
Arga membawa Silvia keluar dari Mansion Duke, Ia memegang erat tangan adiknya, takut kalau adiknya akan tertinggal
Silvia menatap Kakaknya yang sudah bertambah tinggi itu, Dan juga Ia tau kakaknya khawatir pada dirinya karna ucapan kasar perempuan tadi
"Kak Aku tidak apa apa" ucapnya sambil mencoba menarik tangannya
Namun tangan mereka terjalin dengan erat
"Seharusnya Kubunuh Saja Wanita itu. Arg! "Kata Arga dengan Tanganya terkepal tatapan matanya juga sangat tajam dan dingin
"Hufffffttt Kak Aku ini adikmu, Kalau hanya karna omOngan itu aku terhasut, aku tidak pastar jadi Putri ayah, Ayab menyuruhku menjadi kuat dan tidakk boleh di injak injak oleh siapa pun"Perkataan Silvia membuat Arga berhentj dan berbalik menatap Adiknya
Karna angin Membuat rambut dan pakaian gadis itu terbang, Namun Hal itu itu menjadi pemandangan indah bagi Arga, Karna Adiknya terlihat seperti Peri
Mengusap Surai emas adiknya, Arga tersenyumlembut
"En. Silvia benar"
"Ayo Kak kita jalan jalan keluar, Silvia sudah lama di kurung,, Ayooooo"
Mereka berdua berjalan bersama ke arah kereta hitam, dan menuju keluar halaman
*********
Ibu Kota
Silvia menatap pemandangan di luar dengan semangat, Bangunan bangunan nya sangat Indah dan banyak sekali toko kue disini
Setelah kereta berhenti, Silvia menyuruh kakaknya menunggu dulu, Ia ingin membeli sesuatu, Tentu Arga awalnya menolak namun di hadapkan dengan tatapn puppy milik adiknya siapa yang sanggup berkata tidak
Setelah arga menyerah, Silvia turun dari kereta, Penampilan gadis itu membuat semua orang terpana
Keturunan Duke Raymond memang dasarnya Rupawan dan sangat indah, Termasuk Silvia yang seorang gadis kecil yang memiliki mata biru lautan miliknya membuat siapapun yang menatapnya akan tenggelam
Silvia berjalan ke sbuah toko yang menjual berbagai jenis pedang, Pedang pedang itu ia akan beli untuk Dirinya dan Arga
Tringggg
Memasuki toko itu, Silvia di suguhkan dengan berbagai jenis pedang indah, Ia berjalan sambil memilah pedang yang menurutnya cocok
Saaat ia akn menyentuh pedang dengang ganggang hitam serta memiliki ukiran naga, Sebuah tangan lebih dulu mengambilnya
"Aku suka pedang ini"Suara seorang gadis dengan nada sombong membuat Silvia merasa tidak suka
Ia mengangkat kepalanya dan menatap gadis yang memegang pedang miliknya dengan tatapan angkuh
Gadis itu juga menatap Silvia, Namun ia terkejut melihat gadis itu yang sangat.l cantik dari pada dirinya
Mata nya berubah menjadi kebencian"Humm pedang ini aku ambil, Kau sebagai rakyat rendahan tidak usah mengambil pedang ini karna aku tau kau itu MISKIN"setelah mengatakn itu gadis itu berbalik, namun ia tiba tiba berhenti, Ada Sebuah sihir yang membuatnya merasa tertekan
Tubuhnya membeku, ia merasakan hawa pembunuh dari belakangnya yang amat kuat
Ia mencoba berbalik, dan saat ia melihat gadis yang tadi ia hina, matanya melebar
Silvia marah karna dirinya dihina, Miskin ia namun Ayahnya sangat kaya menghinanya sama dengan menghina Ayahnya
Silvia menatap gadis yang mengigil itu dengan tatapan datar, Karna kekuatan Silvia saat marah membuat, lingkungan sekitarnya membeku dana ada yang berubah menjadu kristal
"Kembalikan Pedang ku"ucap Silvia dan melangkah mendekat
"Apa hak mu, Kau tidak tau aku, aku adalah Putri Per-akhhhhh"ucapan gadis itu belum selesai, Saat Silvia mengcekik lehernya dengan cepat
"Kembalikan"
"Uggghhhh T-idaaakkk"gadis itu masih kokoh mempertahankan
Silvia memicingkan matanya dan mengangkat gadis itu, dan melemparnya menabrak dinding penuh pedang
Buuukkkkkkkkkkkk
Druukkkkkkkkk
"Akkkkhhhhhhh"Setelah gadis itu mengeluh sakit, ia pingsan di tempat, Silvia berjalan ke depan dan menatap pedang itu
Ia mengangkat tangan kanannya ke depan dan Api hitam dengan campuran emas muncul, Ia mengarahkan api itu ke arah pedang itu dan hanvcur
Silvia tidak akan mengambil barang yang sudah di nodai, Gadis itu kembali tatapannya menjadi Murni dan polos dan berbalik kembali ke kakaknya, Kristalnya sudah pecah, saat iq keluar ia menatap sebuah toko Aksesoris dan akhirnya kesana
*******
Silvia kembali ke kereta dan duduk di samping kakaknya
"Kenapa Lama hmm? "tanya Arga dan meoihat bahwa adiknya baik baik saja
"Tadi ada gangguan kak, oh iya ini~"
Silvia menyerahkan sebuah Cincin dengan Warna Diamond
"Ini? "tanyanya
"Hadiah "
Arga mengambil. Cincin itu dan memakainya, Pas, Silvia sepertinya Tau ukuran tanganya
Arga berbalik menatap adiknya dan ia terkejut melihat di jari manis adiknya ada cincin yang sama seperti miliknya
"Berpasangan? "tanyanya senang
"En. Kakak suka? "
"Sangat"
Arga memeluk adiknya senang, dan menyuruh kusir kembali pulang karna hari sudah mulai gelap
Tbc