
"kakak ! kau bilang laki laki sejati pasti menepati janjinya ! tapi kenapa kenyataan itu justru sebaliknya bagiku !?"
kata rose yang hampir meneteskan air mata.
"rose maksudmu ?..."
gumam seidon yang terus heran.
"kenapa kakak tidak menepati janji kakak ?! selama ini aku menunggu !? kenapa kakak menepati janji Silvia sedangkan aku tidak ?! apa Silvia lebih penting dari pada satu satunya keluargamu !? hanya aku satu satunya keluargamu ! dan kakak satu satuany keluargaku !? tapi kenapa kakak malah memikirkan hal yang tidak penting!?"
teriak rose.
saat itu Silvia tersentak, dia tak tahu apa apa dan hanya bisa terus diam, ekspresinya benar benar tak terkendali.
"rose aku tidak mengerti ! tapi jika kau ingin tahu perbedaan mu dengan Silvia... aku akan beri tahu... Silvia lebih baik darimu karena hatinya... aku dulu sangat menyayangimu.. tapi seiring berjalannya waktu kau berubah menjadi lebih buruk. dan itulak kenyataannya !"
jelas seidon.
rose tiba tiba terkejut dan keget, seidon mulai berpikir bahwa rose mengerti dan sudah tahu diri.
namun pikiran itu salah besar.
rose tiba tiba tersenyum dan berkata.
"a..aku ?! berubah ?! apa kau buta ?! tunggu kau memang buta ! kau pikir aku begini karena siapa !? karena kakak ! kakak yang bersalah ! kakak! semua yang terjadi salah kakak ! kakak yang telah membuatku berubah !"
kata rose yang sekarang benar benar meneteskan air mata.
seidon benar benar bingung, dia fidak tahu harus bagaimana, kemarahannya mulai mereda setelah melihat rose, dia tahu bahwa rose memang suka bersandiwara, tapi kali ini dia yakin bahwa ada sesuatu yang mengganjal di hatinya, melihat keluarga satu satunya menangis cukup membuat seidon sakit hati.
"apa ... apa janjiku padamu ? kapan aku berjanji padamu ? katakan semuanya !"
kata seidon yang mulai tak bisa tahan.
rose mulai kaget, karena kakaknya benar benar lupa.
hal itu sangat membuat rose sakit hati dan menangis sejadi jadinya...
"ja..jadi kakak benar benar lupa !!!!!!?, kakak melupakan janji sepenting itu ?!!!, selama ini aku menunggu kakak menepatinya ! padahal itu janji pertama kakak ! bila aku memberi tahu kakak janji itu ! kakak pasti akan berpikir bahwa adik kakak itu cengeng hanya karena janji sepele itu ! tapi bagiku itu lebih berarti dari pada semua yang kumiliki sekarang ! janji itu memang mudah untuk di tepati ! tapi... tapi.... kakak malah lupa tanpa tahu perasaanku !"
teriak rose.
seidon hanya bisa diam dan melihat, begitu dengan Silvia yang merasa terlibat dan bersalah.
yang baginya tadi hari ini adalah hari paling indah
menjadi hari paling memalukan dalam hidupnya...
seidon semakin fokus pada rose.
"AKU MEMBENCI KAKAK!!!!"
teriak rose.
hanya tiga kata, namun rasanya lebih sakit dari pada di sayat oleh tiga ribu pedang.
seidon mulai merasa bersalah namun ia masih bingung apa janjinya itu.
berbeda dengan rose.
setelah mengucapkan kalimat itu dia tersenyum dan air matanya berhenti.
dia bertingkah seolah olah yang tadi itu adalah sandiwara,
namun seidon tahu bahwa itu semua adalah isi hati rose yang ingin di katakan padanya, namun selama ini dipendam .
Rose langsung berbalik badan dan berjalan cepat menuju Reza yang sebenarnya adalah rever.
rever dengan peka membuat rose tak terlihat, dan memeluknya, rever juga tidak tahu apa yang terjadi tapi yang pasti rose selama ini sangat menderita karena kakaknya.
rose menangis sejadi jadinya di pelukan rever, namun fever tidak keberatan.
sementara di saat seidon dan Silvia masih berdua... suasananya sangat canggung.
"untuk kejadian hari ini, maaf ya, sepertinya kita tidak bisa melihat sunset bersama, padahal tinggal 10 menit lagi, aku pergi dulu,"
seidon pun meninggalkan Silvia dengan sihir teleportasi,
di susul oleh Silvia yang juga pergi.
namun rever dan rose masih di sana,
rever tidak tahu harus bagaimana, dia benar benar tidak suka melihat rose sesedih itu.
"reza... maafkan aku telah melihatmu pertunjukan tadi... ini masalah pribadi... tapi aku tak punya siapa siapa untuk dioelukku sekarang, andai ada orang yang ku sukai ada disini dan memelukku... semuanya pasti akan baik baik saja.."
keluh rose.
"ka..kalau begitu, anggap saja aku orang yang kau cintai, aku akan memelukmu, tentunya setelah aku dapat izin..."
sebelum menyelesaikan kata katanya, rose langsung memeluk Reza, yang ternyata rever orang yang dia sukai dan cintai.