
Wajah Kiran Keluarga Kerajaan Lainnya memucat, Mereka tidak tau tau Kiran itu sangat bodoh itu malah ingin mencari masalah dengan Sang Penguasa Gunung Suci
Sebagai Penguasa tidak mungkin orang itu bisa di ganggu dan Kiran malah ingin menganggunya
"Apa Saya Sebagai Ayahnya tidak Di lihat disini? Ingin mencari masalah dengan Putriku? Mati! "ucapan Dingin membuat Kiran bergetar dan Menatap raymond ngeri
Selanjutnya, Arga berdiri dan menatap Kiran dingin
"sepertinya Putri Kiran lupa akan tata krama dan etikat Serta Posisi setiap Penguasa adalah Mutlak! Bukan sesuatu yang bisa di ganggu batasannya" Wajah Arga Datar dan ia mengeluarkan Aura gelapnya yang membuat seisi ruangan sesak kecuali 3 orang yang tetap santai yaitu Silvia, Ray, dan arga biang keladinya.
"Kak~"suara merdu gadis itu membuat Aura Gelap arga menghilang seketika dan semua orang bisa menghirup nafas lega
"Via Kecil? Ada apa Sweety ada apa hm? "tanya Arga dengan suara lembut berbeda dengan suaranya yang tadi dingin
Thor: adek aja di manja, Thornya kapan???
Arga:Makanya nyari thor, biar bisa di manja
Thor: 😤
"Tidak. Duduk Dan Nikmati pertunjukan" pinta Silvia
Arga spontan duduk manis di kursi miliknya dan tersenyum cerah pada Gadis itu
Membuat semua orang terpana akan ketampanan Pria itu
'kyaaaaaaa tampannya!! '
'wahhhh dia sangat keren saat tersenyum'
'aku baru tau pria es ku bisa senyum'
'sangat memukau! '
Teriakan histeris para gadis lainnya membuat telinga Silvia sakit karna ribut
"Diam"Kening Arga berkerut dan menatap dingin semua orang membuat ruangan kembali hening
Selanjutnya Silvia berdiri, dan Qiqi di belakangnya membantu Silvia dengan memegang tangan kanan gadis itu, Sudah menjadi Kebiasaan
Qiqi dan silvia melangkah bersama hingga di depan Raja Felix, Senyum dingin dan mata acuhnya setia di wajah Silvia membuat semua orang mengigil.
"Ahhhh begitu lama aku baru kembali... Jadi aku akan dengan murah hati menampilkan tarian khas Gunung suci kami"Ujar Silvia dan Qiqi memberi kan ruang yang cukup lusas untuk gadis itu
Entah dari mana, alunan musik merdu nan lembut mulai melantun dengan indah dalam Aula, Raja dan semua orang mendengarkan musik itu dengan Mata terpejam, dan membuka mata lagi dan mata mereka melebar melihat Seorang Gadis berdiri di tengah-tengah dengan tenangnya,
Silvia mulai menggerakkan tangannya mengikuti tiap alunan musik, membuat mata semua orang takjub termasuk dengan Ray dan Arga
Mereka menatap putri kecil mereka dengan bangga dan lembut,mata mereka melebar saat Silvia mengeluarkan Serpihan Sihir bewarna Biru langit, dan Beberapa Kristal muncul dari Tanah dan langit langit menghiasi seluruh Isi ruangan
Cahaya matahari mengenai Kristal Warna Warni menampilakan pemandangan Indah.
Silvia menari dengan anggunya, Dan saat ia melompat dan berputar, Rambut pirangnya terlihat menjuntai indah
'Wahhhhhhh Bidadari!!! '
'Bukan itu Malaikat'
'Salah salah Ia terlihat seperti Seorang Dewi '
Seruan kekaguman dari Para Pria membuat Semua Perempuan termasuk kiran memerah karna malu, mereka sudah kalah bahkan sebelum mereka tampil
Deg
Deg
Deg
Jantung Qiqi bergetar menatap tuannya, Ia tau tuannya menikmati tariannya itu, Bahkan tanpa perintah, Qiqi mengeluarkan Api Biru miliknya mengelilingi Silvia menambahkan kesan Memukau pada gadis itu
Alunan musik berhenti dan Gerakan Terakhir silvia adalah Berputar dan Duduk di lantai.
Puk
Puk
Puk
Puk
Puk
Tepukan meriah mengisi ruangan itu setelah Silvia berdiri dan kembali ketempatnya, Wajah gadis itu memperlihatkan senyuman dingin Pada Kiran.
"Uhuk..... Terima Kasih atas pertunjukan indah anda, Ra....tu Sil... Via"Mengucapkan kebesaran gadis itu membuat lidah Felix Pahit
Silvia hanya menganggukan kepalanya pelan dan menyantap pudingnya kembali, Dengan Ray merapikam rambutnyadan Arga yang memberinya makan.
"Sebenarnya Perjamuan ini saya ingin menyampaikan sesuatu.... "Mengatakan itu, Wajah Nic jelas tersenyum angkuh dan menatap Silvia
"Saya ingin Melamar Putri Silvia menjadi Putri Mahkota Saya"
"Tolak"
Jawabn tegas Silvia membuat wajah Nic memerah termasuk raja.
Silvia menyanggah Kepalanya dan menatap malas Pria di samping raja itu dengan senyum dingin
"Saya Bukan Putri tapi Ratu! Dan saya juga tidak ingin menjadi putri mu saya adalah penguasa, dan Saya lebih tinggi dari pada status mu, Hanya karna aku putri Duke kau ingin memintaku seenaknyahm? Kau salah, Aku Ratu "
Silvia yang ini adalah seorang yang akan mengatakan apa yang ada di pikiran dan hatinya, ia tidak peduli menyinggung siapapun. Termasuk Paman dan Sepupu ini.
Mendapat jawaban seperti itu, nic menatap Silvia geram, tapi ia di balas tatapan tajam oleh ketiga pria di dekat gadis itu siapa lagi kalau bukan Qiqi, Ray dan Arga.
Akhirnya perjamuan itu selesai, dan di luar kereta yang di siapkan membuat semua mata terpesona, kereta itu terbuat dari Kristal dan di dalamnya terlihat megah apalagi sofa mahal itu, Silvia melangkah namun tanganya di tahan oleh seseorang, Berbalik Silvia menatap Arga yang menahananya
"ada apa kakak? "tanyanya
"apa kau akan.....pergi? Tanyanya gugup
"Aku harus pergi,....... Tapi kakak dan ayah bisa datang berkunjung kapanpun, Gunung Suci selalu menyambut mu"senyum cerah itu membuat kegelisahan Arga menghilang dan memeluk adiknya erat.
Tbc
Qiqi:thor gimana caranya tau orang itu suka sama kita????
Thor:Hah?Thor lupa, Nanti Part selanjutnya di jawab kalau ingat. Soalnya thor udah ngejomblo Qi, Jadi lupa.
Qiqi:Bilang aja kagak laku laku
Thor:Mau di hapus hmmm. 😈
Wajah Qiqi memucat
Qiqi:Thor baik sebagai Penulis jangan suka hilangin orang dong
Thor:Emang Lu orang?
Qiqi:Rubah Terseksi dan Menggoda(sambil mengedipkan matanya menggoda
Thor:Merinding
Kan biasanya ada yang minta double Up, Ok dong
Guys.... Kalian bisa nanya2 soal Silvia, Qiqi dan Arga.
Thornya juga boleh 😂😂😂