SILVIA

SILVIA
keraguan



"tu... tuan putri... Anda... baik baik saja ?"


tanya Silvia.


semua orang langsung menoleh ke Silvia sebagian besar orang orang menatap Silvia sebagai tersangka.


"rever..."


rintih rose seolah olah takut dengan Silvia.


semua orang melihat rose yang takut ketika melihat Silvia.


dan semua orang pun mulai yakin.


"rose, katakan yang sesungguhnya.. apa yang terjadi.."


tanya rever.


"huu... rever... aku ke lantai 3 karena ingin melihat pemandangan orang berkumpul, aku ingin memberi orang hadiah karena aku tadi sedang senang... tapi... hiks.. hiks... aku baru sadar Silvia..."


rose langsung menghentikan


rintihannya, seolah olah dia takut dan tak ingin melukai perasaan Silvia.


semua orang pun mulai kasak kusuk.


ditambah orang orang dari kelas lain berdatangan, guru yang melihat itu pun mulai menghampiri kerumunan.


"ada apa ini!!!?”


teriak kepala sekolah


"se...semua...ini.... aku..tidak apa apa... hiks... aku hanya takut... tapi aku tidak apa apa....hiks hiks"


rintihan rose yang membuat rose menangis histeris.


"rever ! ada apa ini ?"


teriak Kepala sekolah.


"sepertinya rose terjatuh dari lantai 3, tapi beruntung aku menangkapnya, sekarang dia baik baik saja, sepertinya rose hanya shok"


jelas rever.


"bagaimana rose bisa terjatuh ?"


tanya kepala sekolah lagi...


"i...itu..."


rever menoleh ke Silvia.


ia bingung.


Karena Silvia adalah orang yang ia sukai dan ia tak ingin membuat Silvia dalam masalah,


tapi situasi benar benar menuduh Silvia.


rose yang menangis dari tadi menyembunyikan wajahnya ke dada rever


sambil terus bergetar.


semua orang makin berkasak kusuk,


mengira rose ingin menyembunyikan kesedihannya.


namun mereka salah besar.


kenyataannya rose ingin menyembunyikan


wajah bahagianya.


rose tak tahan menahan senyuman dan ingin tertawa lepas.


"betapa menyenangkannya melihat situasi ini... Silvia... kau pasti kesusahan menahan situasi ini ya... dan begitulah yang aku inginkan. rencana ku berjalan mulus. dan bagian yang terbaik...


rever... aku senang melihatmu mengkhawatirkan aku... aku yakin rasa sukamu pada Silvia akan berkurang"


kata hati rose.


"Silvia ! jawab !!! apa kau yang mendorong rose ?!"


teriak tanya kepala sekolah.


semua orang makin penasaran...


"rose... jika ini yang kamu mau... tak apa..."


yakin hati Silvia.


"saya... yang mendorong rose..."


yang langsung mengegerkan seluruh sekolah .


"apa Silvia orang seperti itu ?"


"sulit di percaya n tapi inilah kenyataan"


"apakah selama ini kita telah di bohongin oleh wajah polos Silvia ?"


"silvai ! kenapa kau melakukan hal itu ?!"


tanya Kelapa sekolah.


"saya..."


"kamu harus menjelaskannya di ruang kepala sekolah"


jelas kepala sekolah.


"rose.. kamu baik baik saja kan ? mau aku panggilkan kakakmu ?"


tanya guru.


"tak usah!!! ka...kakak... pasti sedang sibuk....aku tak mau mengganggu..."


jelas rose.


semua orang langsung semakin bersimpati pada rose...


"waa padahal rose pasti benar benar Shock


tapi dia masih menghawatirkan orang lain"


"kasihan rose"


"menurutku sebaiknya tetap menghubungi yang mulia !"


kasak kusuk*


"rose... sebaiknya kau pulang..."


jelas Dahlia dengan khawatir.


"benar rose, kesehatanmu lebih penting!"


kata Riria.


"terima kasih... aku akan pulang sekarang"


jelas rose.


"benar, pulanglah rose, biar rever yang mengantarmu."


kata guru


"baik"


turut rever


...~di kereta kuda perjalanan menuju istana~...


"rose, apa benar Silvia yang mendorongmu ?"


tanya rever dengan lemah.


"apa manurutmu aku hanya mengada ada saja ?"


tanya rose balik.


"bukan itu... masalahnya yang aku tahu Silvia bukan orang seperti itu..."


jelas rever.


"benar ! kalau rever saja ragu tentang Silvia pelakunya ! aku harus membuat rencana lagi agar semua orang yakin,"


pikir hati rose.


"aku juga tidak tahu kenapa Silvia mendorongku..."


jelas rose.


"baiklah.."


kata rever dengan lemah.


"lihat saja nanti ! aku akan menjatuhkan namamu Silvia !"


yakin hati rose