
"A!!?... ba..baik"
timbal reon Dengan kaget.
"aku yakin nona rose tidak menyukai Silvia, tapi ternyata dia masih punya hati untuk berbuat baik juga"
kagum hati reon.
dengan cepat reon pun berpamitan dan bergegas ke luar.
...~sesampainya di pedesaan~...
"aku hanya tinggal mencari cara agar Silvia dan igi tak curiga bahwa mereka akan mendapatkan 1000 gold kan ?"
jelas hati reon.
setelah berpikir beberapa saat akhirnya reon memiliki ide.
reon bergegas berganti baju layaknya orang kaya, dan ia juga meminta beberapa pasukannya berpenampilan seperti itu.
"PERHATIAN!!! BOS KAMI YANG SANGAT KAYA SEDANG MURAH HATI !!! KAMI AKAN MEMBERIKAN 1000 GOLD UNTUK ORANG YANG BERUNTUNG!!!"
TERIAK REON.
"seribu gold ? apa ini mungkin ?"
"pasti penipu"
"huh ! penipu"
kasak kusuk terdengar.
"JIKA KALIAN TIDAK PERCAYA KALIAN BOLEH MENCOBA !!! CARANYA KALIAN TULIS NAMA KALIAN DI KERTAS KECIL !!! LALU KALIAN GULUNG DAN MASUKAN PADA WADAH INI ! SETELAH ITU KAMI AKAN MENGAMBIL SATU KERTAS YANG KALIAN GULUNG ! NAMA YANG ADA DIKERTAS ITULAH YANG AKAN MENDAPATKAN 1000 GOLD !!! JIKA KALIAN TIDAK PERCAYA, KALIAN BOLEH MENCOBA ! KALAU KALAH PUN KALIAN TIDAK AKAN RUGI KAN ?"
teriak reon, yang menawarkan,
"wah benar juga, tak akan rugi untuk mencobanya !"
"uang seribu gold ?! bukankah terlalu besar !?"
"aku tak percaya aku mendapat kesemlatan mendapatkan uang sebesar itu hanya dengan menulis nama !"
kasak kusuk orang Mulai heboh.
mereka langsung mendaftar dan menulis nama mereka.
"Silvia, kita pergi saja ! banyak orang yang mendaftar kesempatan. kita sangat kecil ! jadi percuma saja ! membuang buang waktu !"
ajak igi.
"baik"
turut Silvia.
reon yang melihat Silvia dan igi pergi menjauh dan tidak mendaftar mulai panik.
"HEI ! YANG DI SANA ! SEPASANG ADIK KAKA YA !? KENAPA TIDAK MENDAFTAR !? KESEMPATAN INI HANYA ADA SEKALI SEUMUR HIDUP LHO !"
teriak reon.
Silvia dan igi mulai menoleh.
"TIDAK ! TERIMA KASIH KAMI..."
jelas igi mencoba menolak dengan lembut.
"kakak... dia sudah menawarkan dengan mengencangkan suaranya ! bukankah tidak enak menolaknya begitu saja di depan umum ?"
bisik Silvia.
melihat perhatian Silvia, igi hanya bisa menuruti keinginannya.
"baiklah.."
turut igi dengan tersenyum.
Silvia dan igi pun maju dan menulis namanya.
kemudian rever mengambil satu kertas.
setelah membaca kertas itu, reon benar benar kaget.
ternyata di kertas itu tertulis nama 'silvia' padahal awalnya reon ingin berbohong, namun kebetulan ini benar benar terjadi, seolah olah memang sudah di takdirkan,
"SILVIA !!! PEMENANGNYA !!!"
teriak reon.
silvida dan igi terkejut.
"itu saya ! saya Silvia !"
jelas Silvia.
"selamat~"
ucap Reon.
"TUNGGU !!! namaku juga Silvia !"
teriak seseorang diantara kerumunan.
"namaku juga silvia ! aku Silvia Amelia !"
teriak seseorang juga.
"ternyata nama Silvia nama murahan!"
shock reon dalam hati.
reon pun memikirkan cara.
"bagaimana bila kita kocok lagi ?, kalian bertiga menulis nama kalian, kamu adalah Silvia pertama ! kamu adalah Silvia kedua, dan kamu adalah Silvia ketiga !"
kata reon yang menunjuk Silvia sebagai Silvia ketiga.
setelah menulia nama nama Silvia oleh tangan reon sendiri, reon punengocok.
"baiklah ! pemenangnya adalah SILVIA KETIGA !!!!"
teriak reon.
"Silvia ! kali ini kau benar benar menang!!!"
teriak igi, terharu.
"apa benar !? boleh aku lihat kertas yang kau pegang ?"
kata Silvia kedua.
"ini ! lihatlah ! benerkan ?"
kata reon.
"ha..."
hembus nafas Silvia kedua.
"haha, padahal aku menulis ketiga kertas itu dengan nama 'silvia ketiga' jadi wajarlah Silvia yang ini yang menang !"
kata hati reon,
"selamat ! Anda telah memenangkan undian ini ! silahkan ambil uang kalian !"
suruh reon.
dengan senang hati Silvia menerima uang itu,
Silvia pun memasukan uang itu pada tas **rushbag*** nya.
*rusbag adalah salah satu benda ajaib raiun yang di buat oleh manusia yang bisa memasukan banyak barang pada satu tas, kare a pembuatannya yang rumit, harga rusbag di ukur dari seberapa luasnya isi dalam tas, jika rusbag kecil dapat menampung banyak barang dari pada rusbag besar, maka harga rusbag kecillah yang lebih mahal.