
"ombak ? aku pernah mendengarnya... "
gumam rose.
lalu rever memegang tangan rose,
"kalau aku memegangi, aku akan menjagamu"
kata rever dengan serius.
"terima kasih Rev... terima kasih Reza...maaf karena kau bilang aku harus mengaggapmu sebagai orang yang kucintai, jadi aku selalu menganggap mu rever.."
jelas rose.
"a..apa... kalau begitu... bukannya jika dia menggapai rever (emang bener sih)... dia berarti menyukai rever...? aku...?!!!"
gimana hati rever.
"wah dingin sekali airnya haha"
kata rose, sambil melangkah sedikit sedikit di pantai.
"ta.. tapi kenapa rose mau membantuku dekat dengan Silvia ?! padahal dia..."
tanya hati rever yang masih memikirkan hal yang sama.
"syaaaaaaaaaah"
suara angin dimalam hari terdengar.
membuat rose kedinginan,
"benar benar dingin... aku ingin pulang.."
keluh rose.
"akan ku antarkan.."
jawab rever.
"tapi aku tidak ingin menemui kakak, namun... aku ingin tahu keadaannya"
keluh rose.
"tentu saja, kau marah karena kau menyayanginya kan ?"
tanya rever.
"i..iya... bagaimana jika kita melihatnya sebentar lalu kembali lagi ? aku hanya ingin memastikan keadaannya ! kau hebat dalam sihir kan ?"
kata rose
"baiklah"
jawab rever.
lalu rose dan rever pun keistana. dengan sihir tembus pandang dan pembisuan.
yang pertama sebelum ke kamar seidon rose dan rever berjalan melewati lorong, ruangan ruangan kerja, istirahat dan ruangan lain yang sering di kunjungi seidon, sebelum ke kamarnya.
"jadi ini ya pelayan sift malam ? wajahnya tak terlalu ku kenal"
sangka rose.
"hei kau tahu ? sepulang dari luar yang mulia mengecek berkas berkas dan bertanya kepada para pelayan lama !"
"benarkah bertanya apa yang mulia ?"
"katany bertanya 'apakah kamu ingat aku pernah membuat janji...' dan seterusnya aku tidak tahu !"
kasak kusuk para pelayan memenuhi telinga rose,
rose langsung berlari ke kamar seidon diam diam, dan melihat seidon yang berbaring kelelahan tapi nampak tak bisa tidur.
rose dan rever (yang masih menyamar jadi Reza) melihat pemandangan itu...
"sepertinya kakak tidak baik baik saja"
keluh rose,
lalu beberapa saat seidon keluar, berjalan ke perpustakaan sejarah keluarga kerajaan dan mencari cari buku, meski dia tahu, tidak mungkin dia menemukan 'janji rose' yang telah ia lupakan, namun ia melakukan itu karena ia tidak mau diam saja, Swindon terus membaca, matanya lebam.
rose tahu bahwa itu seperti seidon baru saja menangis,
rose mulai merasa bersalah.
tapi dia hanya bisa diam.
rose juga ikutan bersedih namun tetap pada prinsipnya agar tidak menangis,
selain itu juga ada beberapa pelayan yang menemui seidon dan bertanya serta menyarankan untuk menjaga kesehatannya.
"yang mulia lebih baik anda tidur, biar kami yang mencari tahu masalah anda, ingat yang mulia besok anda akan mulai sibuk setelah membuatkan pekerjaan hari ini"
saran salah seorang pelayan.
"diamlah kau, jangan menggangguku !"
katabseodon dengan tegas namun terlihat lelah.
rose baru melihat sikap dingin kakaknya, dia pikir kakaknya tidak akan pernah begitu pada orang lain,
rose sering di perlakukan dingin oleh seidon namun ia baru melihat raut wajah seidon yang lebih dingin kepada orang lain demi dirinya.
"kakak... ternyata aku salah menilaimu... kita semua saling salah paham... wajar saja orang tua kami sudah tidak ada, semua urusan negara di urus, sulit mendapatkan waktu keluarga, apa ini salahku karena terlalu egois memikirkan kebahagiaan sendiri...? tapi aku masih Mali menyatakannya..."
kata hati rose.
"rose.. aku yakin yang kau pikirkan sama denganku... tapi akan lebih baik bila kau masih belum bertemu dengannya, kurasa ini balasan yang cukup untuknya, setidaknya lakukanlah hal ini sesekali ! kau kuat pada penderitaanmu, maka kau juga harus kuat pada penderitaannya."
jelas saran rever
"yah kau benar, aku pasti bisa ! ayo kembali, kita cari penginapan untukku "
ajak rose