SILVIA

SILVIA
anak adopsi



"kakak... kakak merasa kita semua dimanfaatkan kan ? apa semua anak yang bernasib di adipsi seperti di panti asuhan juga dimanfaatkan ?"


tanya Silvia.


"entahlah, kalau begitu kita sudahi saja pembicaraan ini, aku akan segera membereskan pekerjaanmu dan pergi bekerja lagi "


jelas igi terburu buru.


"ka...kakak... jangan !!! pekerjaanku banyak sekali lho !"


kata Silvia mencoba menghentikan igi sambil berusaha bangkit dari kasur.


"BRUUUKH!!!"


"Silvia ! tubuh mu lemah ! kenapa bangun dari kasur !?"


teriak igi membantu Silvia.


"kumohon kak... aku sudah tidak kuat... kita pergi saja ya dari rumah ini !?"


rintih Silvia.


igi yang melihat Silvia benar benar tertekan dan tidak tahan atas kekejaman di rumah itu,


merasa bersalah.


"ba..baiklah"


jelas igi dengan berat.


Silvia yang mendengarnya merasa tak percaya dan menoleh ke arah igi yang eksprasinya benar benar serius.


"ayo sekarang juga kita pergi dari rumah ini, jangan. khawatirkan apa yang akan terjadi, kita akan hidup dengan jalan kita sendiri"


serius igi,


Silvia merasa senang dan tambah bersemangat.


saat itu juga igi menggendong Silvia, dan pergi lewat jendela dengan melompat.


namun sebelum itu mereka tidak lupa memakai jubah.


mereka pun berjalan melewati kerumunan dan mereka pun sampai di tempat yang jarang di temui orang.


"aku memiliki uang tabunganku, sepertinya ini cukup untuk mengontrak dan membeli makan kita dalam sebulan"


jelas igi.


tiba tiba sorot mata igi berubah drastis,


igi melihat kearah sudut rumah yang gelap.


"kakak, ada apa ?"


tanya Silvia.


"dari tadi ternyata ada yang mengikuti kita, beruntung aku punya Indra yang tajam dan insting yang kuat ! kau yang bersembunyi ! kenapa mengikuti kami ! orang sehebat kau tidak mungkin di sewa oleh Baron Ronald kan ?"


teriak igi pada sudut rumah rumah yang gelap.


"jangan khawatirkan aku ! anggap saja aku hanya orang biasa yang tak sengaja lewat sini ! aku tidak akan menyakiti kalian ! ya ! setidaknya ketika 'nonaku' memerintahkannya !"


kata seseorang yang berbicara jelas diantara sudut sudut rumah tersebut, lalu orang itu pu. menghilang dengan sihir.


"mencurigakan ! tapi yang terpenting bukan itu ! apa kau punya musuh ?! di pergaulan kelas atas ! atau di sekolah !?"


tanya igi.


"musuh ?"


"aku tak menganggap siapa pun musuh... tapi aku takut seseorang menganggap ku musuh...


...rose..."...


ragu hati Silvia.


"ya ! apa kau punya musuh ? seperti orang yang iri padamu ?"


tanya igi.


"aku...tidak tahu..."


jelas Silvia.


"baiklah kalau begitu, ayo cari penginapan"


ajak igi.


...~di istana setelah rose pulang sekolah~...


"nona, saya kembali"


kata seseorang yang datang mengetuk pintu.


"ya ! masuklah !"


jelas rose.


orang itupun masuk.


"ha... apa gunanya sih ilmu sihirmu ? kalau di istana ini di pasang lapisan sihir pengawas ? kau jadi harus tidak menggunakan sihirmu setiap memasuki istana, tapi aku tak menyalahkanmu !"


gerutu rose.


"nona, tidak ada info penting yang saya dapatkan sih... tapi karena nona meminta saya melaporkan semuanya sedetail mungkin sampai tidak ada yang ketinggalan, saya punya beberapa kabar"


jelas reon*


*reon adalah mata mata bayangan pribadi rose, yang selalu mengumpulkan informasi yang rose inginkan secara diam diam, reon juga memiliki pasukan bayangan ketika di butuhkan.


"baiklah ceritakan semuanya"


jelas rose yang masih duduk santai, melipat kakinya.


"saat saya melihat di kediaman Leonard, saya....*"


****lanjutan cerita tadi.


selesai cerita*** ..


"kau bilang Silvia kabur dari rumah dengan kakak sesama seadopsiannya ?"


tanya rose memastikan.


"benar nona"


jelas reon.


sejujurnya hati rose sangat sedih mendengar cerita reon tentang Silvia, dia juga merasa terharu atas persaudaraan Silvia dengan igi, bahkan cemburu, kenapa hubungan persaudaraan rose dan seidon tidak sebaik Silvia, rose bahkan ingin membatalkan rencana jahatnya pada Silvia, namun hati rose benar benar sudah membeku dan terkunci.


karena merasa iba di tambah masih teguh terhadap rencananya,


rose pun melakukan ini.


"reon, ada tugas mudah untukmu, berikan emas 1000 gold pada silvia, berikan padanya dengan cara agar silvia tidak mencurigai bahwa dia bisa mendapat uang sebanyak itu"


jelas rose.