SILVIA

SILVIA
antagonis adalah wanita yang polos ?



rever langsung berdebar.


"ka...kau!!!!"


teriak rever dengan malu.


rose pun menjauh dengan senyuman


seperti orang polos.


"dasar wanita polos tak tahu malu.."


kata hati rever dengan kesalnya.


"...hampir saja aku menyukaimu"


lanjut hati rever dengan tersipu.


"ahhhhhh makanan di sini lumayan enak ! ayo kita lanjutkan liburan kita ! enaknya bagaimana ya ~"


ajak rose.


"karena sudah jam 7 lebih... bagaimana bila kita main kembang api di tepi pantai !?"


saran rever.


"baiklah !"


semangat rose.


...~singkat cerita rose dan rever menikmati kembang apinya~...


"rose...."


tanya rever.


"ya ?"


jawab rose sambil memainkan kembang api dengan senangnya.


"a..aku hanya ingin mem.... ah enggak jadi ! nanti saja !"


jawab rever dengan gugup.


"ah aku lupa ! aku kan sedang menjadi Reza ! aku harus memberikannya besok saat menjadi rever."


kata hati rever.


"rose. malam ini kita akan menginap dimana ?"


yang rever.


"entahlah ! enaknya dimana ya !"


jawab rose yang masih asik main petasan.


"aku ingin beli daging bakar itu !"


tunjuk rose ke salah satu pedagang.


"bagaimana kau bisa sekurus ini dengan makan sebanyak itu ?"


tanya rever terheran heran.


"di istana dietku ketat ! karena ini hari istimewa aku akan melakukan semuanya sepuasku !"


jawab rose dengan percaya diri.


setelah membeli daging bakar yang di gulung gulung fever dan rose memakannya di dekat pantai.


rose menyandarkan kepalanya ke pundak rever karena kelelahan sepanjang hari sambil mengunyah daging bakar.


"rose... ini hari terbaik dalam hidupmu ya ? sepertinya... i...ini... juga hari... terbaik dalam hidupku..."


gumam rever pada rose, dengan tersipu malu.


"...kau menganggap aku orang yang kau sukai ya ? sedangkan kau pernah keceplosan bahwa rever lah orang yang kau sukai ya ?"


tanya rever.


"aku akan menganggap maksud kau 'menyukaiku' sebagai teman bukan sebagai pasangan kan ? karena kau itu orangnya polos lho... lalu... aku yakin ini akan menjadi hari paling bahagiamu ! karena... sebenarnya aku orang yang kau sukai !"


kata rever dengan semangat dan menoleh pada rose.


namun...


"...aku adalah...."


"...rever..."


kata rose yang melanjutkan bicaranya.


nampak rose sudah lelap dari tadi.


rever pun memeluk rose dan menggendongnya dan ingin menidurkan rose ke istana.


...~keesokan paginya~...


cahaya pagi menyilaukan mata rose yang sedang tidur.


rose pun terbangun.


"tuan putri... Anda sudah bangun"


kata datang rose.


"oh Emily ! tolong siapkan aku sarapan"


kata rose yang belum sadar ada di istana.


"baik nona !"


kata Emily.


saat rose memegang gagang pintu kamar mandi...


"nona... nona kemana saja ? yang mulia seidon mencemaskan anda, tuan rever juga tidak ada semua orang menebak tuan rever ingin menjemput nona !"


kata Emily.


rose pun mulai merasa ada yang aneh dan teringat sesuatu.


"namun ada rumor nona sedang pergi menyelesaikan urusan kerajaan di luar kota,


tapi orang orang curiga kenapa yang mulia cemas dan rever mencari anda !"


jelas Emily.


"a..oh iyaya!!!"


teriak rose sadar.


"nona sepertinya hanya saya saja yang baru sadar nona sudah pulang, bagaimana bila daya memberitahu..."


kata Emily yang omongannya akan di potong


"...jangan! ti..tidak usah beri tahu ! aku sudah menyapanya !"


kata kebohongan rose agar tidak di curigai.


...~di sekolah~...


"i..itu kan rose."


"jadi rumor mana yang benar ?"


"kita tanyai langsung saja"


kasak kusuk terdengar.


kemudian banyak orang berkumpul pada rose.


"rose selama ini kamu kemana ?"


tanya semua orang.


"ah aku ada urusan di luar kota !"


jawab rose.


" untungnya Emily menceritakan itu"


kata hati rose.


"hai rose !"


sapa rever.


"re...rever ?"


kata rose terheran heran sekaligus senang