
Pagi
Silvia di ajak oleh Raymond untuk berkeliling Di wilayah Kota.
Di atas kereta mereka dudul berdampingan, Hari ini para Maid khusus menyiapkan gaun pendek dengan warna biru langit yang sangat indah, dan aksesoris yang di pakai hari ini adalah bando kupu kupu, sehingga penampilan Silvia membuat Raymond enggan memperlihat kan putrinya yang bagaikan peri kecil yang menggemaskan itu
"Ayah kita mau kemana? "tanya silvia sambil mengunyah coklat miliknya
"Pusat kota, mengajak mu belanja"jawan nya
"belanja? "tanya Silvia
"Karna kulihat gadis seusiamu suka berbelanja"
"Ini adalah pertama kalinya ada yang mau mengajak Via belanja"
Tanpa sadar Silvi menginggat masa lalunya dan air mata menetes di bola mata gadis itu"Via kenapa Girl? "tanya Ray mond melihat gadis kecil itu menangis
"Eh? Em tidaka apa apa ayah. Terima. Kasih"Silvia tersenyum cerah ke arah Raymond membuat pria itu merasa sakit,, dia tau gadis itu tidak pernah mendapatkan perlakuan seorang anak yang harus nya memiliki kasih syang orang tua
"Silvia. Ayah janji akan menjaga dan memanjakan gadis kecil ayah ini"ucao raymond dengan suarA lembut
Silvia menganggukan kepalnya cepat dan melompat memeluk Pria itu
"Ayah yang Terbaik"puji gadis kecil itu
Ray hanya bisa terkekeh mendengar pujian gadis itu
Dulu dia selalu mendapat pujian dari banyak orang namun hal itu tidak ada artinya buatnya
Namun
Pujian dari Silvia membuatnya merasa bangga, senang dan bahagia, entah kenapa dia lebih suka mendapat pujian gadis itu dari pada yang lain.
5 menkt kemudian......
Kereta Mereka sampai di sebuah Toko Yang memiliki berbagai jenis hewan untuk di pelihara, Hewan ini di sebut Hewan Kontrak dimana mereka berfungsi sebagai pelindung dang penjaga bagi Pemiliknya.
Kedatangan kereta Ray sudah membuat semua orang bingung
"lihat kereta itu, Bukankah itu miliki Duke Raymond yang legenda itu? "
"Wahhh desain kereta itu indah sekali"
"ahhh aku mau sekali bersama dengan Duke, sayang dia begitu dingin pada orang lain"
"Ckckck bermimpilah"
Seruan dari orang diluar kereta tidak menganggu kedua orang itu, setelah membersihkan bekas kue di mulutnya dan merapikan pakaiannya, silvia turun dari Kereta lebih dulu di bantu kusir.
Melihat seorang gadis kecil bagaikan peri turun dari kereta membuat semua orang terperangah
"Lihat lihat gadis itu turun dari kereta Duke"
"Penampilannya Itu sangat Elegan dan Mulia, apa dia masih anak anak, bahkan anak ku saja tidak semulia dia"
"wahhhh penampilannya sangat menawan, apalagi orang tuanya"
Bisikan para wanita dan pria tidak menganggu Silvia saat dia mengangkat kepalanya semua orang lebih kaget lagi
Cukup sudah rambut kuning emasnya yang menawan dan langka, sekarang Mata Biru Kristal miliknya yang sangat jelas bahwa Ia adalah Darah Murni seperti Duke dan putranya
"melihat sekelilingnya Silvia terperangah karna ini pertama kalinya dia memasuki Pusat Kota dan juga dirinya di kawan oleh penjaga yang tampan tampan dan gagah
"Wahhh kakak kakak terima kasih"Ucap Silvia sambil tersenyum pada semua orang
Mereka semua terpana melihat senyuman murni gadis itu, ada juga yang pingsang dan mimisan karna tingkat menggemaskan Silvia yang sangat tinggi
Selanjutnya sepatu boat milik Ray turun dari kereta, penampilan pria berumur 20-an itu sangat memukau menyebabkan semua wanita memerah menatapnya, melihat raymond turun Silvia berlari kearahnya dan mengangkat kedua ta tanganya meminta di gendong
Semua orang pria maupun wanita kecuali Pengawal nya menatap kaget sikap gadis kecil itu yang sangat berani pada Duke yang berhati es itu.
Mereka hanya bisa mengasihani nasib gadis peri itu. Namun pikiran dan kenyataan membuat mereka melotot kaget, bukannya Duke menolak dia malah menurunkan tubuhnya sejajar dengan silvia dan mengangkat tubuh mungil itu dalam gendongannya, karna ini juga syarat untuk keluar dari Ray harus selalu berada di sisinya.
Posesif Daddy
"Ayah~"ucap Silvia membuat semua orang hampir pingsang
Identitas gadis ini sebenarnya Putri Duke Raymond yang baru saja datang.
Putri Sulvia Belix Ophelia
"Ayah Kita mau apa disini? "tanya silvia dengan menaril rambug Ray dan mengotak atik rambut itu
Semua penonton menjadi patung karna syok hari ini, mungkin jika ada yang bercerita tidak akan percaya bahwa Putri kecil itu sangat dimanja oleh Duke, tapi mereka sekarang melihatnya secara langsung dan percya hal itu.
"Em, Mencari peliharaan untuk mu"jawab Ray dan melangkahkan kaki panjangnya masuk ke dalam toko.
Selama 1 jam mereka di toko tapi Silvia tidak menemukan hewan yang cocok untuknya, dan akhirnya kembali ke Mansion dengan wajah di tekuk, Ray yang melihatnya hanya bisa menggelengkan kepalanya, walau Silvia berpose asal asalan, Tetap saja akan memancarkan kecantikan anak kecil dari dirinya yang dasarnya ini
"Ayah? "panggil Silvia saat dia sudah ada di depan pintu kamar miliknya
"En? «jawabnya
"itu, bisakah aku memiliki hewan kontrak dari hutan saja? "tanya Silvia gugup
Ray menatapnya heran dengan permintaan gadis kecil itu
"kenapa ?r"tanyanya
"Itu Silvia sangat suka yang berbulu lembut dan bisa di peluk dan mungkin di hutan Silvia bisa menemukannya"jawab gadis itu
"Dengan siapa? "tanyanya dengan nada khawatir
"Itu terserah Ayah saja"
"baik, Lusa aku akan mencarikan mu pengawal Dan-"ucapan Ray mengangtung
"Dan?"tanyanya
"Ayah ikut"
"Baik Ayah"Jawab gadis itu dan mencium pipi Ray dan masuk le kamarnya.
Hari esoknya, aktivitas Silvia seperti biasa, belajar bahasa dan sastra dengan Guru Ben dan belajar mengontrol kekuatan miliknya dengan Ray di Kebun belakang. Dan Silvia kembali ke kamarnya untuk istirahat, Tidak lupa dia memberikan surat untuk Arga karna dia sudah berjanji untul mengabari Pria itu situasi nya karna keposesifan kakaknya yang seperti ayahnya itu, jika Silvia tidak menulis, Arga tidak ragu untuk kembali ke sini menemuinya.
Berbaring di kamar, Silvia menatal langit kamarnya yang dihiaskan dengan lampu kaca yang indah, Hidupnya berubah dan akhirnya ia bisa merasakan Kasih Sayang itu dari Keluarga sebenarnya.
Terlelap, Silvia tidak menyadari bahwa secercah bayangan melewati jendelanya............
Tbc