
Silvia sedang berada dalam kelas Ramuan
Para pelajar diharapkan mampu mempelajari segala jenis tumbuhan dan manfaatnya, Silvia hanya mengangkat dagunnya malas
Pelajaran ini, sudah ia pelajari saat Qiqi memaksanya belajar dulu, bahkan pengetahuan Silvia lebih maju daripada semua guru.
Entah kenapa, silvia selalu merasa bahwa Rubah itu tau banyak dan semua pelajaran pengetahuan seakan ia mengetahui semuanya, seakan ia sudah melihat semuanya secara langsung.
"Siswa Silvia apa anda mendengar"suara seorang guru wanita mengenakan baju bewarna coklat dan rok hitam menatapnya tajam
"Emm? Dengar"jawabnya acuh
"Kalau begitu jelaskan disini, bagaimana ramuan ini terbuat dan bagaimana efeknya"perintahnya
Silvia melihat bahwa siswa lain diam-diam menertawakannya, namun ia hanya acuh
Berdiri, Silvia dengan malas turun dan mulai berdiri di samping guru itu
"Ini adalah Ramuan Tidur, Namun efeknya adalah bukan menidurkannya saja, tapi membuat jiwanya terbang dari tubuh peminumnya, dan juga ini terbuat dari Bunga ungu llycros dari gunung Suci. "ucapnya
"Kau.. Kau... Bagaimana kau bisa tau"Ucap guru wanita itu terkejut, begitupun semua orang
"Bu Angela itu bukankah tertulis dibuku. "setelah mengatakan itu, Silvia kembali ketempatnya, duduk tenang
"Hai... "panggil seorang gadis dengan rambut hitam dan mata hijaunya
"em. "
"Kenalkan aku Sumi "jawab gadis semangat,
Silvia menatao gadis itu, Sumi berhadapan dengan kepala jubah itu merasa bahwa ia bertatap langsung dengan mata gadis itu
"Silvia"jawabnya dan berbalik lagi menghadap kedepan
"Ahhhh.... Silvia bisakah kita menjadi teman? "tanya sumi
"Ituu.... "
"Terserah"jawaban silvia membuat Sumi kaget dan matanya berkaca-kaca, spontan memeluk Silvia
Silvia tentunya kaget, dan tubuhnya kaku
"ahh maaf.. Maaf aku terlalu bersemangat hahaha"jawab sumi dengan senyum cerah
Silvia menyetujui gadis itu karna Qiqi dulu menyuruhnya mencari teman, mungkin ini kesempatannya untuk mengikutinsarannya.
Setidaknya arwah pria itu akan tenang.
Tanpa sadar Silvia tersenyum dan hal Itu di liat oleh Sumi, Sumi memerah karna terpesona oleh senyum manis itu
Kelas Akhirnya berakhir dan siswa kelas bubar, Silvia dan sumi berjalan berdampingan menujuĀ ruang ganti, karna pelajaran selanjutnya adalah Memilih Tungangan, Hal itu di haruskan agar para siswa mampu meningkatkan kekuatan tempur mereka.
Silvia memilih pakaian miliknya khusus untuk kegiatan seperti ini.
"Silvia, pakaian mu sangat cantik"puji Sumi, bentuk badan silvia terlihat mungil namun tegas.
"Makasih, Ayo"
Mereka akhirnya berjalan menuju lapangan yang penuh dengan siswa lainnya, Seorang guru pria bernama Aland mulai menjelaskan bahwa siswa akan di biarkan masuk ke dalam hutan mencari hewan tunganngan mereka.
Wajah semangat itu membuat Aland bahagia, namun matanya menyipit saat melihat seorang siswa memakai penutup kepala. Tapi kepala sekolah sudah memerintahkan agar semua guru membiarkannnya saja dan jangan mencari perkara dengan gadis itu karna konsekuensinya besar.
"Kalian harus ingat menjaga diri kalian terlebih dahulu ,Saat akan mengontrak Tungangan kalian,Jangan Paksa dan Tekan mereka,Mereka juga punya perasaan,Jika mereka tidak menyukai mu,Artinya kalian Sial,tapi kalian bisa menunjukkan kemampuan kalian untuk menarik Hewan itu tertarik pada kalian"Jelas Aland.
Putri dan Pangeran lainnya langsung mengangguk,Suya memandangi Silvia yang berdiri tak jauh darinya.
Cahaya berbahaya muncul di matanya .Ia dengan cepat menampilkan senyum indahnya untuk menutupi niat jahatnya
Bersambung.......