
"semua orang sedang tidak ada di kelas"
gumam hati rose yang berada di kelas sendirian.
"ini waktunya"
rose berjalan ke dekat tas Silvia.
lalu rose melihat tempat minum Silvia.
"dengan bubuk racun ini, semua orang pasti yakin dengan rencana ku"
yakin hati rose.
yang memasukan sesuatu kedalam minuman Silvia.
"baiklah sudah selesai, sebaiknya aku keluar,"
kata rose.
yang langsung pergi.
tidak lupa menghapus jejak rose,
rose juga membakar kemasan bubuk itu,
dan menghilangkan bekas bekas yang ia lakukan.
"ha... aku akan ke kantin"
gumam rose.
"rose kau dengar kabarnya ? katanya Silvia di hukum membersihkan seluruh sekolah selama seminggu dan dia di suruh merenungkan perbuatannya, setelah pulang sekolah"
jelas Dahlia.
"begitukah ?"
tanya rose memastikan.
"ayolah rose, jangan pura pura, kau senang kan atas kejadian ini ?, tenang saja kami juga senang si anak rendahan tak tau diri itu kena hukuman,"
jelas riria.
"dan rose tentang kau terjatuh dari lantai 3, aku tanya apa itu sandiwara atau beneran terjadi ?"
tanya Dahlia.
"rencanaku... tak boleh gagal, meski Dahlia dan Riria adalah temanku, tapi aku tahu betul sifat mereka, mereka terobsesi dengan harta, marga, dan rupa, sebaiknya aku jaga jaga saja"
jelas hati Rose.
"apa kalian meragukan ketakutan ku saat itu ? kalian pikir aku bersandiwara ? kali ini tidak, aku benar benar shock tapi sekarang sudah mendingan"
jelas rose dengan keyakinan.
"ah rose maafkan aku telah berburuk sangka! kau pasti takut"
jelas riria.
"ah tak apa..."
kata rose sambil tersenyum.
"oh ya rose, apa kau tau rumor baru telah beredar ? katanya Silvia kesurupan ! jadi itu sebabnya Silvia mendorongmu !"
jelas Dahlia.
"apa ? rumor itu pasti tersebar ketika orang diam diam mendengar percakapanku di ruang kepala sekolah ketika aku mengatakan 'aku melihat warna mata Silvia merah' dasar orang orang bodoh, tapi aku suka"
jelas hati rose.
"benarkah ? ya aku juga merasa begitu, aku melihat mata Silvia berwarna merah"
jelas rose.
rose hanya diam tegap dengan mata dingin.
"lihatlah seseorang yang tak tahu diri dan kehilangan muka, dia pikir dia sedang berurusan dengan siapa ? "
sindir riria.
lalu Silvia pun mengarah ke tasnya, nampak Silvia sedang putus asa, karena dia tak tahu harus melakukan apa, Silvia pun mengambil botol minum dan meminumnya sampai habis,
rose yang melihat itu seketika senang.
namun saat itu tak terjadi apa apa pada tubuh Silvia.
dan hanya rose yang mengetahui alasannya.
...~jam pulang~...
sesuai hukuman, Silvia membersihkan seluruh sekolah.
"haha lihatlah anak ini, beraninya dia mendorong putri rose dari lantai 3,
kau beruntung karena tak ada bukti, atau kepalamu mungkin sekarang sudah tidak ada"
sindir sekelompoh orang yang mengotori sekolah agar Silvia membersihkannya lagi.
Silvia hanya tunduk dan melakukan semuanya.
rose yang melihat itu merasa terhibur.
lalu pandangannya tiba tiba melihat rever yang ada di ujung sana sedang berjalan ke arah Silvia, dengan muka yang marah dan rose yakin sepertinya rever akan mendukung dan membantu Silvia,
seketika rose berlari lebih cepat dan menemui Silvia.
"hei ! kalian pikir membersihkan seluruh sekolah itu hal yang mudah !? apa kalian tak punya hati ? beraninya kalian menambah masalah ! sekarang aku minta kalian untuk minta maaf pada Silvia !"
bentak rose yang membuat semua orang kaget.
termasuk rever yang kaget sekaligus senang dan bangga pada rose.
"Ro...rose ? padahal Silvia telah melukai anda ! bagaimana bisa anda..."
kata salah satu orang yang merepotkan Silvia.
"ya ! Silvia telah bersalah padaku, kenapa kalian yang sewot !? apakah Silvia juga melakukan kesalahan pada kalian ?!"
tanya rose dengan sindiran.
"Ro...rose... maafkan kami, kami hanya membantumu membalaskan dendam mu .."
kata seseorang lagi.
"membalaskan dendam apa ? apa aku punya dendam pada Silvia ? sebaiknya kalian pulang sana !"
jelas rose.
perintah rose langsung di turuti.
semua orang pun pergi.
"rose, aku bangga padamu, padahal kau... Silvia...., tapi kau begitu lembut dan pemaaf, aku sangat terharu melihatmu !"
puji rever dengan senyuman.
yang membuat rose senang.
"kalau begitu... ayo kita bantu Silvia membereskan sekolah !"
ajak rever pada rose.