
"rose..."
panggil silvia
"ah.. silvia ?"
kata rose sambil mengusap air mata
"a...awalnya saya minta maaf karena telah lancang...
... tapi bolehkah saya tau anda kenapa ?"
tanya Silvia
"a..aku tidak percaya akan mengatakan ini padamu...
tapi berjanjilah untuk tidak mengatakannya pada siapa pun.."
kata rose
"ah... memangnya boleh saya seperti ini..."
tanya Silvia ragu
"sebenarnya kakakku.."
"Rose!!"
teriak seidon
belum melanjutkan kata katanya rose di cegat oleh seidon yang tiba tiba datang.
"ka... kakak.."
kara rose
"rose cepat ikut aku...
Silvia kata kata rose barusan jangan di pikirkan,
kami memang sedang bertengkar
maafkan atas ketidak nyamanan kami...
rose ayo pulang"
jelas seidon
"ba..baik"
kata rose
dengan aktingnya yang seolah olah takut dan lelah
membuat Silvia khawatir
"tu..tuan putri... besok sekolah... bagaimana bila kita bertemu..."
minta Silvia dengan khawatir
"tentu.. akan kuusahakan... itu bila aku tidak sibuk"
kata rose
~sesampainya di istana~
"rose ! kali ini kau hampir melewati batas"
marah seidon
"aku tak begini, bila kakak tidak berniat menyukainya ! aku tidak suka pada Silvia ! aku tidak akan membiarkan kakak menikahinya ! dia seorang Baron !"
teriak rose
"aku juga tidak menyukainya"
kata rever
*REVER
saat usia rose 9 tahun,
dia tidak sengaja menemui rever yang pada saat itu masih menjadi pemulung
dia memutuskan mengadopsi rever
dan menjadikannya teman mengobrol.
seiring berjalannya waktu.
rose mulai menyukai rever dengan sungguh sungguh.
namun pada usia 13 tahun
tepatnya saat Silvia pindah sekolah ke sekolahan rose dan rever
nampak dengan jelas bahwa rever malah menyukai Silvia,
hal itulah menyebabkan rose berubah
dari yang dulu orangnya ramah dan rajin
menjadi pendendam dan jahat.
*
"re..rever ? apa maksud kau tidak menyukainya ?
apa maksudmu ?
kau tidak menyukai Silvia ?!"
tanya rose dengan berbinar binar
"bukan. aku tidak suka bila seidon menikah dengan Silvia"
kata rever
hal itu membuat hati rose teryayat, rose pun tidak bisa mengendalikan raut wajahnya yang tadinya senang menjadi tak terkendali
rose mencoba menahan rasa sakit di hatinya dan berusaha tersenyum
dia ingin bersandiwara bahagia di depan rever dan menyembunyikan perasaannya.
seperti hal yang ia biasa lakukan pada Silvia dan yang lainnya
namun entah kenapa dia tidak sanggup.
karena hampir menangis
rose pergi ke kamarnya tanpa berpamitan
saat itu dia benar benar tidak bisa tersenyum,
hatinya benar benar teryayat.
namun apa kuasa, dia menangis di kamarnya
dia menangis sejadi jadinya
namun berusaha memelankan suaranya.
"hidup ini... rever kenapa ? kenapa ? kenapa kau menyukai Silvia ? apa karena dia cantik ? semua orang tahu bahwa aku lebih cantik ! apa karena dia lebih pintar ?! bukankah aku yang paling pintar ?! meski sebelum Silvia datang ke sekolah kita ! atau apa karena dia baik ? bukankah dulu aku juga baik ? tapi kenapa kamu masih tidak mencintai ku juga, meski itu dulu. mungkin sampai sekarang aku tak akan berubah..."
kata hati rose
ingin rasanya rose mengatakan itu semua pada rever.
namun dia takut semua akan terasa lebih buruk dan canggung.
"a..apa yang harus aku lakukan... Silvia...
aku harus melenyapkannya...aku harus melenyapkan dia ?! kenapa gadis polos itu merebut semua yang aku sayangi ?!!!
kenapa ?! Silvia apa salahku ?!
aku akan membunuhmu ! "
teriak rose dalam hati
"..tak kusangka, ternyata dibalik sikapmu yang polos dan lembut itu...
tersembunyi iblis yang meronta ronta jahatnya"
kata hati rose lagi.