
Sanats berbaring dengan lengan kanannya menutupi wajah tampan pria itu.
"Yang Mulia Apa anda baik-baik saja? " Tanya Axel yang berdiri disamping ranjang rajanya itu.
"Axel"
"Ya Yang Mulia? "
"Axel"
"Ya Yang Mulia? "
"Axel"
"Ya. Yang. Mulia"
Axel kesal dengan pria didepannya yang sedari tadi memanggilnya namun tidak bicara lagi
Tiba-tiba ia merinding saat memikirkan bahwa rajanya mempunyai kelainan seksual, Homoseksual, tanpa sadar ia mundur menjauh
"Yang Mulia harap sadar diri, Hamba masih lurus"suara Axel terdengar gugup dan ia masih mencoba menjaga jarak.
Mendengar ucapan bawahannya, barulah Sanats membuka matanya, dan berdiri memandang pria itu aneh
"Apa maksudmu? aku tidak lurus? "ia menaikkan sebelah alisnya, tatapan mata tajamnya membuat axel merinding
"Itu karna yang mulia memanggilku berulang-ulang kali namun tidak berbicara"
"aku memanggil memang salah? Disini raja nya siapa?
Axel menunduukkan kepalanya
"Anda Yang Mulia Sanats"
"Humppt"dingin Sanats, ia memalingkan wajahnya dan menatap kearah jendela besar, pemandangan di luar terpanpang.
"Apa hari ini ulang tahun gadis itu? "tanya sanats
"maksud anda putri silvia? Kalau tidak salah memang hari ini, dan undangannya juga ada di meja anda "
"Siapkan semuanya, Kita berangkat kesana"
"baik Yang Mulia"
Axel keluar menyiapkan hadiah untuk keberangkatan tuannya dengan cepat.
Hadiah disiapkan axel adalah hadiah biasa namun mewah dan langka, tapi bukan hadiah utamanya, sedangkan hadiah utama sudah di siapkan sendiri Oleh Sanats.
"Yang Mulia kita sudah bisa berangkat"
Sanats menganggukkan kepalanya dan berjalan keluar dari kamar miliknya
Tbc
Wajah pucat Suya semakin pucat, begitupun mata dan ekspresi semua tamu lainnya
Mereka tidak menyangka Bahwa Putri Duke Raymond adalah Penguasa yang melegenda itu.
Bukankah rumor mengatakan bahwa ia tua, jelek dan jahat, tapi kenapa kenyataannya Dia Cantik, sangat Cantik, Dan mempesona.
Silvia yang duduk disinggasana hanya tersenyum, melihat kebodohan orang lain
'Jangan Nilai Buku dari Sampulnya'batin semua tamu.
"Apakah sudah selesai Putri Aquamaris?Hehe sudah saatnya pertunjukan"
Silvia mengangkat tangannya dan menepuk .
Pintu aula terbuka lebar, dan beberapa hewan Spritual Langka denganwarna cantik masuk dengan rapi.
Saat hewan -hawan cantik itu sudah berada di tengah, mereka memberi hormat pada Silvia, dan mulai menari dengan iringan musik merdu dan pemandangan di depan para tamu membuat mereka bergejolak.
Ini adalah pertama kalinya dalam sejarah, Tarian Hewan Spritual di tampilkan, bahkn mereka tidak pernah bermimpi bahwa hal itu akan bisa mereka lihat.
Semua mata menikmati pertunjukan itu dan melupakan wajah pucat Suya.
Akhirnya masing-masing tamu melangkah ke arah Silvia dan memberikan hadiah mereka, Tentunya Silvia suka hadiah, itu hal umum bagi seorang gadis.
Tak lama kemudian, seorang pengawal datang dan membisikkan sesuatu ke telinga silvia.
Wajah gadis itu berubah menjadi dingin, matanya memancarkan cahaya membunuh
"Silahkan Nikmati pestanya! "ujar Silvia dan berdiri mengikuti arahan pengawal.
Arga dan Raymond saling bertatap, dan mereka pun mengikuti arah gadis itu pergi.
Luar Istana
Di perbatasan istana yang telah ditutupi kabut, berdiri seorang pria dengan Jas Biru dan Tampang sombongnya
"HANCURKAN PERISAI INI! "perintah pria itu, tidak lain adalah Ayah Suya, Raja Aquamaris
Disebelah Pria itu ada seorang gadis dengan wajah layaknya mayat, dan juga bagian tubuhnya yang membusuk, rambut merahnya kusut.
