
...~keesokan harinya di istana~...
"kurasa untuk beberapa hari aku akan di kamar, agar orang yakin aku sedang shock.
ah~ haha
padahal aku sedang senang~
kau pasti sedang dimarahi orang tuamu ya Silvia ?
kau pasti sedang di jauhi teman teman mu dengan tatapan jahat ya~
aku senang sekali lho~
tapi...
aku belum puas dengan tindakkan ku.
aku harus memikirkan rencana lagi agar orang yakin,
orang setimu pasti tak yakin...
termasuk rever...?”
kata hati rose.
"Yang Mulia Raja datang berkunjung Tuan Putri!"
"seidon ?!"
sentak rose.
"rose... tinggalkan kami berdua"
suruh seidon pada pelayan dan yang lainnya.
"rose..."
tanya seidon.
"dia datang ke sini mau apa ?
ada 2 kemungkinan...
dia datang karena janjinya
atau datang karena Silvia ?"
tanya hati rose.
"ada apa kakak datang ke sini ?"
tanya rose dengan tatapan dingin...
nampak aura rose saat itu sedang tidak bagus bertemu seidon.
seidon merasaka aura raispir merah di tubuh rose.
*untuk pembahasan raispir akan di bahas di eps selanjutnya,*
"padahal aku hanya ingin menemui rose karena khawatir.
tapi karena aku yakin rose sedang marah aku ingin menggunakan rumor baru kali ini agar bisa menemuinya"
kata hati seidon.
"aku dengar kemarin kau terjatuh dari lantai 3, beruntung rever menyelamatkanmu,
tapi yang ingin kutanyakan..."
kata kata seidon seketika terpotong.
kata rose dengan tatapan malas.
"ah...i..iya.. bagaimana mungkin Silvia melakukan kejahatan seperti itu.. kau yang mengada Ngada kan ?"
tanya seidon.
"kalau hanya itu yang ingin kakak bicarakan sebaiknya kakak pergi"
usir rose dengan santai.
"rose.. jawab pertanyaanku..."
kata seidon dengan geram.
"kakak... aku lelah aku ingin istirahat..."
kata rose yang mencoba mengusir seidon.
"hah... rose.."
gumam seidon.
rose hanya diam tak peduli.
"apa kau masih marah..."
kata kata seidon terpotong-
"...kak aku lelah... untuk yang di pantai itu... aku tidak ingin mengingatnya karena itu sangat memalukan, jika kakak ingin membuat semuanya lebih ringan. maka aku ingin kakak menjauhi Silvia, aku ingin kakak tidak menyukai Silvia"
jelas rose dengan tatapan dingin.
"rose... apa maksudmu ?! apa salah Silvia sampai kau seperti ini ?"
tanya seidon.
"apa hak kakak tahu soal masalah pribadi ku ?! percuma saja aku jelaskan ! kakak tak akan pernah mengerti ! karena di mata kakak hanya ada Silvia dan kerajaan, tak ada waktu untuk keluarga, sudahlah ! aku lelah,
bisakah kakak pergi sekarang ?!"
suruh rose.
seidon pun pergi tanpa meninggalkan satu kata pun,
dia melewati orang orang dengan tatapan biasa, sehingga tak ada yang curiga,
...~di kamar seidon~...
"a..aa...argh... ukg"
rintihan seidon yang ingin berteriak agar beban hidupnya berkurang namun tak bisa karena dia terlalu sedih untuk berteriak.
"rose... bagaimana kau bisa sejahat ini ?
yang jahat itu kau atau aku ? apakah janji itu sangat penting bagimu, ? maafkan aku rose
apa itu yang ingin kau dengar dariku ? apa dengan berkata itu kau akan kembali seperti dulu ? tersenyum dan menemaniku dengan tatapan polos layaknya seorang anak kecil ?
saat itu aku merasa jengkel padamu ! tidak kusangka aku akan merindukan saat saat itu.
kumohon kembalilah..."
runtuh hati seidon.
sementara di kamar rose.
"ha... kenapa aku kepikiran soal kakak terus ? padahal soal menjatuhkan Silvia lebih penting..."
guman hati rose.