SILVIA

SILVIA
kalung couple



"rose apa kau ada waktu saat jam istirahat ? aku ingin makan bersama berdua dengan mu"


tanya rever


rose tiba tiba senang dan sangat menanti jam istirahat.


"te..tentu ! aku akan menemuimu !"


jawab rose.


...~jam istirahat~...


"ah aku lupa bertanya dimana aku harus bertemu rever"


gumam hati rose.


"rose !"


panggil seseorang di belakang rose.


"rever ?"


kata rose pada orang yang ada di belakang rose yang tak salah lagi adalah rever.


"ayo kita bertemu di tempat sepi "


kata rever.


rose pun berdebar dan mengikuti rever.


"rever... ada perlu apa ?"


tanya rose.


"a...aku hanya ingin memberimu ini !"


kata rever sambil memberikan sebuah kalung


"kalung ?"


tanya rose dengan berbinar binar.


"a...aku membuatnya sendiri. ini adalah kalung couple untuk sahabat selamanya.


aku punya pasangan kalungnya ! ini adalah kalung sihir aku membuatnya dari permata spirit ! bila kalung kita di gabungkan maka akan terbentuk nama sahabat abadi "


jelas rever.


rose sangat senang mendapat hadiah dari rever tapi di sisi lain rose juga sedih karena rever hanya ingin hubungan pertemanan saja padanya.


"te....terima kasih..."


kata rose dengan tatapan penuh kasih.


"jangan dihilangkan ya !"


suruh rever.


"iya ! itu pasti"


kata rose dengan senyuman bahagia.


"anggap saja ini hadiah karena kami sudah beberapa kali membantuku dekat dengan Silvia"


kata rose.


seketika raut wajah rose yang tadinya senang malah berubah menjadi diam.


rose pun dengan berani berkata.


"re...rever... aku sepertinya tidak bisa membantumu dekat dengan Silvia lagi"


kata rose dengan lemah.


"a...apa ?! kenapa ?!"


"i...itu... hubunganku dengan Silvia kurang baik. di tambah kak seidon menyukainya juga ! apa kau yakin bisa mendapatkan Silvia ?"


jelas rose.


"a..apa ? tapi...."


rever pun ingat kejadian di pantai ketika dia menyamar sebagai Reza.


dan rever pun memahami situasi Rose,


sehingga rever tidak memaksa rose.


"baiklah aku mengerti. rose, lain kali bila kau sedang dalam masalah kau tidak perlu sungkan sungkan untuk menceritikan semuanya padaku !"


suruh rever.


"ba...baik... tapi untuk masalah kali ini... agak..."


keluh rose dengan tak percaya diri.


"ya ! aku paham ! masalahmu pasti sangat penting ! dan kau butuh waktu untuk menyelesaikannya sendiri ! tapi kau jangan khawatir, aku akan selalu mendukung keputusan mu"


jelas rever dengan keyakinan


"terima kasih telah mengkhawatirkan ku ! saat ini aku hanya butuh teman untuk bersandar dan menjagaku !"


jelas Rose.


rever pun tiba tiba ingat kejadian semalam dimana rose bersandar padanya sedangkan rever menjaganya sambil membawanya ke rumah.


"ah waktu istirahat hampir habis ! ayo kita pergi !"


suruh rever.


"baiklah"


turut rose.


di perjalanan rose melihat Silvia menatapnya.


nampak seluruh tatapan Rose di penuhi kebencian,


Silvia pun nampak sedih dan menunduk.


di kantin...


rose bertemu dengan Riria dan Dahlia.


"teman teman aku memerlukan bantuan kalian, kalian akan selalu di pihakku kan ?"


tanya rose.


"tentu saja rose, jangan ragukan kami"


jawab Riria dan Dahlia,


"dan aku... eumh.... apakah kalian menyukai Silvia ?"


tanya rose lagi


"ah gimana ya.. orangnya baik sih... tapi... dia hanya seorang Baron... lalu... aku tak menyukai sikap kampungannya yang akrab pada semua orang ! aku selalu muak melihatnya ! jujur saja !"


kata riria


"aku juga ! aku yakin dia ingin mendapatkan simpati orang agar pas dia kesusahan dia punya orang untuk berteduh ! dan kau tahu ? ini benar terjadi kan ? ingat waktu ketika gudang rumah Silvia terbakar ? semua orang berdonasi dan gudang Silvia menjadi lebih bagus dari gudang yang dulu ! menjengkelkan bukan ?"


jawab dahlia


"wahhh... kalian jujur sekali ! jadi kalian tidak suka Silvia ya ? sebenarnya Silvia juga punya banyak hutang Budi kepadaku ! karena ada dirinya mimpiku selalu terhalang ! kita tidak bisa membiarkan serangga tak penting menggigit kita seenaknya kan ?"


kata rose dengan senyum smirk.