Dia adalah Lady Sect yang di tarik dari dalam Lembah Neraka oleh Raja Aquamaris, Lady Sect Mia adalah Kakak Suya
Mia terpilih menjadi Gadis suci karna bakatnya, maka dari itu Mia melepas gelarnya dan membuat suya menjadi satu-satunya putri Aquamaris
Namun Raja Aquamaris menemukan bahwa putrinya yang lain hilang kabar, jadi Ia mulai pergi ke penyihir tinggi mencari keberadaan putrinya, dan saat menemukan putrinya mengalami siksaan, ia langsung menariknya kembali dari dunia bawah dengan mengorban kan banyak darah gadis muda.
Para Prjurit pihak Silvia berdiri dengan gagah ,tanpa adanya rasa takut melihat prajurit raja itu sekitar ribuan orang.
Saat Bentrokan akan di mulai, Tiba-tiba kabut beracun memudar dan bayangan seorang gadis melangkah dengan anggunnya keluar.
prajurit kristal menunduk memberi hormat, Silvia sudah mengganti Gaunnnya menjadi pendek, dan pedang Darah miliknya sudah melekat di pinggang mungil gadis itu.
"Ara.... Ara..... Ternyata Raja Klan Aquamaris!"suara gadis itu terdengar dingin dan tanpa hormat.
Raja Aquamaris mengeraskan rahangnya, dan menatap Gadis itu dingin.
"Kau perempuan ******! Beraninya kau menyakiti Putri klan Aqua ku, Kalau hari ini aku tak membunuhmu, hati ku tidak merasa tenang"teriak Raja itu dengan geram
Silvia menepuk nepuk bibirnya dan tersenyum sinis,
"Hahahahahah"tawa dingin menghiasi lingkungan.
Tiba-tiba muncul Kristal Kristal dalam ukuran besar dan membentuk Pilar-pilar tinggi mengelilingi semua orang.
Lalu aliran listrik saling terhubung, tingkat kekuatan listrik mampu membuat orang yang mengenainya tanpa sengaja akan menjadi debu.
Silvia sengaja membuat pelindung itu agar tidak ada yang ikut campur dan juga ia tak ingin lawannya lari.
"Mari Kita bermain! "Seru Silvia
Triiingggggg
Bentrokan senjata maupun sihir saling beradu, sedangkan ditengah-tengah pertempuran ada Raja dan Mia Serta delapan pria tua berjubah hitam
"Laksanankan Pentagram Mimpi! "perintah raja dan Kedelapan pria Tua itu langsung melompat mengelilingi gadis itu, Silvia.
Silvia mengernyitkan keningnya, dan memasang posisi siaga, tangannya sudah siap mencabut pedangnya.
Kedelapan pria itu langsung menyatukan tangan dan mulai merapalkan mantra -mantra.
Silvia siap menyerang saat Cahaya merah dari bawah kakinya terbentuk.
Pola sihir Diagram muncul, mengekang gadis itu.
"TERIMALAH MIMPI TERBURUK MU! "teriak para Berjubah itu.
Cahaya merah bersinar terang, dan.
.
Cahaya merah bersinar terang, menyembunyikan tubuh Silvia.
"*Nona... Qiqi... Menyukai mu"
"Nona Qiqi selalu setia padamu"
"Nona jangan lupa Makanan anda"
"Nona Saatnya Tidur"
"Nona Hari ini seperti biasa anda sangat cantik"
"Nona. ....Nona...... Nona*.... "
Suara Pria itu beserta bayangan kebersamaan mereka, membuat mata biru nya kosong, Tubuh Silvia kaku Tanpa ada tanda bergerak.
Senyuman Genit pria dalam bayangan membuat Mata Biru Kristal itu, mulai berubah rubah menjadi Biru dan Merah Darah.
"Qiqi... Qi... Qi.... Ti... Dak... Ja.. Ngan... Pergi...! TIDAKKKKKK! "
teriakan nyaring bergema dalam cahaya merah itu.
Silvia memegang dadanya sakit, Air matanya sudah tak terbendung lagi, tumpah, tangisan pilu gadis itu membuat semua Prajurit bahkan lawan berhenti menyerang, mereka semua fokus pada pola sihir itu.
Suara sakit Silvia sampai di dengar dalam istana, semua orang langsung berlari keluar.
Arga dan Raymond membeku dan mereka berdua mengerahkan kekuatan besar memecahkan pelindung kristal itu.
Silvia!?
Wajah kekhawatiran mereka semakin berat saat melihat cahaya merah itu semakin terang.
Raja Aquamaris dan mia membeku, mereka tanpa sadar mundur, mereka merasakan tekanan berbahaya dari depan mereka.
Apalagi kedelapan pria tua itu, mereka merasakan kematian mendekat
"Akkkkkhhhhhh TIDAKKKKKKKK.... QIQI!!! "suara Nyaring gadis itu membuat Arga dan Raymond membeku, mereka merasakan firasat buruk, saat mendengar nama tabu itu lagi.
