SILVIA

SILVIA
kematian rose



Silvia langsung menaiki tangga, karena tangganya sangat panjang di tambah Silvia baru saja jatuh, butuh waktu untuk sampai pada rose.


"tuan putri ! apa anda baik baik saja ?"


tanya Silvia yang melihat darah dari dada rose.


karena jurus juga dapat melukai serangan luar.


"hari itu.. menyenangkan sekali ya... Reza.."


kata rose.


rever seketika kaget. dia Baru sadar bahwa identitasnya sebagai Reza terbongkar.


"kau pasti kaget rever... saat pertama kali melihatmu di kuda itu, aku langsung mengenalmu, tapi aku berpura pura tidak tahu, agar aku bisa lebih lama bersamamu, menyenangkan sekali ya... sepertinya aku tidak bisa menjalani hari bahagia itu lagi "


gumam rose yang mulai bercucuran air mata.


"SRUUUUKH"


suara rose mulai jatuh, namun seidom memeluknya.


"rose !!!"


teriak seidon yang dari tadi diam saja karena shock.


"tuan putri !"


teriak Silvia yang baru sampai dari menaiki tangga.


"kakak... janji kakak itu... aku ingin pergi kepantai bersama kakak, dan keinginanku terwujud saat itu, tapi suasananya buruk ! aku ingin pergi kepantai lagi bersama kakak... tapi sepertinya tidak bisa..."


rintih rose sambil menahan tangisan.


"rose bertahanlah... dan kita akan pergi kepantai bersama"


bujuk seidon sambil mengeratkan pelukannya.


"huuu... Silvia.. mengganggumu sangat menyenangkan... maafkan aku..."


rintih rose dengan lemah.


"tidak apa apa tuan putri ! saya sangat senang bisa menghibur tuan putri dengan cara di ganggu ! saya benar benar senang ! maafkan atas kesalahan saya juga !"


kata Silvia dengan senyuman lebar.


"a... aku... saat itu sangat senang... ketika aku membersihkan seluruh sekolahan dengan mu dan rever ekspresiku memang sedang kesal.. tapi aku sangat senang... sampaikan terima kasihku pada Dahlia dan riria, meski mereka teman tak berguna tapi aku senang !"


jelas rose.


rever saat itu tidak bisa menggerakkan tubuhnya, dia hanya berdiri membelakangi rose.


tapi aslinya rever benar benar sedih dan meneteskan air mata, namun ia menunduk agar tidak ketahuan.


jelas seidon yang sangat sedih.


"kupikir hidupku menderita... ternyata tidak..ha..."


hembusan nafas terakhir rose.


"ti...tidak mungkin !!! rose !! bangunlah !!!"


seru seidon.


"cepat panggilkan dokter !"


teriak seidon.


...~keesokan harinya~...


pemakaman rose di lakukan dengan tenang...


Dahlia dan riria menangis saat dilakukannya proses pemakaman.


Silvia membawa bunga, dengan tatapan sedih.


sedangkan seidon berdiri tegap dengan tenaganya dan sangat menghormati rose.


namun...


si sisi lain...


rever menunduk, dia benar benar menyesal,


saat itu rever hanya memperhatikan tangan kanannya yang mengepal kalung couple nya dengan rose sebagai tanda persahabatan.


"heh, sahabat mana yang membunuh sahabatnya sendiri... setelah kau mati... kenapa aku baru sadar bahwa aku juga mencintaimu ?!"


rintihan hati rever, yang membuat rever


mengeluarkan air mata.


"kenapa aku selalu menganggap bahwa aku menyukai Silvia ?! padahal sebenarnya aku mencintai rose"


rever mulai menyesak.


"aku benar benar menyesal... kumohon... apa saja... aku ingin rose kembali...kembalikan roseku!!!"


rintih rever dalam hati.


"apa pun... akan kulakukan agar kau hidup kembali... aku benar benar menyesal... saat itu tubuhku tak terkendali... kenapa ?... aku benar benar menyesal, kenapa aku sampai harus membunuhmu... kenapa... aku benar benar menyesal... kumohon kembalikan aku pada hari itu lagi ! hari dimana 1 jam sebelum aku membunuh rose... hari dimana aku membersihkan seluruh sekolah dengan Silvia dan rose... hari dimana... aku menjadi Reza..."


rever tersedu.