SILVIA

SILVIA
mengganggu silvia



riria dan Dahlia seketika berbinar,


tak menyangka rose sepemikiran dengan mereka.


"kalau sudah begini enaknya di apakan ya rose ?"


tanya Riria dengan senyuman jahat.


"jam istirahat masih panjang~ ayo kita latihan"


kata rose yang bangkit dari kursinya dan berjalan, yang kemudian diikuti Riria dan Dahlia.


"itu orangnya rose ! sepertinya dia sedang ingin ke toilet"


tunjuk Dahlia.


rose dan teman temannya pun mengikuti Silvia.


kebetulan di kamar mandi sedang tidak ada siapa siapa di tambah kamar mandi di sekolah ada banyak jadi orang lain akan menggunakan kamar mandi yang lain juga.


"rose ?"


kata Silvia yang melihat rose.


rose menatap Silvia dengan tatapan dingin dan merendahkan.


Silvia pun menunduk dan termenung.


"ma...maafkan aku... kemarin..."


kata Silvia dengan bingung.


"kau sudah tau dirimu salah ! maka bayarlah perbuatanmu itu"


jelas rose dengan sinis.


"sa...saya akan menembus kesalahan saya.."


kata Silvia dengan yakin.


"baiklah, kesalahanmu itu tidak mudah di maafkan ! jadi...."


kata rose yang melirik ember empelan berisi air kotor.


dahlia pun mengerti dan langsung mengambil ember itu dengan tenaganya,


lalu menyembur Silvia.


"BYUUURRR~"


"ah... maaf Silvia sepertinya tanganku licin ! padahal tadinya aku ingin memindahkannya saja ! hihi"


kata Dahlia.


Silvia hanya bisa diam dan menunduk.


"Silvia ini masih belum cukup, jika kau merasa bersalah kau harus menerimanya ! dan jangan libatkan siapapun !!!"


kata rose. lalu mendekatkan bibirnya pada telinga Silvia dan berbisik.


"maksudku seidon dan rever... mereka tak boleh tahu soal ini... kau yang salah... jangan dekat dekat mereka lagi dasar wanita penggoda"


bisik rose pada Silvia.


Silvia pun tersentak dan hanya diam mengangguk.


rose dan teman temannya pun pergi ke kelas.


...~di kelas~...


"eum ? diamana Silvia ?"


tanya guru yang baru masuk.


"Silvia tak pernah terlambat masuk kelas, tapi ayo kita lanjutkan pembelajaran"


jelas guru.


"kriettttt"


suara desisah pintu yang dibuka dengan perlahan.


dan muncul lah sosok Silvia yang basah kuyup.


dia menunduk.


seluruh rambutnya meneteskan air.


semua orang tercengang


ada yang berbisik dan tertawa,


"maaf pak, saya terlambat"


jelas Silvia.


"Silvia, apa yang terjadi ? kenapa kau basah ? ayo jelaskan"


tanya pak guru.


tanpa di ketahui orang Silvia melirik rose


dan rose menatap Silvia dengan dingin.


"sa...saya hanya terjatuh di kamar mandi... dan tak sengaja ember di kamar mandi menumpahi saya...."


jelas Silvia.


"baiklah, kau boleh duduk"


kata guru,


Silvia pun melangkah sambil menunduk,


nampak semua orang yang ia lewati meliriknya, sehingga terdengar bisik bisikan.


"puffth lihatlah bedak murah yang ia kenakan luntur"


"bagaimana bisa Silvia terjatuh ?"


"kasihan Silvia"


banyak bisikan tentang Silvia yang beragam.


namun Silvia hanya bisa diam.


...~pulang sekolah~...


"Silvia ! aku dengar kau terjatuh dari kamar mandi ? bagaimana bisa ?"


tanya rever.


"ah saya salah langkah saja"


jelas Silvia.


diantara obrolah Silvia dan rever nampak rose ,Riria, dan Dahlia melihat mereka


"padahal aku sudah dengan jelas memperingatinya ! jangan dekat dekat seidon dan rever, di tambah kenapa lebih banyak orang yang mempedulikannya ? aku harus bertindak agar tak ada orang yang dekat dengan silvia"


kata hati rose dengan sangat geram.


Silvia pun melirik pada rose dan dia baru ingat ancaman rose agar tidak dekat dekat dengan seidon dan rever.


"Silvia kamu baik baik saja kan?"


"Silvia jika kau punya luka saat jatuh beri tahu aku ya"


"Silvia...."


terdengar banyak orang yang bersimpati pada Silvia.


termasuk rever.


"a..aku ingin pulang, aku kedinginan"


kata Silvia.


"kau kedinginan ? ini ! pakai saja jas ku !"


kata rever yang membuka jas nya


"ti...tidak usah"


jelas Silvia yang langsung berlari.


"Silvia... melihatmu menolak sungguh imut haha"


kata hati rever.


rose sangat geram saat itu ! rasa rasanya dia ingin berteriak dan langsung mencekik Silvia.


"rose, aku bingung kenapa kau marah jika Silvia dekat rever ?"


tanya Dahlia.


"ah aku benar benar tak suka dia di sayangi banyak orang ! di tambah rever kan aku yang membesarkannya aku juga telah memberinya marga pria terhormat aku tidak suka jika Silvia mendapat simpati darinya ! marga mereka tak cocok !'


jelas rose.