
Di Mansion Duke
Beberapa Pelayan dan pengawal mondar mandir sibuk dengan pekerjaan mereka, Mereka semua mengerjakan berbagai persiapan untuk acara malam ini.
Karna kabar bahwa ada perjamuan kerajaan yang akan di adakan di taman Duke nanti Malam membuat pelayan ekstra kerja hari ini
Pelayan sibuk kerja, beda lagi dengan Silvia yang duduk di kasur miliknya sambil mengelus bulu lembut Qiqi, Qiqi mendengkur menikmati layanan gadis itu
Silvia masih penasaran dengan kemarahan miliknya wakt7 ia dan Arga keluar
Hanya karna Gadis itu menghinanya ia marah dan membuatnya lepas kontrol untung gadis itu tidak mati walau ia tau kalau gadis itu mati, Sang Duke tidak akan menyalahkannya
Mata Biru Silvia menatap pemandangan di luar dengan tenang, Rambutnya hari ini ia ikat memudahkannya untuk mengatur rambut panjang gelombang miliknya
Gaun yang ia pakai hari ini bewarna Putih dengan aksesoris kupu kupu di tiap Sisi Gaunya
Duke dan Arga kakaknya sedang sibuk mengurus berbagai persiapan untuk perjamuan dan mereka menyuruhnya untuk tinggal di kamar saja.
Silvia mendapat sebuah ide, Dari pada Ia bosan di sini, Ia memilih keluar.
"Qiqi bisa jadi besar ngak? "tanya Silvia
Rubah putih itu mengangkat kepalanya dan melompat turun darii kasur, Setelah berdiri di lantai, Formasi Sihir dengan warna biru muncul dan naik
Tubuh qiqi berubah menjadi besar dan 9.ekor miliknya muncul di setiap tangan dan kakinya, ada kristal kristal, dan di kening rubah itu ada Permata berbentuk Spiral bewarna Biru lautan.
"Wahhhhhh Qiqi yang terbaik"
Silvia melompat dari kasur dan naik ke punggung rubah itu, Qiqi langsung berlari melewati jendela besar belakang dan terbang, karna tingkatnya yang tinggi, Qiqi sudah bisa terbang.
Hembusan angin menerbangkan rambut gadis cilik itu, Senyum terpatri di wajah cantiknya, Ia menikmati saat angin menerpa dirinya
"Wahh sejuknya, Qiqi lebih cepat hahhaha"tawa manis gadis itu sangat indah di dengar
Selama diatas, Silvia juga memandangi pemadangan di bawah sana, Matanya menatap banyak objek wisata di bawah, Saat Qiqi membawanya berkeliling hari sudah mulai gelap jadi Silvia memutuskan untuk kembali.
Melewati jalan yang tadi, Qiqi kembali menjadi kecil dan masuk kepelukan. silvia, Saat gadis itu akan berjalan ia di hadapkan dengan Tatapan tajam dan marah dari dua pria yang berdiri sambil bersilang dada menatapnya
Ia juga melihat beberapa orang yang berdiri disana, Ada Raja, Putra mahkota Nic dan Putri Kiran, Ada juga beberapa orang tua berbaju putih
Mendarat
"Silvia tau bahwa ia salah pergi tanpa pamit sama Kalian"ucap Sipvia dengan cepat tau bahwa ia akan di marahi karna hal itu
"Dasar Perempuan Tak tau malu"Hardik kiran
"Silvia kau itu seorang Putri tau, pergi tanpa pamit kau membuat duke malu"Ucap Nic
"apa kamu tidak punya tata krama hah. Kau seorang gadis pergi berkeliaran di luar sana kau tau "hardik Arga lebih marah
"Ayah!! "
"Benar"
Menatap Raymond dengan pandangan kecewa dan terluka. Raymond tidak bermaksud mengatakan itu ia Hanya marah Karn gadis itu pergi tanpa pamit membuat ia harus mencarinya dengan khawatir.
Beberapa orang mundur karna tau Duke mArah besar
Lalu...
Silvia memegang dadanya sakit, ia tidak tau perasaan apa itu, Namun seperti ada yang menusuknya.
Mengangkat kepalanya, Tidak ada senyum di wajah gadis itu seperti biasanya
"Anda benar Duke, Saya cuma anak liar yang anda pungut"ucapan Silvia dengan nada serak menahan air mata
"Via bukan begitu maksud ayah"
"Via jangan dengarkan ayah yah sayang"
Ucap mereka berdua namun mata gadis itu masih terluka
"Terima Kasih sudah merawat ku. Aku pasti akan membayar kebaikan anda. "ucapan formal itu tanpa sadar menyakiti batin kedua pria itu, Gadis kecil itu berubah menjadi orang lain dan tidak memberi kehangatan lagi di tatapanya
"Tunggu! "teriak seorang pria tua pada Silvia
Silvia menatapnya dingin
"Serahkan Rubah itu Nona dan Dirimu pada Sekte Suci, Kami akan merawat mu dengan baik"
Itu bukan Permintaan tapi perintah, Duke menatap Nya marah
"Apa Hak mu menyuruhku dan Rekan ku mengikuti mu, Apa Kau Punya Kemampuan, Qiqi! "memanggil Nama Qiqi, Rubah itu langsung mengeluarkan tekanannya membuat semua orang berlutut kecuali Duke Dan Arga,
Mereka berdua menatap gadis kecil itu tidak percaya
"Qiqi, Ayo"
Rubah yang mengerti pemiliknya, berubah menjadi besar kembali dan membantu silvia naik dan berdiri dan berlari keluar, tanpa membiarkan kedua orang itu mampu mencegahnya
Mereka hanya bisa melihat kepergian Cahaya kecil mereka dengan terluka dan rasa bersalah, teruma Raymond yang mengeluarkan ucapan pedis itu
Silvia yang berada di punggung Qiqi menangis keras,, Karna ia kehilangan ayah dan kakaknya lagi, mereka membencinya, Silvia nakal begitulah pikiran gadis itu
Qiqiembawa silvia menuju puncak gunung dimana di sana ada sebuah Gua tempatnya dulu tingggal
Tbc