
dada rose tiba tiba berdegup kencang.
suara Rose pun sulit keluar,
rose ingin mengatakan banyak hal namun ia tak bisa bilang sepatah kata pun,
rose benar benar sesak, ia pun mencoba untuk tenang.
"Ha..... apa yang kakak katakan ? aku tak mengerti kenapa kakak seperti ini ? baiklah.
menikahlah dengan Silvia, sesukamu, kau bahagia kan bersamanya ? maka lakukanlah dengan orang yang kau bahagiai"
jelas Ross dengan tenang.
"ka..kau merestuiku ? benarkan ? tak ada yang kau rencanakan ?"
tanya seidon.
"ya!"
jelas rose.
"tapi... jika kakak tulus mencintainya ! aku janji akan mengalah jika kakak benar benar memperjuangkan Silvia"
smirk rose.
"a....apa maksudmu ?"
tanya seidon.
"aku akan berusaha menggagalkan pernikahan kalian, dengan segala cara, jika kakak benar benar ingin menikahi Silvia, maka berusahalah melepaskan diri dari rencanaku ! bagaimana ?
kita anggap ini perseteruan santai saja, aku sudah mengatakan niatku, sekarang kakak tinggal waspada ! kalau kakak berhasil menikah dengan Silvia, aku akan mengalah !"
jelas rose,
"aku... akan menerima tawaranmu"
kata seidon setuju.
...~keesokan harinya~...
"aki sekarang harus berpikir lebih keras, agar seidon tidak menikahi Silvia... dan ngomong ngomong, hari ini Silvia tidak sekolah ya ? rencanaku kemarin benar benar sukses !!!"
kata hati rose yang bahagia.
"hmm.... Silvia sekarang sedang apa ya ?"
tanya hati rose.
...~kediaman Baron ronald~...
teriak Elli memarahi Silvia.
"Ma...maaf... saya tidak tahu apa yang ter..."
kata Silvia yang mencoba menjelaskan.
"APA KAU PIKIR AKU AKAN MENGASIHANIMU LAGI ?! YANG BISA KAU LAKUKAN HANYA MEMINTA MAAF SAJA !!! KAU PIKIR DENGAN BEGITU SEMUA MASALAH AKAN SELESAI !!??"
teriah Elli.
"ibu tolong berhenti ! Silvia baru saja sembuh dari penyakitnya,"
pinta igi.
"APA MAKSUDMU ?! ANAK SIALAN INI TELAH MERUSAK NAMA BAIK KELUARGA LEONARD !!!
ANAK INI TAK TAHU TERIMA KASIH !!! KALAU KAU TIDAK KU PUNGUT MUNGKIN SEKARANG KAU TELAH MENJADI WANITA DI RUMAH BORDIL !!!"
hina Elli.
"ibu !! jangan bicara seperti itu ! aku mohon, lihatlah dari sisi lain ibu! bukankah karena Silvia kita juga mendapat uang dari beasiswanya ? bukankah kita juga mendapat uang dari setiap lomba yang Silvia menangkan ! dan kita juga mendapat uang ketika kita susah dari teman teman baik Silvia !"
jelas igi.
"diam ! kau juga anak durhaka! kenapa kau pulang lebih awal dari pekerjaanmu ?! Silvia ! karena kau tidak sekolah ! cepat beresi rumah !"
suruh Elli.
"ibu ! kenapa kita tidak menyewa pembantu saja ?! kenapa hanya Silvia dan anak anak lain yang harus mengerjakan pekerjaan rumah !?"
tanya igi.
"kau ! apa kau mencoba mempermalukan aku ?! kalian semua adalah sampah ! aku mengadopsi kalian untuk memanfaatkan kalian saja !"
kata hati Elli, sambil menatap tajam igi.
"huh ! cepatlah bangun, dan aku tidak mau tau, pokoknya rumah ini harus bersih setelah aku kembali berbelanja !"
jelas Elli yang melangkah keluar kamar Silvia.
"*igi... aku ingin segera pergi dari kandang hewan ini !!!"
rintih Silvia.
"ha... aku sudah menduga dari dulu bahwa ibu mengadopsi kita untuk memanfaatkan kita saja, ada lebih dari 50 anak yang ia adopsi dan kebanyakan laki laki, setiap anak perempuan di suruh membereskan rumah dan anak laki laki di suruh bekerja, sedangkan ayak dan ibu hanya beristirahat dan berbelanja seenaknya, dan kalau di pikir pikir biaya makan kita begitu kecil sekali ya ? tidak setara dengan pekerjaan kita"
jelas igi sambil tertawa kecil*.