
~keesokan harinya di sekolah~
"kamu sudah dengar ? yang mulia datang kemari !"
"iya, katanya dia mencari rose ! tapi aku tidak tahu kenapa ?"
"apa rose kabur ? tapi tidak mungkin rose bukan orang seperti itu"
kasak kusuk terdengar sampai telinga Silvia.
Silvia begitu kaget dan khawatir, dia menyalahkan dirinya untuk hal kemarin, tapi tiba tiba seidon datang,
suasana mendadak canggung.
"untuk yang kemarin, aku benar benar minta maaf"
kata seidon yang seolah olah tidak melihat isi hati seseorang
"tidak... sepertinya saya yang salah"
kata Silvia khawatir
"kau jangan menyalahkan dirimu, yang kemarin itu masalah pribadi, yang akan selesai dengan cepat, tenang saja"
jelas seidon.
"maaf, tapi memangnya apa yang terjadi pada rose ?"
tanya Silvia.
"dia bilang ingin menyendiri, dan sedang tidak ingin bertemu denganku, jadi aku ke sini"
setelah bercerita akhirnya Silvia pergi,
lalu tiba tiba banyak gerombolan orang bertanya pada Silvia.
"Silvia, kamu bertemu yang mulia ? apa kamu tahu tentang rose ?!"
"Silvia, kamu bertanya apa yang terjadi pada rose tidak ?"
"Silvia......"
"ah aku akan cerita, kumohon tenang,...
tadi yang mulia bicara masalah sekolah tenang saja,.. tapi aku sedikit bertanya soal rose, dia bilang... rose... sedang pergi... ke suatu tempat untuk masalah kerajaan... tapi mungkin karena saking sibuk... rose sampai tidak bisa sekolah dan pulang, jadi yang mulia ingin memeriksa kondisinya..."
jelas Silvia.
"kalau seperti ini, tidak apa apa kan ?"
kata hati Silvia,
"ah seperti itu rupanya, bukankah kalau ingin cek kondisi rose, tinggal pergi ketempat itu ? kenapa ke sekolah ?"
tanya salah satu teman kelas.
"ah aku tidak tahu, yang mulia hanya bilang demikian saja.."
jelas rose
"ah mungkin karena tempatnya jauh..."
"atau yang mulia ingin memeriksa sekolah. baru tempat itu, agar tidak buang buang waktu..."
"yah kemungkinan besar begitu, setidaknya ini bukan masalah besar."
kasak kusuk orang menyimpulkan.
"tapi... anehnya kenapa rever jiga tidak datang ? padahal kemarin tidak ada dia. apa hanya kebetulan ?"
tanya hati Silvia.
~di hotel tempat rever dan rose~
"kau tidak pulang ?"
"tidak, saya khawatir pada nona saja,"
jelas rever.
"Reza, maaf kemarin ya... aku akan memberi imbalan...."
kata rose
"...tidak usah, anda seorang putri, saya akan tutup mulut, jangan ragukan saya nona"
jelas rever.
"iya... harusnya tidak boleh anggota kerajaan mempercayai orang tidak dikenal, tapi aku percaya padamu"
kata rose.
"ngomong ngomong, berapa lama anda akan kabur ?"
tanya rever.
"entahlah, aku juga capek dengan urusan kerajaan, belajar, dan politik, aku ingin kabur ku ini menjadi liburan !"
kata rose dengan semangat,
"ta...tapi...bukankah bila terlalu lama, masalahnya akan membesar ?"
tanya rever lagi.
"iya sih, akan sangat aneh jika seorang putri sepertiku jarang ada, baiklah aku akan liburan 1 Minggu saja !"
semangat rose ?
"apa ?! tidakkah itu terlalu lama ?"
tanya rever
"kalau begitu kapan ?!"
tanya rose balik
"satu hari saja !"
jelas rever
"ah benar juga sih... kalau lama lama akan merepotkan nantinya... baiklah hari ini saja ! besok aku akan pergi sekolah !"
jelas rose dengan semangat.
"yah baguslah !"
kata rever setuju.
"tapi... Rev... Reza ! karena hanya hari ini ! kau mau menemaniku sampai sepuasnya kan ?
hanya hari ini.... besok dan seterusnya akan sulit mendapatkan hari ini... hari ini hanya sekali ! aku ingin menghabiskan hari ini sepenuhnya ! bahkan sampai detik terakhir !"
semangat rose... berharap Reza menerimanya.
karena rever berpikir ini adalah hal baik, dan rose temannya,
"aku menolak..."
kata fever dengan jelas.
"kau menolak untuk menghabiskan waktu bersamaku ?"
tanya rose dengan sangat sedih
"bukan ! aku menolak untuk pulang ! aku akan pergi bersamamu hari ini ! aku akan menghabiskan waktu hari ini bersamamu sampai bintang malam ini berakhir !"
jelas rever dengan semamgat.