
Sejak Silvia membangkitkan kekuatannya, Arga kakaknya menjadi lebih posesif padanya, Dan hari ini adalah Kepergian Pria itu ke sekolah
Di Depan Mansion
Para pelayan berbaris dan menunduk hormat, ada juga kereta hitam yang di hiaskan dengan permata merah delima di kereta itu, Gerbong itu di tarik oleh kuda hitam yang gagah.
Silvia masih mengenggam tangan Arga dengan Erat, dirinya merasa tidak kuat berpisah dengan bocah ini. Orang pertama yang dekat dengannya adalah arga
Mengangkah kepalanya dan menatap kakaknya, Mata Silvia menjadi sendu dan menunduk lagi.
Arga melihat sikap Silvia juga merasa sakit dan enggan meninggalkan gadis kecil itu.
"Via, Kakak janji tidak akan lama, Kakak janji kalau pulang akan menemani silvia jalan jalan bagaimana? "Arga berusaha membujuk gadis kecil itu.
Mata biru Silvia melihat kakaknya sedih,
"wuwuwu kakak arga jangan pergi"tangisan silvia pecah
"via, kakak tidak akan lama kok, silvia kan gadis baik"
"Tapi-"
Perkataan silvia terpotong saat Arga memeluk tubuh mungilnya dengan erat, sangat erat bahkan Silvia hampir susah bernafas
"Emmm, Via akan menunggu kakak pulang dan Menjadi Pria tampan yang keren"Ucap Silvia dengan Senyuman manisnya
"Pria tampan? "tanya Arga heran, gadis kecil ini baru berusia 7 tahun namun sudah memikirkan pria tampan
"Um. Seperti Papa "
"Baik, tunggu kakak pulang"
Mereka saling berpelukan untuk terakhir kalinya dan Silvia memberi kecupan di tiap wajah Arga menyebabkan wajah pria itu memanas dan memerah
"Silvia Sayang Kakak"Ucap Silvia dan mengeluarkan sebuah Kristal berbentuk Piramid dengan 7 tingkat warna dari bawah Ungu, kuning, hijau, nila, merah,orange,dan biru di tingkat paling atas.
Piramid ini berukuran kecil, sehingga Arga bisa menyimpannya
"Ini? "tanya arga heran
"Hadiah dari ku untuk ultah kakak "
"Terima Kasih Sweety"Arga mencium kening Silvia dengan sayang
Silvia masih setia memasang senyuman manisnya.
Silvia melambaikan tangannya saat kereta mulai bergerak meninggalkan kediaman besar itu.
Melihat kereta sudah menjauh,, Silvia berbalik untuk masuk ke dalam rumah, namun
"Silvia"panggil seseorang
Berbalik silvia melihat seseorang pria muda dengan pakaian bangsawan miliknya bewarna putih dengab campuran keemasan
"Pangeran Nicholas"Sapa Silvia dan menundukan badanya memberi hormat
"Eh tidak perlu formal, Panggil saja kak nic"ucap Nic dengan senyuman cerahnya
"tapi itu tidak sopan pangeran"ujar Silvia
"tidak apa apa, diantara kita, Kita masih Saudara jauh "
"Baik"
"Oh Iya kemana Arga? "Tanya pangeran nic
"Kakak baru saja pergi ke academy nya"jawab silvia
"Oh. Padahal masih ada 3 hari sebelum sekolah dimulai"
"Kak Arga tinggal di Asrama "Jawab Silvia dengan menatap datar pangeran bodoh ini
"ahhh hahahah iya iya~~"
"Kalau begitu saya pergi pangeran, Saya masih ada les dengan guru "Ucap Silvia dan membungkuk terakhir kali dan berbalik meninggalkan Nic.
Nic akhirnya kembali ke istana dengan prajurit kekaisaran.
Silvia melihat kereta kuda itu pergi,siapapun tau bahwa Pangeran itu tidak datang hanya untuk berkunjung saudara jauh.
Pastinya ia memiliki niat sendiri,Silvia pernah di Ajari Ayahnya,Bahwa semua manusia belum tentu baik atau buruk hanya karna penampilan luar mereka.
Silvia selalu menanam ajaran keluarganya di kepalanya dengan baik
Tbc