
"a...apa ?"
tanya rose dengan tersentak.
"tuan rever... tidak apa apa.. saya bisa sendiri.."
keluh Silvia.
"rose... apa kau sibuk... atau..."
tanya rever curiga.
"ti...tidak ! aku akan membantu Silvia ! dengan senang hati"
kata rose sambil tersenyum.
"ah pasti melelahkan ! Silvia ! cepat bantu aku agar aku tidak membantumu !"
kata hati rose sambil menatap Silvia.
"tuan rever. sungguh saya tidak perlu... sa.."
omongan Silvia terpotong.
"tak apa apa, rose akan senang bila membantumu"
jelas rever meyakinkan.
"ah Silvia kamu terlalu lemah ! aku tak peduli aku ingin cepat berakhir"
kata hati rose.
"ah aku punya ide ! bagaimana jika kita menggunakan sihir agar cepat bersih ?"
tanya rose.
"apa kau tahu caranya ?"
tanya rever.
"bagaimana jika kita mencarinya di perpustakaan pasti ada !"
jelas rose.
Dengan segera rose dan rever pergi ke perpustakaan yang kemudian di susul Silvia.
...~20 menit kemudian~...
"rose, apa kau sudah menemukannya "
tanya rever.
"hampir, aku yakin di rak ini"
jelas rose.
"ketemu !"
teriak Silvia.
rose dan rever pun langsung menoleh dan pergi ke arah Silvia.
"Silvia ? kau menemukannya ?"
tanya rose.
"judul buku ini adalah 'sihir rahasia para pelayan' sepertinya ada cara cepat bersih bersih juga, tapi aku jarang sekali melihat para pelayan istana melakukannya"
jelas Silvia.
"sihir itu pasti menguras energi, di tambah orang biasa jarang mempunyai kantung energi yang banyak, selain itu jika menggunakan terlalu banyak sihir di istana juga kurang di pantaskah, biasanya hanya tabib, atau pelatih saja yang menggunakan sihir di istana itupun dengan izin"
jelas Rose
"a...anu... apa orang di istana tidak takut bila ada orang yang menggunakan sihir di dalam istana ?"
tanya Silvia.
"itu karena seluruh istana di lapisi sihir pengawas, jadi yang mulia seidon dapat dengan mudah mengetahui siapa saja yang menggunakan sihir di istana, tapi kurasa lapisan sihir pengawas itu belum cukup efektif untuk mengetahui keberadaan sihir berlevel tinggi, yah kau tahu kan untuk orang yang sudah menguasai level raior tinggi dapat menghapus jejak dan auranya, benar benar hebat"
jelas rever.
"apakah kita akan terus berbincang ? ayo cari tahu sihir itu ! kuharap sekolahan ini tidak punya lapisan sihir pengawas "
bentak rose.
"baiklah, di sini tertulis, jika ingin membersihkan ruangan dengan cepat menggunakan sihir maka kita harus melakukan langkah berikut"
jelas Silvia.
"semua langkah sudah di tulis di buku ini ! ayo kita praktekan"
ajak rose.
"tu...tunggu ! di sini juga tertulis kalau kemungkinan sihir ini gagal bagi pemula juga tinggi. dan dampaknya bisa sebaliknya"
jelas Silvia.
"apa maksud sebaliknya ? Silvia, apa kau meragukan bakat ku dan rever ? bukankah kau juga paling pintar di sekolah ?"
kata rose.
"rose benar Silvia, kau tak perlu khawatir, kita bertiga adalah murid paling hebat di sekolah ! bukankah begitu !?"
yakin rever.
jelas Silvia yang memaksakan diri namun masih ragu.
singkat kata rose, Silvia, dan rever saling berpegangan tangan membentuk lingkaran, lalu mereka mengucapkan mantra.
dengan ajaib keluar cahaya di tengah antara mereka bertiga, lalu cahaya itu berubah menjadi angin yang kencang.
semua orang langsung berfirasat buruk.
"a..apa kita ketinggalan sesuatu !!?"
teriak rose di antara bisingan angin.
"entahlah ! aku rasa... aku tak yakin !!!"
teriak rever juga.
"apa ini semua akan berdampak buruk ?!"
tanya Silvia yang takut.
seketika cahaya tadi meledak tak karuan.
sehingga seluruh perpustakaan berantakan.
mereka bertiga kaget dan melihat ke luar,
ternyata seluruh sekolah juga berantakan,
mereka seketika shock.
dan setelah beberapa saat menerima kenyataan.
mereka bertiga pun membersihkan sekolah dengan tangan mereka.
padahal awalnya yang perlu mereka lakukan adalah membersihkan debu, mengelap, dan hal mudah lainnya, namun karena ledakan tadi, semua benda yang dari kemarin rapi juga ikut berantakan.
"ha... aku yakin alasan lain kenapa pelayan istana tidak memakai sihir ini ketika bekerja karena hal ini"
keluh rose sambil menghembuskan nafas.
"sekarang pekerjaan kita jadi menambah 70%"
keluh rever juga.
"ma..maaf... jika kalian lelah kalian bisa pulang ! lagi pula ini pekerjaan saya, maaf telah membuat kalian dalam suasana ini.."
maaf Silvia sambil membungkuk dan merasa bersalah.
"kenapa kau minta maaf ? seharusnya ini salah kita semua karena tidak mempertimbangkan kembali tentang sihir itu ! keegoisan kitalah yang membuat kita dalam keadaan ini !"
jelas rever, yang mengatakan kenyataan.
"HAHAHA!!! aku tidak menyangka akan berada di situasi seperti ini bersama kalian di hidupku !
kurasa hidupku ada warnanya juga ya.."
tawa rose.
"benarkah ?"
tanya Silvia berkaca kaca.
"ya ! hidupku makin berwarna ! tapi warnanya suram dan gelap haha"
tawa rose.
"rose, bukankah tidak baik untuk seorang putri tertawa sebesar itu ?"
tanya rever mengingatkan.
"ya ! seumur hidupku aku ingin tertawa selepas ini ! rahasiakan ini ya !"
pinta rose.
"selera humormu unik juga ya rose "
komen rever.
"a..saya juga senang putri rose bahagia"
jelas Silvia dengan senyuman tulus.
rose menatap Silvia.
"entah kenapa. hari ini... meski keadaan kami seperti ini... aku merasa bahagia ... kenapa ? padahal ini adalah situasi yang buruk. tapi kenapa aku bisa sebahagia ini ? dan yang paling menggelikan kenapa rasa benci ku pada Silvia sedikit berkuran?"
tanya hati rose.
"ya seperti yang aku katakan, hidupku semakin berwarna suram dan gelap"
jelas rose.
"segelap apa pun malam, pasti ada bintang dan bulan yang menghiasi dan menyinari. benarkan....
rose ?"
tanya rever.
"kata kata itu seperti waktu... aku sudah tahu sih, saat pertama bertatapan...
ah sudahlah"
gumam hati rose yang bahagia.