THE COLD GODDESS

THE COLD GODDESS
B16



Arga membawa Silvia keluar dari Mansion Duke, Ia memegang erat tangan adiknya, takut kalau adiknya akan tertinggal


Silvia menatap Kakaknya yang sudah bertambah tinggi itu, Dan juga Ia tau kakaknya khawatir pada dirinya karna ucapan kasar perempuan tadi


"Kak Aku tidak apa apa" ucapnya sambil mencoba menarik tangannya


Namun tangan mereka terjalin dengan erat


"Seharusnya Kubunuh  Saja Wanita itu. Arg! "Kata Arga dengan Tanganya terkepal  tatapan matanya juga sangat tajam dan dingin


"Hufffffttt Kak Aku ini adikmu, Kalau hanya karna omOngan itu aku terhasut, aku tidak pastar jadi Putri ayah, Ayab menyuruhku menjadi kuat dan tidakk boleh di injak injak oleh siapa pun"Perkataan Silvia membuat Arga berhentj dan berbalik menatap Adiknya


Karna angin Membuat rambut dan pakaian gadis itu terbang, Namun Hal itu itu menjadi pemandangan indah bagi Arga, Karna Adiknya terlihat seperti Peri


Mengusap Surai emas adiknya, Arga tersenyumlembut


"En. Silvia benar"


"Ayo Kak kita jalan jalan keluar, Silvia sudah lama di kurung,, Ayooooo"


Mereka berdua berjalan bersama ke arah kereta hitam, dan menuju keluar halaman


*********


Ibu Kota


Silvia menatap pemandangan di luar dengan semangat, Bangunan bangunan nya sangat Indah dan banyak sekali toko kue disini


Setelah kereta berhenti, Silvia menyuruh kakaknya menunggu dulu, Ia ingin membeli sesuatu, Tentu Arga awalnya menolak namun di hadapkan dengan tatapn puppy milik adiknya siapa yang sanggup berkata tidak


Setelah arga menyerah, Silvia turun dari kereta, Penampilan gadis itu membuat semua orang terpana


Keturunan Duke Raymond memang dasarnya Rupawan dan sangat indah, Termasuk Silvia yang seorang gadis kecil yang memiliki mata biru lautan miliknya membuat siapapun yang menatapnya akan tenggelam


Silvia berjalan ke sbuah toko yang menjual berbagai jenis pedang, Pedang pedang itu ia akan beli untuk Dirinya dan Arga


Tringggg


Memasuki toko itu, Silvia di suguhkan dengan berbagai jenis pedang indah, Ia berjalan sambil memilah pedang yang menurutnya cocok


Saaat ia akn menyentuh pedang dengang ganggang hitam serta memiliki ukiran naga, Sebuah tangan lebih dulu mengambilnya


"Aku suka pedang ini"Suara seorang gadis dengan nada sombong membuat Silvia merasa tidak suka


Ia mengangkat kepalanya dan menatap gadis yang memegang pedang miliknya dengan tatapan angkuh


Gadis itu juga menatap Silvia, Namun ia terkejut melihat gadis itu yang sangat.l cantik dari pada dirinya


Mata nya berubah menjadi kebencian"Humm pedang ini aku ambil, Kau sebagai rakyat rendahan  tidak usah mengambil pedang ini karna aku tau kau itu MISKIN"setelah mengatakn itu gadis itu berbalik, namun ia tiba tiba berhenti, Ada Sebuah sihir yang membuatnya merasa tertekan


Tubuhnya  membeku, ia merasakan hawa pembunuh dari belakangnya yang amat kuat


Ia mencoba berbalik, dan saat ia melihat gadis yang tadi ia hina, matanya melebar


Silvia marah karna dirinya dihina, Miskin ia namun Ayahnya sangat kaya menghinanya sama dengan menghina Ayahnya


Silvia menatap gadis yang mengigil itu dengan tatapan datar, Karna kekuatan Silvia saat marah membuat, lingkungan sekitarnya membeku dana ada yang berubah menjadu kristal


"Kembalikan Pedang ku"ucap Silvia dan melangkah mendekat


"Apa hak mu, Kau tidak tau aku, aku adalah Putri Per-akhhhhh"ucapan gadis itu belum selesai, Saat Silvia mengcekik lehernya dengan cepat


"Kembalikan"


"Uggghhhh T-idaaakkk"gadis itu masih kokoh mempertahankan


Silvia memicingkan matanya dan mengangkat gadis itu, dan melemparnya menabrak dinding penuh pedang


Buuukkkkkkkkkkkk


Druukkkkkkkkk


"Akkkkhhhhhhh"Setelah gadis itu mengeluh sakit, ia pingsan di tempat, Silvia berjalan ke depan dan menatap pedang itu


Ia mengangkat tangan kanannya ke depan dan Api hitam dengan campuran emas muncul, Ia mengarahkan api itu ke arah pedang itu dan hanvcur


Silvia tidak akan mengambil barang yang sudah di nodai, Gadis itu kembali tatapannya menjadi Murni dan polos dan berbalik kembali ke kakaknya, Kristalnya sudah pecah, saat iq keluar ia menatap sebuah toko Aksesoris dan akhirnya kesana


*******


Silvia kembali ke kereta dan duduk di samping kakaknya


"Kenapa Lama hmm? "tanya Arga dan meoihat bahwa adiknya baik baik saja


"Tadi ada gangguan kak, oh iya ini~"


Silvia menyerahkan sebuah Cincin dengan Warna Diamond


"Ini? "tanyanya


"Hadiah "


Arga mengambil. Cincin itu dan memakainya, Pas, Silvia sepertinya Tau ukuran tanganya


Arga berbalik menatap adiknya dan ia terkejut melihat di jari manis adiknya ada cincin yang sama seperti miliknya


"Berpasangan? "tanyanya senang


"En. Kakak suka? "


"Sangat"


Arga memeluk adiknya senang, dan menyuruh kusir kembali pulang karna hari sudah mulai gelap


Tbc