SILVIA

SILVIA
karaguan rever



"tapi bagaimana mungkin aku ke sekolah lagi karena hal ini, di tambah 5 menit lagi ada rapat kerajaan,"


bingung hati seidon.


...~di sekolah~...


"ah aku tidak tahu sampai berapa lama efek strengeloctus dan clastrope akan berakhir, tapi... ini tidak membosankan, suasananya meriah sekali ! suara jeritan orang orang terdengar seperti tawaan di hatiku !


ha... setelah ini rencana apalagi ya yang harus kulakukan ?"


kata ketenangan Silvia.


"aaaa...aaaaaaaaargh!!!!!"


jerit Silvia.


beberapa saat kemudian Silvia pun pingsan dan berhenti bergerak,


setelah orang orang merasa aman akhirnya mereka membawa Silvia ke UKS.


kasak kusuk makin terdengar lagi,


"pertunjukannya sudah selesai ? ha... sayang sekali"


kata hati Silvia yang kembali ke kelasnya.


...~kelas pertengahan A, kelas rose~...


"jangan karena baru saja tejadi keributan, semua orang malas malasan dengan tidak mengikuti pelajaran, karena sudah tidak ada pertunjukan, tak berguna juga bila aku masih dilapangan"


jelas hati rose.


"ROSE!!!"


panggil rever.


rose pun menoleh.


"ya ? ada apa rever"


kata rose dengan wajah lemas.


"rever, kenapa kau tidak ke kelas mu ? apa kau ingin kembali 3 tahun lalu ? agar bisa berada di kelas ini ?"


ejek rose.


"tidak ada waktu untuk bercanda ! katakan sebenarnya ! kau kan yang membuat Silvia seperti ini ?!"


jelas rever.


"apa ? kenapa kau menuduhku ? apa kau punya bukti ?"


jawab rose yang meremehkan pernyataan rever.


"aku melihatmu tersenyum ketika kau melihat Silvia menderita ! katakan kau kan yang membuat Silvia seperti ini !"


kata rever.


"a...aku...aku tidak tersenyum ketika melihat Silvia ! aku tersenyum ketika melihat orang yang aku sukai juga tersenyum padaku !"


jelas rose asal asalan.


"oh ya ? siapa dia ?! kenapa aku tak tahu kau punya orang yang disukai ?"


smirk rever.


"a...aku menyukai... aku menyukai Rosyid qilies putra Duke qilies"


jelas rose.


tanya rever, setelah kecurigaan rever mengurang.


"a...mana aku tahu ? cinta itu datang tiba tiba"


jelas rose memerah. setelah mendengar pertanyaan rever.


"ha... maaf telah menuduhmu, tapi kenapa ya Silvia seperti itu ?"


tanya rever pada dirinya sendiri.


"mungkin aku tahu alasannya, ingat ketika aku terjatuh dari lantai 3 ? aku pernah mengatakan bahwa sebelum jatuh aku melihat warna mata Silvia yang memerah ! seperti orang kesurupan.


dan aku tidak bohong kan ? bagaimana ? coba kau kaitkan ceritaku dengan kenyataan ? begitu masuk akal juga kan ?"


tanya rose dengan jelas.


"kau benar ? apa aku selidiki saja ya ?"


kata rose.


"a...aku lelah jadi aku kembali ke kelas"


jelas rose yang bicara asal asalan.


"ha.. baiklah"


kata rever menghembuskan nafas.


rever pun kembali ke kelasnya.


"ah gawat, kenapa masih saja ada orang yang curiga ? sebegitu cintanya rever ? aku harus menyebarkan gosip bahwa Silvia kesurupan"


jelas hati rose.


...~di istana~...


"kenapa baru 2 jam kenapa sudah ada gosip


Silvia kesurupan dan inilah alasan Silvia mendorong rose"


tanya seidon.


"kakak... kenapa ada di ruang ini ?"


tanya rose yang datang melewati ruang tamu.


"rose ! apa kau yang melakukan..."


tanya seidon sambil memegang bahu rose.


"apa ?! melakukan apa ? terus saja menuduhku"


ejek rose.


"ha... aku punya satu berita penting untukmu, duduklah"


kata seidon setelah melepaskan genggamannya dan duduk santai.


"apa yang ingin kakak bicarakan ?"


tanya rose, yang ingin segera pergi.


"aku...


...akan menikah dengan Silvia"...