SILVIA

SILVIA
pantai terluas dan terbiru



"waaa ada yang mulia raja.."


"benarkah ? katanya beliau baru saja rapat ya"


kasak kusuk terdengar sampai Teling semua orang


tak terkecuali rose


"kakak datang ke sekolah ? paling urusan kerajaan lagi"


kata hati rose


"hei apa kau dengan rumor yang baru saja terjadi ?... katanya raja memanggul Silvia !"


"benarkah ? paling juga karena Silvia adalah murid yang paling pintar !"


"ah pastinya... kalau tahu seperti ini pasti aku akan bekerja dengan giat ! agar bisa menghadap raja ! dan menjadi bagian penting kerajaan "


kasak kusuk terdengar lagi. namun untuk kasak kusuk kali ini... rose tidak bisa diam...


"apa maksud kakak memanggil Silvia !? aku harus mengintipnya !"


kata hati rose


lalu rose pun mencari ruangan yang ada kakaknya dan Silvia


"ini ruangannya ! tapi ruangannya di jaga oleh penjaga seolah olah tidak boleh ada yang dengar.. sudah ku duga ini tidak lazim"


rasa penasaran rose semakin kuat,


sampai sampai dia bertekad untuk mengintip kakaknya dan yang mulia lewat atap sekolah


namun karena kelincahan rose dia berhasip


~di waktu yang sama pembicaraan seidon dan silvia~


"Silvia.. aku tidak tahu harus bagaimana mengatakannya.. tapi apa kau mau pergi ke pantai bersamaku ?"


tanya seidon


"be..bersama yang mulia ? tidakkah itu akan mendapat perhatian publik.. saya tidak mau menjadi bahan rumor buruk.."


jawab Silvia


"bagaimana jika kita menyamar ? dan lagi pula aku akan membawamu ke pantai yang berbeda"


kata seidon


"pantai yang berbeda ? dimana itu ?"


tanya Silvia


"pantai itu sama saja dengan pantai biasa, hanya saja letaknya tak di ketahui banyak orang... pantai itu adalah pantai terbesar, terluas, dan terbiru di kerajaan raisy.. apa kau mau ?"


tanya seidon.


"pantai... terluas ? terbiru ?"


gumam rose di atas atap


"ah itu kan pantai raizood, bukankah biayanya sangat mahal ?!"


tanya Silvia


"sudah ku bilang kita akan pergi ke daerah yang jarang orang lewati, dan lagi pula kau tidak usah memikirkan hal semacam itu"


"baiklah sepertinya saya akan menerima tawaran anda... mana mungkin saya dapat menolaknya.. sebuah kehormatan... terima kasih yang mulia"


kata Silvia dengan malu malu sambil membungkuk hormat


lalu pergi


berbeda dengan keadaan rose yang berada di atap bagian dalam sambil meneteskan air mata... dia benar benar merasa tertekan oleh keadaan yang terus menerus muncul, dia sangat sedih karena dia pikir kakaknya lebih memilih Silvia dari pada rose.


"kakak... kakak lupa ya... bagaimana kakak lupa hal seberarti itu..."


gumam rose dengan tangisan yang ia tahan suaranya.


namun seketika tangisannya berubah menjadi senyuman.


rose langsung mengusap air matanya.


dia langsung merapikan rambut dan pakaianya.


selanjutnya dia menegakkan punggungnya.


Dan terakhir dia mengangkat alis dalamnya.


seolah olah sedang baik baik saja.


lalu ia pergi ke kelas.


tidak ada satu orang pun yang mengetahui isi dalam hati rose.


rose terus berjalan dengan tegap seolah olah dia sedang bersemangat.


di antara semua itu...


semua orang berkerumun menemui Silvia


"Silvia, apa yang raja katakan padamu ?"


" Silvia kau membahas apa saja dengan yang mulia ?


"wah Silvia aku iri denganmu deh...."


pertanyaan pertanyaan mulai memenuhi telinga Silvia.


"ah mana mungkin aku bilang yang mulia mengajakku ke pantai itu ya... "


kata hati Silvia


"tadi yang mulia hanya membahas tentang sekolah denganku... di... dia berpesan agar aku terus belajar... itu saja..."


kata Silvia


"wah Silvia aku yakin suatu saat kau pasti akan menjadi orang penting di kerajaan"


"Silvia kau teman baikku, jangan lupakan aku ya"


"Silvia aku bangga padamuuuuu"


kata orang orang yang merasa bangga pada silvia.


"terima kasih banyak atas dukungan kalian ya"


kata Silvia.