
"kakak... dengan uang ini, kita bisa bebas menjalani hidup"
senang Silvia.
"iya... tapi kuharap kau bisa sekolah besok"
pinta igi.
"baiklah"
jawab Silvia.
...~di sekolah esoknya~...
"ha.. ah, rever."
gumam Silvia saat berjalan jalan di lorong dan melihat rever.
"Silvia ??"
kaget rever yang bangun dari sandarannya,
"hai, sedang apa rever di sini"
tanya Silvia dengan senyuman.
"ah, aku hanya sedang menunggu raja seidon, katanya ada yang perlu di bicarakan..."
jawab rever.
"yang mulia raja seidon ada di sini ?"
tanya Silvia kaget.
"iya, ada urusan negara yang perlu di selesaikan."
jawab rever dengan senyuman.
namun tampak di kejauhan rose sedang berjalan ke arah rever dan Silvia, sedangkan saat itu rose tidak tahu dia akan berhadapan dengan Silvia dan rever.
"baiklah kalau begitu, aku pamit ke kelas"
pamit Silvia pada rever.
"yah ! dadah"
lambai rever yang berat di tinggalkan Silvia.
Silvia pun hendak pergi ke kelasnya,
tapi di langkah pertama Silvia terpleset, dan hampir terjatuh,
rever yang refleks menyadari Silvia akan jatuh langsung memeluk Silvia,
tapi sialnya rose melihat adegan itu, rose pun bersembunyi agar tidak ketahuan dan mengintip di balik tiang.
seluruh tubuh rose tercampur amarah, rose benar benar kesal.
melihat pemandangan rever memeluk Silvia,
"wanita tak tahu malu ! andai kau tahu aku yang memberikanmu 1000 gold itu !"
teriak rose dalam hati.
hati rose benar benar sakit saat itu..
"ah maaf Silvia, aku tak bermaksud..."
gugup rever sambil melepaskan pelukannya pada Silvia.
Silvia pun bangun dan malu.
"sa...saya yang harusnya minta maaf... dan terima kasih tuan rever"
meski seperti itu, rose tetap geram pada Silvia
saat itu tubuh rose hampir tak terkendali saking marahnya.
setelah Silvia pergi, rose Pun. ikut pergi, melewati rever.
rever dengan sekilas melihat tatapan rose yang dingin dan penuh emosi mulai merasa tidak enak.
...~sementara di hadapan Silvia, dekat dengan tangga~...
"Silvia !!!"
panggil rose.
"rose.."
kaget Silvia melihat rose.
namun Silvia lebih kaget setelah melihat rose membawa pisau.
"rose... kenapa kau membawa pisau ?"
tanya Silvia ketakutan.
rose langsung berlari ke arah Silvia sambil menodongkan pisau.
"kyaaa!"
teriak silvia.
saat itu tempat Silvia dan rose benar benar sepi.
Silvia memegang tangan rose yang membawa pisau dan memegang tangan rose yang satunya lagi.
tiba tiba rever dan seidon datang melihat apa yang terjadi.
"ROSE!!!!"
teriak rever dan seidon.
namun rose tak peduli amarahnya benar benar menguap saat itu,
"aku tak peduli ! mau rever atau seidon ! yang aku inginkan adalah kematian mu !"
teriak rose.
rose pun mendorong Silvia sampai jatuh ke tangga,
di sisi lain rever mengeluarkan jurus Sambaran petir ke arah rose dan menembakkannya tepat pada jantung rose.
"akhh"
rintih rose.
dada rose dan dada rever berdekatan.
nampak saat itu rose sudah mulai tenang...
"sakit... rasanya sakit... tapi bukan karena serangan ini... rasanya sakit karena orang yang paling aku cintai yang memberikan rasa sakit ini"
gumam rose, sambil meneteskan satu air mata.
saat itu rever mulai tersadar akan sesuatu.
"hari itu... sangat menyenangkan..."
gumam rose lagi, sedangkan rever hanya mendengarkan,
tubuh rever seperti tak bisa di gerakan, dan hanya bisa diam.
di sisi lain Silvia mulai bangun setelah beberapa saat jatuh dari tangga