Qiqi
Disana Silvia melihat Qiqi di tusuk dan bermandikan darah.
Bbboooooooommmmmmmm
Ledakan besar membuat kedelapan orang itu terbangdenganluka berat. Angin kencang meniup dan membuat semua pandangan kabut.
Tak lama kemudian, Debu itu menghilang, digantikan pemandangan membuat semua orang membeku.
Disana berdiri seorang gadis dengan Gaun Birunya berkibar beserta rambutnya, Aura dingin mengelilingi gadis itu, serta Api keemasan membuat lingkaran.
Kepalanya terangkat, Mata Merah darah yang haus akan membunuh membuat bulu kuduk semua orang terangkat.
Mereka mundur.
Raymond dan Arga membeku, Silvia sudah berada di puncaknya, kestabilannya.
"Qi... Qi.... " suara lirih Silvia terdengar
Wajah Tanpa ekspresj gadis itu sangat menakutkan dan menyakitkan.
Menggerakkan tangannya, Silvia menarik pedangnya dan menghilang dari tempat ia berdiri.
"akkkkkkhhhhhh"teriakann pilu salah satu Pria tua berjubah membuat semua orang tanpa sadar menatap arah suara itu.
Disana Silvia menancapkan pedangnya tepat ke dada pria itu, dan Darah terciprat ke gaun indahnya
Rambut Emasnya juga terkena darah. Penampilannya seharusnya terlihat menyeramkan, namun bagi mata lain, gadis itu terlihat memukau.
"Selanjutnya....... "
Kecepatan serta Teriakan pilu para Pria tua itu menjadi alunan musik dalam. Medan tempur itu.
Semua tamu menjadi takut, dan Mereka akhirnya tau bagaimana Sekte suci yang terkenal kuat hancur dalam semalam, itu semua karna kemarahan Gadis itu, Penguasa Gunung Suci.
Suya dan kiran menjadi Bisu, mereka menatap horor pertempuran,dan Suya inging menyelamatkan ayahnya, namun ia tanpa mampu,. Terlalu takut maju.
Leon merasa bahwa saat pertempuran mereka, Gadis itu menahan diri, inilah kenyataan sebenarnya. Kemampuannya di luar batas.
Para prajurit milik Raja Aquamaris sudah mundur dan hampir mendekati aliran listrik.
Mimpi buruk mereka, adalah kematian di tangan gadis itu.
Mia akhirnya melihat kedua kalinya Keganasan Gadis itu lagi.
"Kalian....pantas.... Mati.... Demi.... Qiqiku"
Akhirnya tinggal Raja dan Mia yang masih membeku di tempat, mereka terlalu takut.
"hentikan.... Jangan... Mendekat"ujar Raja Aquamaris takut.
Mia sudah jatuh di tempat, tubuhnya bergetar.
"Bodoh"ujar Silvia dan mengunakan tangan kirinya meninju rahang pria itu.
Penampilan Asli Silvia sudah di tutupi oleh darah.
Akhirnya Raja itu pingsan, Dan silvia terlalu malas melayaninya, ia langsung mengarahkan pandangannya kearah Mia,
Matanya menjadi lebih dingin
"Pembunuh! "
Silvia mencekik lehernya Mia dan menariknya keatas.
Wajah Mia menjadi pucat, sulit bernafas.
"Kau harusnya tinggal dengan baik disana"
"Tidak.. Jangan... Tidak"Mia menggelengkan kepalanya kuat.
Senyum sinis muncul dan, Silvia langsung membuangnya ke atas dengan ringannya, dan Ia dengan cepat menarik Pedangnya.
Sllllllaaaaaasssshhhhh
Tebasan pedang dengan tekanan besar menghantam tubuh Mia dan membuat tubuh mia hancur menyisakan hujan darah.
Silvia memasukkan pedangnya dan berdiri disana bermandikan darah.
Ia tak peduli.
Semua orang harus mati
Memikirkan hal itu, Silvia berbalik menatap pria baya yang pingsan itu dan melangkah kearahnya.
Mengangkat tangan kananya, Silvia menciptakan api miliknya dan siap membakar tubuh pria itu.
"No... Na.. "suara pria dengan cepat menghentikan Silvia, dan gadis itu dengan cepat berbalik.
Ia menatap Seorang pria melangkah kearahnya dengan tatapan fokus kearahnya.
"Kamu.... Kembali"
Tubuh Silvia membeku, Air matanya menetes tanpa ia sadari. Bercampur dengan darah
Mata Merah Silvia masih tetap, belum berubah, namun ekpresi bahagia, kesakitan terukir jelas di wajah gadis itu
Ayo Siapa yang bikin Via nangis??!!!!
Tbc