SILVIA

SILVIA
orang tua rose dan seidon



17 tahun lalu...


"nak... sebentar lagi, kamu akan memiliki seorang adik"


kata seira


"benarkah ? aku menantinya"


kata seidon


"yah kau hanya tinggal menunggu 9 bulan"


kata Roy


"ah bukankah itu terlalu lama ?"


gerutu seidon


"tunggulah nak"


kata seira


~9 bulan kemudian~


"selamat Bayi anda perempuan yang mulia raja "


"waahh terima kasih banyak.."


kata Roy


"GAWATTTTT!!!! CEPAT KE SINI !!! ADA PENDARAHAN BESAR!!!!"


teriak salah satu pelayan


yang membuat semua orang geger


dan para tabib pun berlari menuju kasir ratu seira.


"ini burukk , pendarahannya tidak bisa di hentikan !"


"ada apa ?"


tanya Roy


"yang mulia menurut tabib, saat melahirkan terjadi pendarahan, ini memang tidak aneh, tapi pendarahan kali ini benar benar parah !"


jelas tabib


"apakah istriku masih bisa diselamatkan ?!"


tanya Roy dengan nada tinggi dan panik


"kami akan mencoba sekuat tenaga, meski kemungkinannya kecil !"


kata tabib sambil berlari ke arah kasur ratu


~beberapa jam kemudian~


"yang mulia.."


panggil tabib dengan tubuh lesu dan lelah


"apa ?!! bagaimana keadaan istriku ?!"


tanya Roy khawatir


"maafkan saya yang mulia!!!! pendarahan itu telah berhenti dan ditangani!!! tapi saya dan yang lainnnya terlalu lambat !!!!!


nya..nyawa ratu....


TIDAK BISA KAMI SELAMATKAN !!!!


maafkan kami yang mulia!!!"


kata tabib dengan kepala berada dilantai dan berlutut,


di susul oleh tabib lain.


"deg deg deg"


raja tak bisa menerima kepergian istrinya...


dia pingsan di tempat dan mendadak punya penyakit jantung


beberapa Minggu dari situ akhirnya raja wafat


namun beruntung dia telah mewasiatkan bahwa takta akan ada pada seidon pada usia 18 tahun, dan sebelum itu seidon akan di titipkan pada Duke qilies, yang di percaya.


5 tahun kemudian...


"kakak... kenapa kita tidak bisa pergi keluar istana seperti bangsawan lain ?"


tanya rose


"kita harus mengurung diri.. setidaknya sampai kakak menjadi raja di usia 18 tahun"


kata seidon sambil mengusap kepala rose


"kakak... tapi aku ingin tahu dunia luar... aku ingin melihat laut yang luas, hutan yang lebat, dan festival festival seperti dalam cerita yang kakak baca..


aku ingin melihat semuanya !"


kata rose dengan harapannya


"ah kamu ingin melihat laut ya ? baiklah suatu hari nanti kakak akan membawamu ke laut yang paling luas daerahnya, banyak airnya, dan yang paling biru warnanya !"


kata seidon


"benarkah ? kakak janji ya ! kita harus pergi berdua ! pokoknya aku tidak akan pergi sendiri ! aku hanya akan pergi ke laut berdua dengan kakak !


kata rose dengan nada tinggi


"ah iya ! kakak janji ! akan kakak pastikan saat pertama kali kamu pergi ke laut ! kakak ada di sana ! bersamamu ! kakak janji !"


kata seidonn dengan sungguh sungguh


tapi....


~masa kini~


"kakak masih belum bisa melunasi janji Kakak... sesibuk itukah kakak... kenapa...


aku bermimpi masa lalu ya ?"


gumam rose di pagi hari


"nona... ayo bangun anda harus sekolah !"


kata mei song , dayang rose


"ba..baik..."


kata rose


sambil melirik pada Mei song


"no..nona ! mata anda ! apa anda habis menangis !?"


tanya Mei song khawatir


"a..apa ?! aku ? menangis ?, aku tidak bisa tidur tahu !"


kata rose


"begitu ya ! tapi tetap anda tidak bisa ke sekolah dengan mata begitu ! ayo saya bantu mengkonpresnya !"


tawar Mei song


"baiklah Mei "


kata rose...


sesampainya di kelas..


"tuan putri !"


sapa Silvia


"yg pagi pagi bikin mood ku ancur saja !"


kata hati rose


"hai Silvia apa kabar !"


sapa rose balik


"tuan putri ! bagaimana bila anda ikut saya sebentar !"


tanya Silvia


"ah baik"


jawab rose


~di belakang sekolah~


"maaf telah lancang, tapi bila anda punya masalah, anda bilang saja pada saya ! saya akan menjaganya dengan baik kok !"


kata Silvia


"ah iya ! yang kemarin ya !


jadi seperti ini..


aku sebenarnya sangat lelah menjadi putri aku ingin istirahat !


sepertinya kakakku terlalu memaksa !


Silvia !


dengarkan aku !


seidon memang raja yang baik !


tapi dalam masalah keluarga dia kurang dapat di pahami !"


jelas rose


"ma..maksud anda apa ya ?"


tanya Silvia


"a..aku hanya ingin mengingatmu untuk jangan sampai salah memilih pasangan!


i..itu saja !"


jelas rose


"oh... seperti itu... berarti kalau di pikir pikir... sepertinya rever adalah pasangan yang cocok !"


kata Silvia


"a.. apa ? maksudmu... kamu ingin rever !? bukan itu maksudku ? rever Tak cocok untukmu !!! kau tahu !!! i..itu !!! tidak semua cowok baik cocok dengan seseorang ! ka..kalau kamu.. cocoknya dengan.... seseorang yang lebih perhatian ! ya itu !"


kata rose dengan lantang


"tapi menurut saya rever juga sangat perhatian"