SILVIA

SILVIA
bersatunya para penguntit



saat sibuk mengejar seidon dan Silvia,


rose benar benar kelelahan karena terus menerus menggunakan sihirnya,


ditambah saat mengikuti seidon


(sebelum mereka bertemu)


juga menggunakan energi yang cukup besar,


sedangkan rose belum memaximal kan energi sihirnya.


sehingga rose tidak bisa memakai energinya lagi...


"bagaimana ini... aku tidak tahu kalau pantai yang di maksud mereka benar benar sangat jauh.. tapi aku tidak boleh berhenti di sini ! aku tetap harus mengikuti mereka ! bagaimana pun caranya !"


semangat tekad hati rose.


tak lama setelah berpikir demikian rose dapat melihat kuda hitam yang di tunggangi seorang pemuda, yang tidak lain ternyata rever namun rose tidak menyadarinya !,


Dengan segera rose langsung memberhentikan kudanya.


"maaf ! tolong berhenti ! saya dalam kondisi darurat ! bisakah saya meminjam kudanya ! saya akan membayar anda dengan bayaran yang besar !"


teriak rose


awalnya pemuda itu yang tidak lain adalah rever kaget atas kedatangan seorang pelayan istana.


namun ia lebih kaget setelah melihat wajah pelayan itu yang tidak lain adalah rose.


bila orang lain yang melihatnya, mereka pasti tidak menyadarinya, namun rever dapat langsung mengenal rose dengan sekali menatap,


saat itu rose benar benar memakai make up yang sederhana dan berbeda jadi wajar bila orang tidak memperhatikannya.


"maaf nona, saya juga sibuk !"


kata rever yang menolak permintaan rose ditambah rever masih pura pura tak mengenal rose.


"kumohon ini benar benar gawat ! tolong ikuti sepasang orang berkuda putih tadi !"


mohon rose.


saat itu rever mulai menyadari niat rose, dan rever juga sangat mendukung rose karena rose pasti tidak akan membiarkan Silvia menikah dengan seidon,


kerena hal itulah rever senang dan menerima tawaran rose.


"baiklah ayo cepat naik, karena aku juga akan ikut..."


kata rever, sambil mengulurkan tangannya.


"terima kasih banyak !"


kata rose dengan semangat ,dan menerima uluran tangan rever dan segera naik kuda hitam.


"em... siapa namamu ?"


tanya rose


"aku ?... aku.. re...Raza !"


kata rever dengan cepat.


"baiklah, Reza kenapa kau memakai sihir pembisuan pada langkah kuda ini !? di tambah sepertinya energi sihirmu benar benar besar untuk perjalanan jauh ini"


tanya rose.


"yah hal ini sudah biasa kok. langkah kuda ini selalu mengganggu pendengaranku, itu saja."


jelas rever


tidak disangka 20 menit kemudian...


ternyata mereka harus menaiki gunung untuk ketempat yang mereka tuju"


"kalau seperti ini.. kita terus menerus mengikuti mereka... pasti mereka akan menyadarinya... bagaimana bila kita melewati jalan berbeda untuk menghapus kecurigaan mereka ! lalu kita kembali mengikuti mereka dengan sihir tembus pandang !"


jelas rencana rose.


"Anda pintar nona ! beruntung saya punya cadangan energi sihir yang cukup"


kata rever, dan langsung melewatia rah berbeda, dan rever juga membunyikan lari kudanya juga, agar tak di curigai,


dan beruntung rencana itu berhasil menghapus kecurigaan seidon dari tadi.


"ternyata mereka hanya sepasang orang gunung yang kebetulan melewati jalan yang sama" kata hati seidon yang tadinya curiga.


setelah itu rever mengikuti rencana rose.


sekarang rever sedang berada di belakang dan sangat dekat dengan seidon dan Silvia .


sembari menggunakan sihir tembus pandang dan pembisuan,


dan di saat rever dan rose berada di sebelah seidon dan Silvia mereka melihat


wajah Silvia dan seidon begitu dekat dan semakin dekat.


meski sedang menunggang kuda tapi seidon malah melihat Silvia...dan Silvia melihat seidon... wajah mereka semakin dekat dan mata mereka tidak bisa melihat ke arah lain lagi.


namun sayang yang malu dan tersipu saat itu bukanlah seidon dan Silvia.


melainkan rever dan rose yang ada di sebelah mereka dengan sihir sehingga tak ada yang menyadarinya,


rever dan rose tidak ingin saling menatap saking malunya,


suasana di situ jadi benar benar canggung...