan cahaya, ia memandang Gua yang lebih luas ini.
Suara Gemuruh itu berasal dari seekor Harimau putih.
Harimau putih itu, menggeram waspada saat melihqt kedatangan Silvia.
Mata coklat Harimau putih itu sangat tajam, Silvia mengeluarkan pedang darah miliknya
Aura penuh penindasan kematian bisa dirasakan oleh harimau itu,Namun ia masih tetap tegar berdiri menatap tajam Gadis itu.
"Grrrrrrrrr aaaaahhhhhhhhh"Teriaknya dan langsung berlari ke arah Silvia, ia langsung memasang posisi siaga
20 menit kemudian....
Tubuh Silvia berdiri dengan pedang milikya yang menahan bobot tubuhnya.
"Grrraaaahhh grraahhh ggraaahhh...... "harimau putih itu memiringkan kepalanya menatap gadis didepan dengan wajah penuh tangisan
"huffff kau kuat juga yah... Jadi masih mau bertarung dengan ku hmmmm"Silvia berjalan dengan langkah pelan ke arah harimau putih itu
"Ggrrrrrraaahhhh"Harimau putih itu menggeleng-gelengkan kepalanya. Ia Menyerah.
Gadis didepannya terlihat lemah. Namun kekuatan tempurnya sangat mematikan
Silvia sendiri tidak menggunakan kekuatan aslinya, ia ingin menggunakan keahliannya sendiri.
"Sekarang kau tungangan ku"
Silvia melemparkan sebuah botol yang berisi cairan ungun, Harimau putih itu menatap botol itu dan mencium baunnya
Dengan semangat hewan itu membuka tutup botol dan meminumnya.
Sensasi dingin bisa ia rasakan, dan juga ia meningkat pesat, ia menatap gadis didepannya dan berbinar, dan berlari mengeluskan bulunya kearah gadis itu
"grrrrrrr"gerammnya rendah manja
"Ayo Keluar. Putih"
Silvia membaca mantra portal miliknya dan mereka berdua menghilang.
Silvia, berjalan dengan putih di belakangnya kembali ke posisi awal.
"Wahhhh liat gadis itu membawa Beast Langka! "teriak salah seorang siswa
Dan semua mata memandang kearah Gadis itu berjalan keluar, Kiran Dan Suya mengepalkan kedua tangan mereka kesal dan marah
"Sial Ia hidup"batin mereka bersamaan.
Aland melangkah kearah silvia dan memindai gadis itu, akhirnya ia percaya bahwa gadis itu amat kuat
"Kau berhasil menjinakkan Harimau Putih? "ujarnya kaget.
"Dia memang Jinak"
Silvia berjalan kembali ke asramanya diikuti putih.
Sampainya di asrama, Silvia duduk di kasur miliknya, memandang keluar kearah jendela
"Qiqi aku rindu~"
Silvia memejamkan matanya
Istana Langit
Sanats terbangun dari tidurnya saat ia mendengar suara memanggil, tapi bukan namanya, namun ia merasakan ikatan dengan Nama itu
"Axel! "
Axel. Tiba-tiba muncul di depannya
"Besok kita ke Benua Bawah"ujarnya
Axel kaget
"Tuan ada keperluan apa kita turun? "tanyanya
Sanats menatapnya dan tersenyum, entah kenapa axel merasa tuannya yang tersenyum lebih mengerikan
"Jalan-jalan"
Tbc