
"a.. apa maksudmu sangat perhatian !?? rever tak cocok untukmu ! itu sudah jelas ! kamu lebih cocok dengan... Andian ! ya ! andian ! dia memang bukan bangsawan ! ta.. tapi dia kaya ! maksudku dia cocok dengan mu ! ya itu !"
jelas rose
"be..begitu kah.. tapi.. saya tidak tahu... karna... menurut saya cinta itu bukan dari siapa dia.. tapi dari hatinya..."
jelas Silvia
"k..kau.."
gerutu rose
"baiklah aku harus kembali. seperti yang kau tahu, aku sibuk.."
jelas rose
"baik tuan putri, sampai nanti"
sapa Silvia
"dia pikir siapa dia ? beraninya sok akrab dengan putri sepertiku ! ingatlah margamu !"
pikir hati rose
sambil berjalan
"bruk"
"ah siapa yang menghalangi jalan ?"
kata rose sambil menoleh ke atas dan melihat orang itu..
rose kaget setelah tahu orang itu adalah rever.
"re.. rever ?"
kata rose heran
"apa dia mendengar pembicaraanku dengan Silvia ?!"
tanya hati rose
"rose... kenapa kau menjelek jelekan kan aku pada Silvia ? dan menjelekan kakakmu juga"
tanya rever dengan geram
"aku tidak menjelek jelekanmu ! aku hanya memperingati dia agar dia tidak menyukaimu !"
kata rose dengan menunjukan isi hatinya
"kenapa dia harus tidak menyukaiku ?"
tanya rever dengan sangat geram
"ah i..itu... tentu saja karena dia hanya seorang Baron ! rever, ingatlah aku yang telah memberikan banyak hal padamu ! harta, marga dan yang lainnya ! apa kau ingin membuat itu semua sia sia ?!"
jelas rose
" Silvia seorang Baron, bukankah dia lebih baik dari pada aku yang bukan bangsawan ?"
tanya rever dengan tatapan dingin
" sudah lama belajar, tapi kenapa kau belum pintar pintar ?! aku telah memberikan gelar "pria terhormat" padamu. apa kau lupa ?"
jelas rose
"aku tidak menginginkan gelar itu.. kau bisa mengambilnya lagi... yang aku ingin kan hal lain"
kata rever
"a.. apa yang kau inginkan ?!"
tanya rose
"Silvia.. bantu aku mendapatkan Silvia.. bisa kan"
jawab rever
"rose, kau bilang kita adalah teman baik kan ? dan sesama teman harus saling membantu kan ? bantu aku mendapatkan Silvia ! maka aku akan membantumu mendapat laki laki yang kau inginkan juga !"
jelas rever
dengan ekspresi lembut dan ramah
"a.. aku..."
kata rose gugup sambil menahan rasa sakit hatinya..
"apa yang harus aku katakan ? aku menyukai rever dan aku selalu memberikan apa yang dia inginkan ! apa aku harus melakukannya juga untuk hal ini ? aku... entah kenapa tidak bisa bersandiwara di hadapan rever... padahal aku sebenarnya tidak tertarik dengan marga.. aku hanya menggunakan marga agar rever dan kakakku tidak menyukainya...
Silvia... kau begitu jahat, kau telah merebut orang orang yang kusayangi..."
kata hati rose
tanya rever dengan senyuman dan harapan
"ya. aku akan membantumu sebisa ku.."
jawab rose dengan lemas
"yang penting sekarang aku harus membuat hubungan ku dengan rever baik ! urusan Silvia nanti saja"
kata hati rose
"rose ! terima kasih banyak ! kau adalah teman terbaik ku ! aku akan benar benar berhutang padamu !"
kata rever dengan semangat
"ah iya sama sama, tapi sepertinya kita harus segera pergi ke kelas.."
kata rose dengan lembut sambil berjalan menuju kelasnya
namun ternyata rose terlambat masuk kelas...
sesampainya di pintu kelas semua orang melihat rose
"maafkan saya pak guru... tadi saya ke toilet karena tiba tiba perut saya benar benar sakit..."
alasan rose, dengan sandiwaranya..
semua orang langsung percaya rose
tapi guru tetap tidak bisa pilih kasih, meski dia benar benar menginginkannya
"baiklah rose, namun peraturan tetap peraturan... bagaimana saat jam istirahat kau mengepel gudang ?"
perintah guru
"ah akan saya lakukan"
kata rose dengan sandiwara lemah
~jam istirahat~
"ah aku seorang putri kakakku seorang raja ! bagaimana bisa aku seperti ini ?!"
gerutu hati rose
"rose ! kami ingin membantumu ! tapi kami lapar ! bagaimana ya ?!"
kata lady Riris dan Ledy Dahlia
"ah tidak apa apa, yang salah kan aku, kalian makan saja !"
kata rose dengan sandiwara senyuman
"dasar teman tak berguna ! lebih mementingkan dirinya ! dia pikir aku tidak lapar emang !? lihat saja nanti kan ku balas !
kenapa orang orang di sekolah ini menjengkelkan ? kecuali..."
kata hati rose
"rever ?!"
tanya rose kaget yang melihat rever sedang membersihkan gudang
"apa yang sedang kau lakukan !?"
tanya rose sambil berjalan menuju rever
"saat aku masuk kelasku, aku terlambat ! kau sendiri mau apa ?"
tanya rever
"inikah takdir ? aku akan menghabiskan waktu berdua dengan rever meski untuk mengerjakan pekerjaan ini !" kata hati rose
"ah.. aku juga terlambat masuk kelas dan di suruh membersihkan gudang !"
kata rose dengan tidak semangat dan menggerutu
"benarkah ?! kalau begitu ayo"
ajak rever
"akhirnya aku bisa berdua dengan rever "
kata hari rose dengan semangat
" rose ! aku datang! "
kata Silvia
yang tiba tiba datang