THE COLD GODDESS

THE COLD GODDESS
35



"Kamu Siapa?"tanya Suya dan menatap gadis itu benci


Benar!  dia benci karna gadis itu tampil dengan sangat memukau dari pada dia


Gadis itu mengacuhkan Suya, Dan Ia berjalan langsung kearah batu Penguji, mata semua orang mengikutinya tidak ada yang mau mengalihkan mata mereka dari dia


"Silahkan Nona"Penguji mempersihlakan gadis itu saat ia melihat bahwa auranya saja sangat kuat, dan gadis itu mampu menahannya.


Gadis itu menekan kan tangannya dan Putih Muncul di padukan warna biru dan emas membuat semua mata terpesona


"Ini.... Tingkat... Master!!! "ucap penguji terkejut, ia harus tau identitas gadis itu


Kepala sekolah Yamu menatap gadis itu dengan teliti, entah kenapa ia merasa bahwa gadis itu mirip seseorang teman lamanya dulu dari atas.


"Silvia Belix Ophelia? Apakah hadir"


Mereka semua belum. Menyadari siapa gadis itu, tapi tiba tiba tangan gadis itu  terangkat


"Hadir" ujar silvia


"APAAAAAA! "teriak mereka semua terkejut.


Mereka merasa tidak percaya bahwa gadis itu adalah putri yang mereka hina dan jelekkan bahkan saat orangnya datang.


Silvia berjalan ke arah kerumunan dan memilih berdiri dengan tenang, ia bisa merasakan mata penuh kebencian dari orang baru siapalagi, Suya.


Gadis itu merasa sangat kalah oleh gadis pungut itu. Dia tidak terima


Thor:andai kau tau siapa dia Suya 😂


"Karna pengujian sudah selesai, Siswa yang bisa menumbuhkan kekuatannya akan di bawa oleh penguji memasuki Academy..........sedangkan untuk Siswa Silvia tolong anda ikut saya"Suara Yamu tidak membuat orang terkejut, tapi mendengar akhir kata mereka semua melotot dan membeku


Kehormantan macam ini....?


"Apakah Harus? "ucapan Silvia sangat merdu namun dingin


Yamu tersenyum ramah"Tolong"


Yamu akhirnya memandu Silvia menuju Tempat duduk yang khusus disediakan.


Berbagai hidangan tersedia, Silvia hanya menatap semua itu acuh.


Andai Itu Qiqi...


Silvia mengepalkan tanganya saat mengingat dia.... Silvia belum bisa mengatakan semua isi hatinya.


"Bicara"cara silvia duduk bagaikan Penguasa, namun hal itu tidak membuat Yamu marah. Ia malah tersenyum lebih ramah


"hahaha anak muda, kalau orang tua ini boleh tau, siapa nama ayah ibumu? "tanya nya


"Raymond Belix Ophelia. Apakah itu belum jelas dengan margaku "


"Ibumu..... "


"Tidak tau"


Silvia berdri dan langsung beranjak dari sana, apapun yang membuang waktunya, Silvia terlalu malas meladeni.


Silvia di pandu oleh panatua ke arah kamarnya, Desai Kayu bambu dan juga kasur cukup 1 orang.


Tempat Silvia cukup dekat dengan Air Mancur Academy, Pelayanan ini karna kekuatan Silvia


Silvia mengeluarkan barang barangnya dan mulai duduk sambil bersandari di sebuah pohon.


Siswa lain sangat penasaran dengan gadis itu.


"Heii.. Kalian pernah dengan Penguasa Gunung Suci kah? "


"Hah? Gunung Suci itu? "


"Emmm"


"iyaiya, dikatakan bahwa disana di kuasai nenek tua jahat, keriput dan kejam, ihhhh seram"


"udah tua, jelek lagi"


Gosip antara para siswa diikuti tawa mereka membuat silvia hanya menatap mereka dari tudungnya karna tudung ini tembus pandang untuknya, ini dibuat khusus oleh Qiqinya.


Apa.dia setua itu? Umurnya baru 17


Apa dia jelek? Kakaknya bilang dia imut dan menggemaskan.


"Hei anak Baru !"teriak seorang Wanita dengan rambut merahnya.


Silvia berhnti dan melanjutkan lagi langkahnya


"BERHENTI ******! "teriak wanita itu dan mencoba menarik. Tudung Silvia


Wuuuussshhhhhh


Bbbuuuukkkkhhh


"aaakkkkhhhhh"teriaknya saat angin kencang menghempasnya ke arah tiang membuat punggungnya nyeri


Silvia melanjutkan langkahnya dan mulai berjalan pergi


Silvia menjadi objek  paling di incari dan penuh penasaran oleh semua orang,


Bagaimana wajah Anak Pungut Duke!


"Kiran sebenarnya kamu pernah lihat wajah Silvia? "tanya Suya


"ahhhh Silvia? Iya... Iya"jawabnya gugup


"Jadi Bagaimana"


"itu... Wajahnya.... Hmmm..... Sangat jelek... Bahkan lalatpun tidak ingin menatapnya"


"begitukah? Tapi kalau di lihat seharusnya cantik kan? "


"Hummppt mana ada, Suya kamu adalah yang paling cantik.... Termasuk Aku tentunya. Dia sangat jelek, bawanya aja cantik, atasnya sangat buruk


"Gitu"


Suya menghela nafas lega bahwa gadis itu nyatanya sangat jelek


Kuat memang, tapi jelek


Suya berjalan dengan Kiran bergaya sombong.


Silvia hanya duduk di bawah pohon sambil melepas kekuatannya untuk mengawasi kondisi gunung


Bila di lihat ia akan bersandar tertidur di pohon, Namun selalu tepat bangun bila kelas mau di mulai.


Tbc