SILVIA

SILVIA
hari terbaik Rose 2



rose dengan ragu menaiki ayunan maut itu.


satu ayunan hanya bisa dia orang.


namun ayunan bukan hanya satu.


"semua siap ?!!!!!!"


teriak seorang pekerja di sana


"Siappppp!"


teriak orang orang.


tak lama dari itu ayunan di tarik kebelakang dengan sihir.


mereka di tarik sekitar 90 derajat.


lalu dilepaskan dengan sedikit dorongan sihir untuk membuat ayunan itu lebih cepat,


banyak orang berteriak gembira.


namun ada juga yang berteriak ketakutan.


rever adalah salah satu orang yang berteriak gembira, namun ia tidak mendengar teriakan rose yang padahal ada di sebelahnya.


"rose ? kenapa diam saja ?"


tanya rever.


rose hanya melihat semua pemandangan.


dimulai dari suasana tempat dan orang orang yang bergembira, namun ia masih sadar berada di ayunan itu.


"rose, apa wahana ini membosankan ?"


tanya rever.


namun rose masih diam.


tangannya hanya memegang tali agar tidak jatuh.


namun rambutnya yang tadi diikat tiba tiba lepas tertiup angin.


seketika rambutnya menghempas dengan lebatnya.


rambut bergelombang dengan warna emas berkisaran sesuai gerakan ayunan.


rever memandang rose.


rasanya rever tidak bisa menggerakkan matanya selain pada rose saat itu.


karena merasa diam terlalu lama.


rose melihat rever yang menatapnya dari tadi.


wajah rose dan rever mulai berdekatan.


"selesai !!!!! terima kasih telah menaiki wahana ini !"


teriak salah satu pekerja tadi.


rever mulai melangkah keluar dari tempat duduk ayunan.


di susul rose yang turun dibantu oleh pegangan tangan rever.


"HUWAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!!"


TERIAK ROSE.


seketika semua orang menoleh.


rever juga sangat kaget,


Dengan segera dia membawa rose pergi dari situ.


"ma... maafkan kami... sepertinya teman saya masih takut menaiki wahana..."


di tempat yang sepi rever meletakan punggung rose di dinding dan membuatnya tersandar sambil masih ditutup mulutnya oleh tangan rever.


rever pun menyandarkan tangannya pada dinding sedikit lebih tinggi dan kesisi dari kepala rose.


"hmphhhh"


suara desisan rose yang di tutup mulutnya.


"maafkan aku, tapi di sini kau tak bisa seenaknya berteriak, semua orang akan mengajakmu aneh"


jelas rever sambil membuka tangannya dari mulut rose


"re...Reza.."


rose hanya menatap rever dengan alis yang ujung dalamnya ke atas.


tiba tiba tangan rever memegang dagu rose sambil menatapnya.


lalu wajah rose mendadak lebih tenang,


namun itu tak berlangsung lama ketika Reza mendekatkan wajahnya pada rose.


"heh.."


suara hembusan nafas terdengar.


"degh degh degh"


di sambut dengan suara detak jantung yang jelas.


"rose.. kau tegang ya ?"


bisik rever dengan suara nafas.


"i...itu bukan jantungku.. itu... jantungmu..."


kata rose dengan suara gagap. sambil terus menatap rever.


rever makin mendekatkan wajahnya...


...~~...


20 menit kemudian.


rose berjalan dengan wajah merah sambil menatap lurus tanpa berani melihat rever.


"padahal aku paling bisa bersandiwara. sudah kuduga aku tidak bisa sandiwara di hadapan dia "


kata hati rose.


berbeda dengan rever yang nampan tidak terjadi apa apa.


dan masih memperlakukan rose seperti biasa.


"setelah ini mau kemana ? kita terus berjalan tanpa tau arah"


tanya rever.


"itu yang dari tadi aku ingin tanyakan tapi tidak berani ! kenapa ya?"


keluh hati rose.


"aku tidak tahu, karena aku belum pernah ke sini. kira kira apa ada tempat yang sangat menarik ?"


tanya rose.


"bagaimana jika kita belanja di pasar serba ada ? "


saran rever.


"baiklah kita kesana saja ! aku belum pernah belanja di desa!"


jawab rose dengan setuju.