SILVIA

SILVIA
jebakan untuk Silvia



keesokan harinya... di sekolah


"aku harus membuat rumor buruk Silvia...


tapi bagaimana ?


tak mungkin aku hanya mengata ngatainya saja, aku harus punya bukti juga..."


kata hati rose.


"hai rose sedang apa ?"


sapa Dahlia


"ah aku hanya melamun sesaat"


jawab rose.


rose pun tak sengaja menatap atap dan loteng.


lama kelamaan akhirnya dia kepikiran sesuatu.


"ah aku punya ide... tapi... ide ini sangat beresiko untukku... bagaimana ya..."


rose berpikir keras.


"hai rose ?"


sapa rever yang tiba tiba datang.


"rever!!! itu dia ! aku bisa memanfaatkan nya ?"


kata hati rose.


"rose, seidon mengkhawatirkanmu"


jelas rever.


"anu...kenapa yang mulia mengkhawatirkam rose"


tanya riria


"ah hanya masalah kecil"


jawab rever.


"ah benar juga aku hanya kembali ke istana tapi aku masih belum bertemu seidon, kurasa dia cukup peka bahwa aku sedang tidak mau menemuinya"


jelas hati rose.


"apa seidon menyuruhmu mengatakan ini ?"


tanya rose.


tiba tiba rever tersentak seolah olah dia ketahuan


dengan cepat rever pun menjawab.


"a..anu... i...itu..."


belum selesai menjelaskan rose sudah ngomong duluan.


"sudahlah, katakan pada seidon aku sedang tidak mau menemuinya"


bisik rose pada telinga rever.


"eumh...."


lanjut rose melamun.


sampai akhirnya rose memikirkan rencana yang matang.


"Dahlia, Riria, jam istirahat aku membutuhkan kalian"


suruh rose.


Dahlia dan riria hanya mengangguk dan tersenyum lalu mereka pun ke kelas.


...~jam istirahat~...


"Dahlia tolong bawa semua orang di kelas ke ruang tengah sekolah, katakan bahwa aku ingin memberi seluruh kelas hadiah, karena hari ini aku sedang bahagia, jangan lupa ajak lalu Riria ajak rever ke ruang tengah lantai dua, bawa dia melewati jalan itu, sampai aku memberi kode lainnya,"


jelas rose.


meski mereka tak tahu rencana rose tapi mereka percaya pada rose.


"sekelas untuk menyebarka. rumor sudah cukup ya.. ah sepertinya ada yang kurang..."


kata hati rose.


"oke semua ayo lakukan perintahku !"


jelas rose.


"sekarang yang perlu kulakukan bertemu Silvia di loteng ruangan tengah lantai tiga.


ah itu dia Silvia..."


kata hati rose yang menatap Silvia.


Silvia pun menatap rose kemabali.


"Silvia... hari ini aku ingin kau menyicil hutangmu padaku"


kata rose.


Silvia pun mengikuti rose di loteng.


nampak semua orang dari bawah sedang berkumpul berkasak kusuk.


"Silvia mendekatlah"


suruh rose.


Silvia pun mendekat perlahan.


"dorong aku"


suruh rose lagi.


"a...apa ?!"


tanya Silvia kaget.


"setelah hal ini terjadi, jangan bilang apa apa"


jelas rose.


Silvia hanya mengangguk.


lalu seketika rose terjatuh seolah olah di lempat oleh orang lain


"KYAAAAAAAAAAA!!!!!!"


TERIAK ROSE.


rever yang melihat rose terjatuh dari lantai tiga langsung melompat dan menangkap rose.


semua orang juga kaget dan shok.


tiba tiba semua orang melihat ke arah Silvia yang hanya seorang diri di lantai 3.


saat rose turun,


rose menangis histeris.


"waa Sivia ada dilantai dimana rose jatuh"


"apa Silvia yang mendorong rose ? aku meragukannya"


"tapi kalau bukan Silvia, apa masuk akan jika rose jatuh sendiri ?"


bukan hanya Silvia saja yang kaget.


dahlia dan riria yang merupakan teman dekat rose juga kaget.


"huuu rever aku takut... hiks hiks..."


rintihan rose.


semua orang yang di sana langsung bersimpati.


tiba tiba Silvia datang dari loteng turun dengan tangga.